Facebook
Twitter
Instagram
Logo Header  Footer
021-4567890mail@mailcontoh.com
Logo Header  Footer

Terbaru

Gerakan Infak untuk Negara Gagasan Lieus Sungkharisma Belum Direspon Wapres Rocky Gerung Siap Diundang ke Istana
19 August 2021
Gerakan Infak untuk Negara Gagasan Lieus Sungkharisma Belum Direspon Wapres, Rocky Gerung Siap Diundang ke Istana
foto: Rocky Gerung (rmol)


itoday - Gerakan Nasional Superiman (Solidaritas Umat Peduli Modal Nasional) yang digagas tokoh Tionghoa, Lieus Sungkharisma, diajukan kepada Wakil Presiden Maruf Amin, untuk membantu perekonomian Indonesia.

Lieus bertekad melanjutkan program Gerakan Nasional Superiman (Solidaritas Umat Peduli Modal Nasional) yang digagasnya, meski surat audiensi yang dikirimkannya ke Wakil Presiden Ma’ruf Amin hingga kini belum mendapat jawaban.

Tekad itu, kata Lieus, semakin berkobar setelah ia bertemu dengan sejumlah orang yang ternyata mendukung gagasannya dalam upaya membantu kesulitan keuangan negara tersebut.

"Saya berharap pemerintah tidak abai dan cepat tanggap dengan aspirasi dan niat baik warga negaranya ini,” kata Lieus kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis sore (19/8).

Salah seorang tokoh nasional yang mendukung gagasan positif ini adalah Rocky Gerung.

Menurut Rocky, ide Lieus mencetuskan Superiman adalah ide yang bersih, karena datang dari pikiran untuk membantu bangsa. Ide inilah yang dia sebut sebagai social justice yang lahir dari solidaritas anak bangsa.

"Ini gagasan yang betul-betul sejiwa dengan harkat bangsa ini, yang sedari awal ingin mandiri," kata Rocky.

Rocky menuturkan, ide untuk membuat semacam kotak infak nasional bernama Superiman ini menunjukkan kepedulian masyarakat Indonesia yang memandang masa depan bangsa adalah tanggung jawab bersama.

"Ini ide bagus. Pemerintah dan masyarakat sipil tak usah curiga. Kalau idenya diterima, soal-soal lain seperti perlunya Perpu, itu hanya soal teknis. Sebab ini bukan untuk membantu rezim yang sedang berkuasa, tapi untuk membantu negara," kata Rocky lagi.

Rocky siap menjadi penerang dari ide yang dicetuskan Lieus ini, dan sudah pernah dilaunching pada 19 Agustus 2003 (18 tahun lalu) di Istana Wakil Presiden Hamzah Haz, yang mnerutnya merupakan ide briliant dan harus segera dilaksanakan.

"Saya siap diundang ke Istana untuk membahas masalah ini. Sebab ini bukan soal politik semata. Pak Jokowi harus meninggalkan legacy positif untuk masa depan bangsa ini,” katanya.

Namun demikian, Lieus tidak ingin gagasan baik untuk membantu kesulitan keuangan negara ini justru menjadi bola liar.

"Karena itulah kita perlu Perpu. Kita tidak ingin niat warga masyarakat untuk membantu negara ini akhirnya disalah pahami," katanya lagi.

Lieus sendiri menyebut, keinginannya untuk bertemu dengan Wakil Presiden Ma’ruf Amin bukan untuk mempertanyakan dana yang sempat disetorkan ke Rekening Superiman Nomor 17081945.

"Tapi untuk meminta kejelasan tentang kelanjutan gerakan nasional tersebut," imbuhnya.

Dijelaskan Lieus, dia dan sejumlah pihak bertekad mendorong pemerintah untuk lebih tanggap dan peduli dengan aspirasi dan ide-ide dari masyarakat yang ingin membantu kesulitan negara.

"Kami ingin mendorong pemerintah untuk membuat payung hukum bagi warga negara yang ingin memberi sumbangannya pada negaranya," tutup Lieus.

sumber: rmol
Industri Diizinkan Beroperasi 100 tapi Jika Ada Klaster Ditutup 5 Hari
17 August 2021
Industri Diizinkan Beroperasi 100% tapi Jika Ada Klaster Ditutup 5 Hari
foto: Operasional Pabrik (okezone)


itoday - Industri orientasi ekspor diizinkan beroperasi 100% pada masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) hingga 23 Agustus 2021. Hanya saja, jika terjadi klaster Covid-19, industri tersebut harus tutup selama 5 hari.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, sektor industri ekspor diizinkan beroperasi dengan kapasitas 100 % dengan protokol kesehatan yang ketat.

“Terkait PPKM Level 3 di luar Jawa kami mengingatkan bahwa yang diregulasi termasuk orientasi ekspor dan ekonomi dengan penunjangnya beroperasi 100% dengan prokes ketat. Jika ditemukan klaster maka ini akan ditutup 5 hari," kata Airlangga melalui konferensi pers, Senin (16//2021).

Tak hanya itu, ada beberapa pelonggaran kebijakan pada level 3 antara lain kegiatan belajar mengajar dengan tatap muka 50% dengan protokol ketat.

"Level 3 untuk mal dan pusat perbelanjaan di buka sampai jam 20.00 dengan kapasitas 50%, dengan prokes. Kemudian juga restoran dengan maksimal 50% dengan prokes ketat, tempat ibadah 50 % dengan prokes" ujarnya.

Untuk daerah atau wilayah di Level 4 ada 45 Kabupaten dan Kota di Level dan di Level 3 ada 302 Kabupaten dan Kota. Sedangkan untuk level 2 ada 39 Kabupaten dan Kota.

sumber: okezone
PPKM hingga September Pertumbuhan Ekonomi Bakal Negatif Lagi
25 July 2021
PPKM hingga September, Pertumbuhan Ekonomi Bakal Negatif Lagi
foto: ilustrasi (liputan6)

itoday - Ekonom Senior Centre of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Piter Abdullah, mengamini jika pertumbuhan ekonomi nasional akan turun dari proyeksi awal pada kuartal III 2021.

Piter menilai, besarnya penurunan akan bergantung pada berapa lama pengetatan PPKM bakal berlangsung. Jika harus diperpanjang sampai September, dia menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia otomatis akan kembali negatif.

"Kalau sudah berakhir di bulan Juli saya perkirakan pertumbuhan ekonomi di triwulan 3 masih positif. Kalau berkepanjangan hingga September, pertumbuhan ekonomi akan kembali negatif," ujarnya pada Liputan6.com, Sabtu (24/7/2021).

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) memprediksi pertumbuhan ekonomi nasional secara keseluruhan pada 2021 akan turun pada kisaran 3,5-4,3 persen, dengan titik tengah 3,9 persen. Pembatasan mobilitas dalam bentuk PPKM lanjutan jadi penyebab utama penurunan ini.

"Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi nasional secara keseluruhan pada tahun 2021 menjadi 3,5-4,3 persen, turun dari proyeksi sebelumnya 4,1-5,1 persen," jelas Gubernur BI Perry Warjiyo saat membacakan hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia beberapa waktu lalu.

Penyebaran Varian Delta

Perry mengatakan, penyebaran varian delta Covid-19 yang membuat adanya pembatasan mobilitas dalam bentuk PPKM panjang akan menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi, khususnya di kuartal III 2021.

"Penurunan pertumbuhan ekonomi terutama terjadi pada konsumsi rumah tangga karena terbatasnya mobilitas. Itu diambil di tengah penyaluran bantuan perlindungan sosial pemerintah, dan tetap kuatnya kinerja ekspor dalam mendukung program pemulihan ekonomi nasional," terangnya.

sumber: liputan6
Setiap Hari Ada Ritel yang Tumbang Kerugian Pengusaha Tak Terhingga
22 July 2021
Setiap Hari Ada Ritel yang Tumbang, Kerugian Pengusaha Tak Terhingga!
foto: ilustrasi (idntimes)

itoday - Ketua Umum Asosiasi Peritel Indonesia (Aprindo) Roy Mandey mengatakan di tahun 2021 ini ada 1-2 toko ritel yang tutup alias tumbang setiap harinya karena tak sanggup lagi menahan dampak pandemik COVID-19.

Sementara itu, di tahun 2020 ada 5-6 toko ritel yang harus gulung tikar akibat dampak wabah tersebut.

"Kita punya indikator pada 2020 5-6 toko swalayan yang harus tutup. Kemudian di 2021, 1-2 toko tutup setiap hari," kata Roy dalam virtual media briefing, Kamis (22/7/2021).

1. Ribuan toko ritel gulung tikar

Secara total, hingga tahun 2021 ini dia mencatat 1.500 toko ritel gulung tikar, atau menutup beberapa gerainya. Secara rinci, 1.300 toko tutup di 2020, dan sisanya hingga Juli 2021 ini.

"Di 2020 sekitar 1.300 toko yang tutup. Di 2021, 3 bulan pertama ada 88 toko swalayan yang tutup. Kalau ditambah dengan 3 bulan lagi berarti sudah ada sekitar 200 toko swalayan yang tutup," ucap Roy.

2. Kerugian tak terhingga

Dengan kondisi tersebut, para pengusaha mencetak kerugian yang tak terhingga. Dia mengatakan rata-rata kerugian 1 toko ritel yang tutup mencapai Rp5 miliar.

"Kita ambil rata-rata, 1 minimarket biaya franchise Rp500 juta sampai Rp1 miliar. Supermarket Rp20 miliar sampai Rp25 miliar. Hypermarket Rp30 miliar sampai Rp35 miliar, itu semua belum termasuk aset gedung. Kalau 1 rata-rata kita sebut Rp5 miliar, dikali 1.300 (yang tutup di 2020), berapa angkanya?" ucap dia.

3. Toko ritel yang buka alami penurunan penjualan

Di sisi lain, dia mengatakan toko ritel seperti minimarket, supermarket, dan hypermarket yang diizinkan tetap beroperasi saat ini mengalami penurunan penjualan.

Misalnya saja di minimarket, konsumen yang rata-rata berbelanja hingga Rp100 ribu dalam 1 keranjang (basket), kini hanya berbelanja Rp20-30 ribu. Penurunan lebih terasa lagi di supermarket dan hypermarket karena mobilitas masyarakat dibatasi selama PPKM Darurat.

Adapun penurunan itu menurut Roy utamanya disebabkan perilaku konsumen yang berubah. Konsumen kini hanya berbelanja kebutuhan pokok dan juga produk kesehatan, dan tidak ada lagi impulse buying.

"Kalau dulu ada diskon buy 1 get 1, konsumen pasti beli. Sekarang tidak ada lagi impluse buying. Tidak dilihat lagi promosi yang ada. Mereka kalau datang ke supermarket langsung beli sayur, ikan, sudah langsung bayar," tutur dia.

sumber: idntimes
Penjualan Anjlok 60 Persen Pengusaha Kuliner Keberatan PPKM Darurat Diperpanjang
19 July 2021
Penjualan Anjlok 60 Persen, Pengusaha Kuliner Keberatan PPKM Darurat Diperpanjang
foto: ilustrasi (liputan6)

itoday - Asosiasi Pengusaha Kuliner Indonesia (Apkulindo) menyatakan keberatannya jika Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat yang berlaku di Pulau Jawa dan Bali serta beberapa Provinsi di luar wilayah tersebut diperpanjang.

Sekjen Apkulindo Masbukhin Pradhana mengatakan, meski kebijakan ini diharapkan mampu menekan laju penyebaran Covid-19, namun kondisi para pelaku usaha kuliner akan semakin berat dan terbebani jika periode PPKM Darurat diperpanjang.

“Walau PPKM ini bagus buat menekan penyebaran Covid tapi buat kami berat banget. Kemarin setelah lebaran Idul Fitri, jualan sudah mulai naik namun ini kembali ada aturan PPKM Darurat, sehingga omset terjun payung lagi”, ujar Masbukhin dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (19/7/2021).

Masbukhin menambahkan, meski kebijakan ini dirasa berat namun diharapkan para pengusaha kuliner tetap mematuhi aturan yang tidak memperbolehkan memberikan layanan makan di tempat (dine in) dan hanya menerima layanan delivery serta take away.

“Apkulindo mengajak teman-teman pedagang kuliner mengikuti aturan PPKM. Tidak menerima dine in dan hanya take away. Walau berat, kami memahami penerapan kebijakan ini”, ujar pria yang juga Pengamat UMKM dari Indigo Network ini.

Namun, jika PPKM Darurat akan diperpanjang, para pengusaha kuliner meginginkan agar pemerintah bisa memberlakukan pelonggaran kebijakan terutama bagi mereka pedagang kuliner kaki lima yang harus berjualan di waktu sore dan malam hari.

“Saya berharap di aturan PPKM selanjutnya diperbolehkan Dine in walau dengan pembatasan jumlah. Buat pedagang yang berjualan di sore dan malam hari diharapkan bisa dikasih kelonggaran jam buka”, tambah dia.

Selain itu, Apkulindo meminta para petugas di lapangan serta Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 untuk bersikap santun kepada pedagang kuliner yang masih kedapatan belum menerapkan kebijakan PPKM Darurat.

“Kami juga menghimbau kepada petugas Satgas di lapangan untuk bisa memberikan informasi yang santun”, jelas Owner Bakso Sapi’i ini.

Meski demikia Masbukhin mengatakan, walaupun kondisi saat ini sangat memberatkan, namun diharapkan para pengusaha kuliner tetap mematuhi aturan PPKM Darurat yang telah diberlakukan oleh pemerintah.

Hal ini dilakukan agar para pelaku usaha kuliner, bisa saling mendukung dan terus bersinergi dengan pemerintah untuk menekan laju penularan Covid-19. Jika pandemi berakhir, dipastikan pemulihan ekonomi akan berjalan secara cepat.

“Apkulindo mengajak teman-teman pedagang kuliner mengikuti aturan PPKM. Walau berat, namun kebijakan pemerintah ini diharapkan bisa segera memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dan kembali pulihnya perekonomian nasional”, ujar Masbukhin.

Penjualan Anjlok

Hal serupa juga disampaikan oleh Pengurus Apkulindo sekaligus Owner (Pemilik) dari Kopi & Martabak Bang Alay, Ali Pirmansyah. Ia mengatakan kebijakan PPKM darurat yang melarang restoran, rumah makan hingga kafe untuk menerima konsumen makan di tempat (dine in), berdampak pada anjloknya omset penjualan hingga 60 persen.

Meskipun pemerintah mengizinkan layanan antar dan take away, namun kondisi ini tak mampu mendorong jumlah penjualan sebab keinginan konsumen yang cenderung lebih menyukai untuk makan di tempat (dine in).

Menurut Ali, jika kebijakan PPKM Darurat kembali diperpanjang, ia mengusulkan agar pemerintah bisa mengeluarkan insentif atau bantuan yang bisa mengurani beban para pelaku usaha kuliner.

“Kami mengusulkan seandainya PPKM ini diperpanjang lagi, kami berharap pemerintah juga memberikan bantuan kepada para pengusaha kuliner. Insentif tersebut bisa berupa bantuan uang sewa atau subsidi gaji pegawai”, ujar Ali.

Selain itu, ia mengusulkan agar pemerintah bisa melonggarkan kebijakan operasional jika nantinya PPKM Darurat kembali diperpanjang. Pasalnya, para pengusaha kuliner dinilai telah melakukan protokol kesehatan (prokes) yang ketat selama pandemic Covid-19 berlangsung.

“Harapan kami tidak ada lagi kebijakan-kebijakan yang melakukan pembatasan, kami sudah terbiasa melakukan prokes jadi kalau untuk pembatasan kapasitas kami bisa pahami. Namun kalau pembatasan jam operasional kami berharap itu tidak ada batasan operasional, karena kami pun masih bertanya apakah penyebaran virus ada jam-jam tertentunya? Sehingga harus dibatasi jam operasionalnya”, jelas Ali.

sumber: liputan6
Sepeda Brompton Mulai Gak Laku Ini toh Pemicunya
10 July 2021
Sepeda Brompton Mulai Gak Laku, Ini toh Pemicunya
foto: Brompton Bike (AP)

itoday - Minat kalangan menengah atas untuk gowes sepeda lipat (seli) merek Brompton dinilai mulai luntur. Kondisi ini sangat jauh berbeda dengan masa awal pandemi Covid-19.

Sebelumnya, memang banyak orang berbondong-bondong membeli sepeda yang tergolong mahal bagi masyarakat Indonesia umumnya. Bagi kalangan tertentu, meski harganya kala itu yang naik berkali-kali lipat tetap jadi barang buruan. Tapi kini kondisinya mulai berkurang.

"Cuma sesaat doang begitu. Yang pakai ada rasa bangga pada saat itu, tapi udah lewat, trennya musiman. Awal-awal iya luar biasa [hype tinggi], sekarang sudah turun, anggapannya udah nggak spesial," kata Pengurus Komunitas Sepeda Kemayoran Jakarta, Ahok kepada CNBC Indonesia, Jumat (9/7/21).

Pada waktu awal pandemi, ketika tren bersepeda Brompton sedang tinggi, beberapa merek ikut memproduksi dengan model yang mirip. Namun, harga yang ditawarkan jauh lebih murah. Hal ini secara tidak langsung membuat nilai Brompton asli kena dampak.

"Waktu itu Brompton banyak ditiru merek-merek yang lebih murah. Lagian orang-orang yang mampu beli udah pada punya," sebutnya.

Selain itu, ada sebagian goweser yang tetap memilih jenis sepeda non lipat sebagai 'kiblat'.

Dia mengatakan, sebagai contoh, orang yang biasa menggunakan sepeda balap (road bike) akan merasa aneh ketika menggunakan sepeda lipat karena performa dan kecepatan jauh dari road bike.

Namun, di komunitas KSKJ, semua jenis sepeda diterima dan bisa menjadi bagian dalam komunitas.

"Kan ada orang yang nggak tertarik pindah ke sepeda lain, misal tetap di road bike ya sudah males lah coba jenis sepeda lain," katanya.

Saat ini sepeda Brompton di pasar bekas dan baru pun turun tajam. Di segmen pasar baru yang semula bisa mencapai di atas Rp 50 jutaan, kini harganya berkisar Rp. 30 juta hingga Rp 40 jutaan untuk beberapa jenisnya.

"Harga baru kisaran Rp 36 juta," kata Ketua Asosiasi Pengusaha Sepeda Indonesia (Apsindo) Eko Wibowo Utomo kepada CNBC Indonesia.

Misalnya harga Brompton M6L Raw Lacquer, beberapa bulan lalu sempat mencapai Rp 41 juta, namun kini harganya di kisaran Rp 37 juta.

Begitu pun dengan M6R BE Color dari semula Rp 43 juta menjadi Rp 39 juta. Sementara M6R BE Lacquer yang semula kisaran Rp 46 juta saat ini kembali ke angka Rp 42 juta.

Sebagai catatan, sepeda Brompton adalah sepeda pabrikan Brompton Bicycle, produsen seli yang berkantor pusat di Greenford, London, Inggris, dengan produk utama Brompton dan aksesorisnya. Perusahaan ini didirikan oleh Andrew Ritchie pada 3 Juni 1976.

sumber: cnbcindonesia