Facebook
Twitter
Instagram
Logo Header  Footer
021-4567890mail@mailcontoh.com
Logo Header  Footer

Terbaru

Sepeda Brompton Mulai Gak Laku Ini toh Pemicunya
10 July 2021
Sepeda Brompton Mulai Gak Laku, Ini toh Pemicunya
foto: Brompton Bike (AP)

itoday - Minat kalangan menengah atas untuk gowes sepeda lipat (seli) merek Brompton dinilai mulai luntur. Kondisi ini sangat jauh berbeda dengan masa awal pandemi Covid-19.

Sebelumnya, memang banyak orang berbondong-bondong membeli sepeda yang tergolong mahal bagi masyarakat Indonesia umumnya. Bagi kalangan tertentu, meski harganya kala itu yang naik berkali-kali lipat tetap jadi barang buruan. Tapi kini kondisinya mulai berkurang.

"Cuma sesaat doang begitu. Yang pakai ada rasa bangga pada saat itu, tapi udah lewat, trennya musiman. Awal-awal iya luar biasa [hype tinggi], sekarang sudah turun, anggapannya udah nggak spesial," kata Pengurus Komunitas Sepeda Kemayoran Jakarta, Ahok kepada CNBC Indonesia, Jumat (9/7/21).

Pada waktu awal pandemi, ketika tren bersepeda Brompton sedang tinggi, beberapa merek ikut memproduksi dengan model yang mirip. Namun, harga yang ditawarkan jauh lebih murah. Hal ini secara tidak langsung membuat nilai Brompton asli kena dampak.

"Waktu itu Brompton banyak ditiru merek-merek yang lebih murah. Lagian orang-orang yang mampu beli udah pada punya," sebutnya.

Selain itu, ada sebagian goweser yang tetap memilih jenis sepeda non lipat sebagai 'kiblat'.

Dia mengatakan, sebagai contoh, orang yang biasa menggunakan sepeda balap (road bike) akan merasa aneh ketika menggunakan sepeda lipat karena performa dan kecepatan jauh dari road bike.

Namun, di komunitas KSKJ, semua jenis sepeda diterima dan bisa menjadi bagian dalam komunitas.

"Kan ada orang yang nggak tertarik pindah ke sepeda lain, misal tetap di road bike ya sudah males lah coba jenis sepeda lain," katanya.

Saat ini sepeda Brompton di pasar bekas dan baru pun turun tajam. Di segmen pasar baru yang semula bisa mencapai di atas Rp 50 jutaan, kini harganya berkisar Rp. 30 juta hingga Rp 40 jutaan untuk beberapa jenisnya.

"Harga baru kisaran Rp 36 juta," kata Ketua Asosiasi Pengusaha Sepeda Indonesia (Apsindo) Eko Wibowo Utomo kepada CNBC Indonesia.

Misalnya harga Brompton M6L Raw Lacquer, beberapa bulan lalu sempat mencapai Rp 41 juta, namun kini harganya di kisaran Rp 37 juta.

Begitu pun dengan M6R BE Color dari semula Rp 43 juta menjadi Rp 39 juta. Sementara M6R BE Lacquer yang semula kisaran Rp 46 juta saat ini kembali ke angka Rp 42 juta.

Sebagai catatan, sepeda Brompton adalah sepeda pabrikan Brompton Bicycle, produsen seli yang berkantor pusat di Greenford, London, Inggris, dengan produk utama Brompton dan aksesorisnya. Perusahaan ini didirikan oleh Andrew Ritchie pada 3 Juni 1976.

sumber: cnbcindonesia
Indonesia Impor 10000 Oksigen Konsentrator dari Singapura
06 July 2021
Indonesia Impor 10.000 Oksigen Konsentrator dari Singapura
foto: ilustrasi (merdeka)

itoday - Menteri Koordinator Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, Indonesia telah mengimpor oksigen konsentrator dari Singapura untuk membantu penanganan Covid-19. Oksigen konsentrator yang didatangkan berjumlah 10 ribu dan akan digunakan untuk pasien Covid-19 gejala ringan.

"Sekarang kita pesan 10 ribu dan sebagian sudah mulai datang menggunakan pesawat Hercules dari Singapura. Kita juga akan ambil dari tempat lain jika kita kekurangan," kata Menko Luhut dalam keterangan pers virtual, Selasa (6/7).

Menko Luhut menjelaskna, oksigen konsentrator merupakan alat untuk mengambil oksigen dari udara bebas yang nantinya diproses agar dapat dihirup oleh mereka yang menggunakannya.

Dirinya mengakui, Indonesia sempat mengalami kekurangan pasokan oksigen. Namun dalam 2-3 hari terakhir, pihaknya mempercepat pengadaan oksigen dari berbagai titik, seperti Morowali dan Cilegon.

"Dan untuk sekarang 100 persen oksigen industri kita arahkan untuk membantu kesehatan," katanya.

Indonesia Kirim 2.000 Tabung Oksigen ke India
Indonesia kembali memberikan sebanyak 2.000 unit tabung oksigen untuk melengkapi komitmen hibah kemanusiaan kepada India di tengah pandemi COVID-19.

Penyerahan hibah tabung oksigen itu dilakukan oleh Konsul Jenderal RI di Mumbai Agus P. Saptono kepada Indian Red Cross Society (IRCS) di pelabuhan Nhava Sheva, seperti disampaikan dalam keterangan KJRI Mumbai yang diterima di Jakarta, Senin.

Kedatangan 2.000 unit tabung oksigen itu merupakan penghantaran bantuan yang ketiga dan merupakan tahapan terakhir setelah sebelumnya Indonesia mengirim 1.400 unit tabung oksigen yang diterima oleh IRCS Mumbai pada 8 Juni dan 200 konsentrator oksigen yang tiba di New Delhi pada 12 Mei lalu.

Dilansir laman Antara mengutip Reuters, Senin (28/6), bantuan tabung oksigen itu diterima oleh perwakilan Sekretaris Jenderal IRCS, T.B. Sakloth dan dihadiri oleh Komisaris Bea Cukai India Sandeep Bokhale dan sejumlah pejabat manajemen pelabuhan Nhava Sheva.

Sakloth menyampaikan terima kasih kepada pemerintah Indonesia atas dukungan kepada India dengan mengirimkan bantuan yang sangat dibutuhkan.

Ia yakin bahwa bantuan yang disampaikan Indonesia akan semakin mempererat hubungan baik kedua negara, dan selanjutnya IRCS akan mendistribusikan bantuan tersebut kepada pihak-pihak yang membutuhkan.

Dengan penyerahan bantuan tahap akhir itu, Indonesia telah menyelesaikan komitmen hibahnya kepada India, yang merupakan bentuk dukungan dan solidaritas dari rakyat dan pemerintah Indonesia kepada India, yang juga menghadapi tantangan berat pandemi COVID-19.

Bantuan tersebut menggambarkan hubungan baik kedua negara, tidak hanya dalam mengatasi situasi pandemi, tetapi juga kerja sama di berbagai sektor lainnya.

Kerja sama antara Indonesia dan India pun diharapkan akan semakin kuat pada masa mendatang.

sumber: merdeka
Luhut Mobilitas Masyarakat di Jateng Turun 15 Persen Belum Sesuai Target
06 July 2021
Luhut: Mobilitas Masyarakat di Jateng Turun 15 Persen, Belum Sesuai Target
foto: Luhut Panjaitan (merdeka)

itoday - Koordinator Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali, Luhut Binsar Panjaitan mengatakan penurunan mobilitas di Yogyakarta dan Jawa Tengah sudah mencapai 15 persen. Penurunan mobilitas ini dinilai lebih baik meski masih jauh dari target yakni 30 persen sampai 50 persen.

"Penurunan mobilitas di keduanya mengalami kenaikan sekitar 15 persen, namun itu masih di bawah target," kata Luhut dalam rapat koordinasi (Rakor) Implementasi PPKM Darurat di Jateng dan Yogyakarta, Selasa (6/7).

Luhut menjelaskan, bertambahnya penurunan mobilitas masyarakat terjadi di seluruh kabupaten/kota di Jateng. Bila diurutkan, dari yang paling tinggi penurunannya yakni Banjarnegara, Kudus, Purbalingga, Boyolali, Banyumas.

Sementara Grobogan menjadi daerah paling rendah dalam penurunan mobilitas masyarakat. Luhut mengaku pemantauan mobilitas dilakukan menggunakan data dari google traffic, satelit NASA dan Facebook Mobility.

"Ada google traffic, night light NASA, dan facebook mobility yang akan menjadi acuan, kita akan cek mobilitas itu di sini," kata dia.

Luhut meminta aparat keamanan baik dari kepolisian maupun militer turut bekerja sama dan berusaha untuk menurunkan mobilitas masyarakat hingga 50 persen. Hal ini harus segera dilakukan secepatnya agar pelemahan ekonomi yang terjadi tidak terlalu dalam dan lebih cepat kembali memasuki tahapan pemulihan.

"Kalau makin lama penurunannya, makin lama pula ini terjadi dan makin payah ekonomi kita. Presiden memerintahkan jangan lama lama mengenai masalah ini," kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi ini.

"Saya harap pencapaian penurunan mobilitas harus minimal 30 persen kalau bisa 50 persen," sambungnya.

Tanggapan Kapolda Jawa Tengah

Menanggapi hal itu, Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Ahmad Luthfi menjelaskan pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak terkait salah satunya Gubernur Jawa Tengah. Hasil rapat bersama Ganjar Pranowo memutuskan Pemerintah Provinsi akan mengeluarkan surat keterangan bekerja untuk para pegawai di sektor esensial dan kritikal.

"Kami telah rapat dengan gubernur mengenai solusi yang bekerja di sektor esensial dan kritikal yaitu akan diberikan surat keterangan bekerja," kata dia.

Sementara itu hasil rapat bersama Kapolres, Dandim, dan pihak terkait telah memerintahkan daerah kabupaten kota untuk mendata kantor atau tempat yang merupakan esensial dan kritikal. Hasilnya kantor tersebut akan mendapatkan surat keterangan untuk karyawan agar bisa dipetakan potensi mobilitas masyarakat.

sumber: merdeka
Kolaborasi Layanan Bank Jago Gojek akan Meluncur dalam Waktu Dekat
05 July 2021
Kolaborasi Layanan Bank Jago- Gojek akan Meluncur dalam Waktu Dekat
foto: Bank Jago (kontan)

itoday - PT Bank Jago Tbk (Jago) akan segera meluncurkan bentuk kolaborasinya dengan Gojek. Integrasi aplikasi keduanya akan segera dilakukan dalam waktu dekat dengan pengembangan fitur kerjasama secara bertahap.

"Kami sudah siap meluncurkan kolaborasi dengan Gojek. Tinggal mencari waktu yang tepat," kata Direktur Utama Bank Jago, Kharim Indra Gupta Siregar dalam media gathering virtual, Senin (5/7).

Karim menjelaskan, kolaborasi yang akan dilakukan dengan Gojek akan mirip dengan yang dilakukan Bank Jago dengan platform reksadana online PT Bibit Tumbuh Bersama (Bibit) di mana tahap awal dilakukan integrasi antar aplikasi, pembukaan rekening Bank Jago bisa dilakukan lewat aplikasi Bibit.

Visi Bank Jago adalah menawarkan layanan yang mudah cepat dan seem less di dalam aplikasi. Integrasi antar aplikasi bertujuan agar pengguna layanan perbankan tidak perlu berpindah-pindah aplikasi saat ingin menggunakan layanan lifestyle.

"Kami melihat saat ini terpisahnya layanan perbankan dan layanan lifestyle membuat harus berpindah aplikasi saat menyelesaikan seluruh transaksi. Nah, dengan kolaborasi yang akan kami lakukan, pengguna itu tidak perlu membuka aplikasi yang berbeda," jelas Karim.

Seperti diketahui, Gojek merupakan salah satu pemilik saham Bank Jago melalui PT Dompet Karya Anak Bangsa dengan porsi 21,4%. Dompet Karya Anak Bangsa merupakan pengembang layanan keuangan dengan brand Gopay yang menjadi bagian dari ekosistem Gojek.

sumber: kontan
PPKM Darurat anggaran PEN 2021 ditambah Rp 225 triliun jadi Rp 92483 triliun
05 July 2021
PPKM Darurat anggaran PEN 2021 ditambah Rp 225 triliun jadi Rp 924,83 triliun
foto: Airlangga Hartarto (kontan)

itoday - Pemerintah memutuskan untuk menambah anggaran program pemulihan ekonomi nasional (PEN) sejaan dengan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Anggaran PEN untuk mendukung kebijakan PPKM Darurat tahun ini mencapai Rp 924,83 triliun.

Anggaran PEN tersebut dialokasikan untuk penanganan pandemi virus corona yang makin merebak, baik dari sisi kesehatan, sosial, dan ekonomi.

Pembengkakan anggaran PEN 2021 itu disampaikan oleh Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Ia menyebutkan pemerintah memasang anggaran tambahan sebesar Rp 225,4 triliun, dari pagu semula sejumlah Rp 699,43 triliun.

Menko Airlangga membeberkan anggaran yang ditambah antara lain untuk penanganan kesehatan sebesar Rp 120,72 triliun, program prioritas Rp 10,98 triliun, perlindungan sosial Rp 28,7 triliun, insentif usaha Rp 15,1 triliun, dan stimulus Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Rp 50,04 triliun.

“Dengan adanya PPKM Darurat ada usulan tambahan anggaran sebesar Rp 225,4 triliun,” kata Menko Airlangga saat Konferensi Pers, Senin (5/7) petang.

Menko Airlangga menegaskan, penambahan anggaran PEN 2021 diharapkan dapat menjadi bantalan bagi perekonomian di tahun ini, agar tidak jatuh terlalu dalam.

Pemerintah juga telah merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi sepanjang 2021 dari angka optimistis di kisaran 4,5%-5,3% yoy menjadi 3,7%-4,5% yoy karena dampak kebijakan PPKM Darurat.

Di sisi lain, Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara menambahkan, penambahan anggaran PEN 2021 akan dialokasikan kepada program yang membutuhkan tambahan dana. Misalnya, anggaran peratawan pasien Covid-19, obat-obatan, vaksiniasi, hinga insentif tenaga kesehatan.

“Selain itu, ada beberapa tambahan tambahann lainnya yang di kesehatan yang sifatnya kecil kecil termasuk untuk kebutuhan rumah sakit darurat, dan isolasi mandiri dan pekerja migran Indonesia dan lain-lain semua akan dipenuhi,” kata Suahasil dalam kesempatan yang sama, Senin (5/7).

Kemudian, untuk program perlindungan sosial tambahan anggaran dialokasikan sejalan dengan perpanjangan sejumlah insentif atau stimulus seperti bantuan sosial tunai (BST), diskon listrik, dan lain-lain.

Lalu, untuk insentif usaha diberikan tambahan anggaran sejalan dengan perpanjangan insentif pajak dalam Peraturan Menteri Keeuangan (PMK) 9/2020 dan PMK 77/2021 terkait insentif diskon pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) mobil yang diberlakukan hingga akhir Desember 2021.

Kendati anggaran PEN 2021 melonjak, Suahasil menegaskan pemerintah akan menggunakan berbagai alternatif skema pembiayaan seperti melalui realokasi dan refocusing Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang diutamakan digunakan untuk penanganan pandemi virus corona.

sumber: kontan
Pemerintah diminta tanggung biaya obat pasien Covid19 isolasi mandiri
04 July 2021
Pemerintah diminta tanggung biaya obat pasien Covid-19 isolasi mandiri
foto: ilustrasi (kontan)

itoday - Wakil Ketua Komisi IX DPR Melki Laka Lena meminta pemerintah untuk menanggung semua biaya perawatan pasien Covid-19. Termasuk biaya obat dan/atau multivitamin bagi pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri di rumah.

"Regulasi oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) harus dilakukan untuk memastikan ada keadilan sehingga semua pasien Covid-19 di RS dan isoman bisa dibantu oleh negara obatnya," ujar Melki saat dihubungi, Minggu (4/7).

Melki menilai, jika biaya obat dan/atau multivitamin ditanggung pasien isolasi mandiri tersebut, maka akan berdampak pada pengeluaran rumah tangga keluarga pasien Covid-19 tersebut. Apalagi jika pasien isolasi mandiri tergolong masyarakat kurang mampu.

"Untuk keadilan bagi semua warga, mestinya ditanggung negara pasien isolasi mandiri, minimal obatnya dibantu negara, vitamin dan jenis obat lainnya yang bisa dipakai pasien isoman," tutur Melki.

Seperti diketahui, seiring meningkatnya angka positif kasus Covid-19, kebutuhan obat yang dianggap potensial dan sudah dipakai dalam terapi Covid-19 menjadi tinggi. Di sisi lain tingginya kebutuhan obat itu dimanfaatkan oleh sebagian pelaku usaha untuk menaikkan harga jual obat kepada masyarakat.

Oleh karena itu, untuk mengatur harga obat di pasaran agar tidak merugikan masyarakat, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menetapkan harga eceran tertinggi obat terapi Covid-19 melalui Keputusan Menteri Kesehatan nomor HK.01.07/MENKES/4826/2021 tentang Harga Eceran Tertinggi Obat Dalam Masa Pandemi Covid-19.

“Harga eceran tertinggi ini merupakan harga jual tertinggi obat di Apotek, Instalasi farmasi, RS, klinik dan Faskes yang berlaku di seluruh Indonesia,” kata Budi.

Ada 11 obat yang ditetapkan harga eceran tertinggi sebagaimana tercantum dalam Keputusan Menteri Kesehatan tersebut, antara lain :

1. Favipiravir 2OO mg (Tablet) Rp.22.500 per tablet

2. Remdesivir IOO mg (Injeksi) Rp.510.000 per vial

3. Oseltamivir 75 mg (Kapsul) Rp.26.000 per kapsul

4. lntravenous Immunoglobulin 5% 50 ml (lnfus) Rp.3.262.300 per vial

5. lntravenous Immunoglobulin 10% 25 ml (Infus) Rp.3.965.000 per vial

6. lntravenous Immunoglobulin l07o 5O ml (Infus) Rp.6.174.900 per vial

7. Ivermectin 12 mg (Tablet) Rp.7.500 per tablet

8. Tocilizrrmab 4O0 mg/20 ml (Infus) Rp.5.710.600 per vial

9. Tocilizumab 8o mg/4 ml (Infus) Rp.1.162.200 per vial

10. Azithromycin 50O mg (Tablet) Rp.1.700 per tablet

11. Azithromycin 50O mg (Infus) Rp.95.400 per vial

“Jadi 11 obat yang sering digunakan dalam masa pandemic Covid-19 ini kita sudah atur harga eceran tertingginya. Saya tegaskan di sini, saya sangat tegaskan di sini kami harap aturan harga obat itu agar dipatuhi,” tegas Budi.

sumber: kontan