Facebook
Twitter
Instagram
Logo Header  Footer
021-4567890mail@mailcontoh.com
Logo Header  Footer

Terbaru

Setiap Hari Ada Ritel yang Tumbang Kerugian Pengusaha Tak Terhingga
22 July 2021
Setiap Hari Ada Ritel yang Tumbang, Kerugian Pengusaha Tak Terhingga!
foto: ilustrasi (idntimes)

itoday - Ketua Umum Asosiasi Peritel Indonesia (Aprindo) Roy Mandey mengatakan di tahun 2021 ini ada 1-2 toko ritel yang tutup alias tumbang setiap harinya karena tak sanggup lagi menahan dampak pandemik COVID-19.

Sementara itu, di tahun 2020 ada 5-6 toko ritel yang harus gulung tikar akibat dampak wabah tersebut.

"Kita punya indikator pada 2020 5-6 toko swalayan yang harus tutup. Kemudian di 2021, 1-2 toko tutup setiap hari," kata Roy dalam virtual media briefing, Kamis (22/7/2021).

1. Ribuan toko ritel gulung tikar

Secara total, hingga tahun 2021 ini dia mencatat 1.500 toko ritel gulung tikar, atau menutup beberapa gerainya. Secara rinci, 1.300 toko tutup di 2020, dan sisanya hingga Juli 2021 ini.

"Di 2020 sekitar 1.300 toko yang tutup. Di 2021, 3 bulan pertama ada 88 toko swalayan yang tutup. Kalau ditambah dengan 3 bulan lagi berarti sudah ada sekitar 200 toko swalayan yang tutup," ucap Roy.

2. Kerugian tak terhingga

Dengan kondisi tersebut, para pengusaha mencetak kerugian yang tak terhingga. Dia mengatakan rata-rata kerugian 1 toko ritel yang tutup mencapai Rp5 miliar.

"Kita ambil rata-rata, 1 minimarket biaya franchise Rp500 juta sampai Rp1 miliar. Supermarket Rp20 miliar sampai Rp25 miliar. Hypermarket Rp30 miliar sampai Rp35 miliar, itu semua belum termasuk aset gedung. Kalau 1 rata-rata kita sebut Rp5 miliar, dikali 1.300 (yang tutup di 2020), berapa angkanya?" ucap dia.

3. Toko ritel yang buka alami penurunan penjualan

Di sisi lain, dia mengatakan toko ritel seperti minimarket, supermarket, dan hypermarket yang diizinkan tetap beroperasi saat ini mengalami penurunan penjualan.

Misalnya saja di minimarket, konsumen yang rata-rata berbelanja hingga Rp100 ribu dalam 1 keranjang (basket), kini hanya berbelanja Rp20-30 ribu. Penurunan lebih terasa lagi di supermarket dan hypermarket karena mobilitas masyarakat dibatasi selama PPKM Darurat.

Adapun penurunan itu menurut Roy utamanya disebabkan perilaku konsumen yang berubah. Konsumen kini hanya berbelanja kebutuhan pokok dan juga produk kesehatan, dan tidak ada lagi impulse buying.

"Kalau dulu ada diskon buy 1 get 1, konsumen pasti beli. Sekarang tidak ada lagi impluse buying. Tidak dilihat lagi promosi yang ada. Mereka kalau datang ke supermarket langsung beli sayur, ikan, sudah langsung bayar," tutur dia.

sumber: idntimes
Penjualan Anjlok 60 Persen Pengusaha Kuliner Keberatan PPKM Darurat Diperpanjang
19 July 2021
Penjualan Anjlok 60 Persen, Pengusaha Kuliner Keberatan PPKM Darurat Diperpanjang
foto: ilustrasi (liputan6)

itoday - Asosiasi Pengusaha Kuliner Indonesia (Apkulindo) menyatakan keberatannya jika Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat yang berlaku di Pulau Jawa dan Bali serta beberapa Provinsi di luar wilayah tersebut diperpanjang.

Sekjen Apkulindo Masbukhin Pradhana mengatakan, meski kebijakan ini diharapkan mampu menekan laju penyebaran Covid-19, namun kondisi para pelaku usaha kuliner akan semakin berat dan terbebani jika periode PPKM Darurat diperpanjang.

“Walau PPKM ini bagus buat menekan penyebaran Covid tapi buat kami berat banget. Kemarin setelah lebaran Idul Fitri, jualan sudah mulai naik namun ini kembali ada aturan PPKM Darurat, sehingga omset terjun payung lagi”, ujar Masbukhin dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (19/7/2021).

Masbukhin menambahkan, meski kebijakan ini dirasa berat namun diharapkan para pengusaha kuliner tetap mematuhi aturan yang tidak memperbolehkan memberikan layanan makan di tempat (dine in) dan hanya menerima layanan delivery serta take away.

“Apkulindo mengajak teman-teman pedagang kuliner mengikuti aturan PPKM. Tidak menerima dine in dan hanya take away. Walau berat, kami memahami penerapan kebijakan ini”, ujar pria yang juga Pengamat UMKM dari Indigo Network ini.

Namun, jika PPKM Darurat akan diperpanjang, para pengusaha kuliner meginginkan agar pemerintah bisa memberlakukan pelonggaran kebijakan terutama bagi mereka pedagang kuliner kaki lima yang harus berjualan di waktu sore dan malam hari.

“Saya berharap di aturan PPKM selanjutnya diperbolehkan Dine in walau dengan pembatasan jumlah. Buat pedagang yang berjualan di sore dan malam hari diharapkan bisa dikasih kelonggaran jam buka”, tambah dia.

Selain itu, Apkulindo meminta para petugas di lapangan serta Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 untuk bersikap santun kepada pedagang kuliner yang masih kedapatan belum menerapkan kebijakan PPKM Darurat.

“Kami juga menghimbau kepada petugas Satgas di lapangan untuk bisa memberikan informasi yang santun”, jelas Owner Bakso Sapi’i ini.

Meski demikia Masbukhin mengatakan, walaupun kondisi saat ini sangat memberatkan, namun diharapkan para pengusaha kuliner tetap mematuhi aturan PPKM Darurat yang telah diberlakukan oleh pemerintah.

Hal ini dilakukan agar para pelaku usaha kuliner, bisa saling mendukung dan terus bersinergi dengan pemerintah untuk menekan laju penularan Covid-19. Jika pandemi berakhir, dipastikan pemulihan ekonomi akan berjalan secara cepat.

“Apkulindo mengajak teman-teman pedagang kuliner mengikuti aturan PPKM. Walau berat, namun kebijakan pemerintah ini diharapkan bisa segera memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dan kembali pulihnya perekonomian nasional”, ujar Masbukhin.

Penjualan Anjlok

Hal serupa juga disampaikan oleh Pengurus Apkulindo sekaligus Owner (Pemilik) dari Kopi & Martabak Bang Alay, Ali Pirmansyah. Ia mengatakan kebijakan PPKM darurat yang melarang restoran, rumah makan hingga kafe untuk menerima konsumen makan di tempat (dine in), berdampak pada anjloknya omset penjualan hingga 60 persen.

Meskipun pemerintah mengizinkan layanan antar dan take away, namun kondisi ini tak mampu mendorong jumlah penjualan sebab keinginan konsumen yang cenderung lebih menyukai untuk makan di tempat (dine in).

Menurut Ali, jika kebijakan PPKM Darurat kembali diperpanjang, ia mengusulkan agar pemerintah bisa mengeluarkan insentif atau bantuan yang bisa mengurani beban para pelaku usaha kuliner.

“Kami mengusulkan seandainya PPKM ini diperpanjang lagi, kami berharap pemerintah juga memberikan bantuan kepada para pengusaha kuliner. Insentif tersebut bisa berupa bantuan uang sewa atau subsidi gaji pegawai”, ujar Ali.

Selain itu, ia mengusulkan agar pemerintah bisa melonggarkan kebijakan operasional jika nantinya PPKM Darurat kembali diperpanjang. Pasalnya, para pengusaha kuliner dinilai telah melakukan protokol kesehatan (prokes) yang ketat selama pandemic Covid-19 berlangsung.

“Harapan kami tidak ada lagi kebijakan-kebijakan yang melakukan pembatasan, kami sudah terbiasa melakukan prokes jadi kalau untuk pembatasan kapasitas kami bisa pahami. Namun kalau pembatasan jam operasional kami berharap itu tidak ada batasan operasional, karena kami pun masih bertanya apakah penyebaran virus ada jam-jam tertentunya? Sehingga harus dibatasi jam operasionalnya”, jelas Ali.

sumber: liputan6
Sepeda Brompton Mulai Gak Laku Ini toh Pemicunya
10 July 2021
Sepeda Brompton Mulai Gak Laku, Ini toh Pemicunya
foto: Brompton Bike (AP)

itoday - Minat kalangan menengah atas untuk gowes sepeda lipat (seli) merek Brompton dinilai mulai luntur. Kondisi ini sangat jauh berbeda dengan masa awal pandemi Covid-19.

Sebelumnya, memang banyak orang berbondong-bondong membeli sepeda yang tergolong mahal bagi masyarakat Indonesia umumnya. Bagi kalangan tertentu, meski harganya kala itu yang naik berkali-kali lipat tetap jadi barang buruan. Tapi kini kondisinya mulai berkurang.

"Cuma sesaat doang begitu. Yang pakai ada rasa bangga pada saat itu, tapi udah lewat, trennya musiman. Awal-awal iya luar biasa [hype tinggi], sekarang sudah turun, anggapannya udah nggak spesial," kata Pengurus Komunitas Sepeda Kemayoran Jakarta, Ahok kepada CNBC Indonesia, Jumat (9/7/21).

Pada waktu awal pandemi, ketika tren bersepeda Brompton sedang tinggi, beberapa merek ikut memproduksi dengan model yang mirip. Namun, harga yang ditawarkan jauh lebih murah. Hal ini secara tidak langsung membuat nilai Brompton asli kena dampak.

"Waktu itu Brompton banyak ditiru merek-merek yang lebih murah. Lagian orang-orang yang mampu beli udah pada punya," sebutnya.

Selain itu, ada sebagian goweser yang tetap memilih jenis sepeda non lipat sebagai 'kiblat'.

Dia mengatakan, sebagai contoh, orang yang biasa menggunakan sepeda balap (road bike) akan merasa aneh ketika menggunakan sepeda lipat karena performa dan kecepatan jauh dari road bike.

Namun, di komunitas KSKJ, semua jenis sepeda diterima dan bisa menjadi bagian dalam komunitas.

"Kan ada orang yang nggak tertarik pindah ke sepeda lain, misal tetap di road bike ya sudah males lah coba jenis sepeda lain," katanya.

Saat ini sepeda Brompton di pasar bekas dan baru pun turun tajam. Di segmen pasar baru yang semula bisa mencapai di atas Rp 50 jutaan, kini harganya berkisar Rp. 30 juta hingga Rp 40 jutaan untuk beberapa jenisnya.

"Harga baru kisaran Rp 36 juta," kata Ketua Asosiasi Pengusaha Sepeda Indonesia (Apsindo) Eko Wibowo Utomo kepada CNBC Indonesia.

Misalnya harga Brompton M6L Raw Lacquer, beberapa bulan lalu sempat mencapai Rp 41 juta, namun kini harganya di kisaran Rp 37 juta.

Begitu pun dengan M6R BE Color dari semula Rp 43 juta menjadi Rp 39 juta. Sementara M6R BE Lacquer yang semula kisaran Rp 46 juta saat ini kembali ke angka Rp 42 juta.

Sebagai catatan, sepeda Brompton adalah sepeda pabrikan Brompton Bicycle, produsen seli yang berkantor pusat di Greenford, London, Inggris, dengan produk utama Brompton dan aksesorisnya. Perusahaan ini didirikan oleh Andrew Ritchie pada 3 Juni 1976.

sumber: cnbcindonesia
Indonesia Impor 10000 Oksigen Konsentrator dari Singapura
06 July 2021
Indonesia Impor 10.000 Oksigen Konsentrator dari Singapura
foto: ilustrasi (merdeka)

itoday - Menteri Koordinator Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, Indonesia telah mengimpor oksigen konsentrator dari Singapura untuk membantu penanganan Covid-19. Oksigen konsentrator yang didatangkan berjumlah 10 ribu dan akan digunakan untuk pasien Covid-19 gejala ringan.

"Sekarang kita pesan 10 ribu dan sebagian sudah mulai datang menggunakan pesawat Hercules dari Singapura. Kita juga akan ambil dari tempat lain jika kita kekurangan," kata Menko Luhut dalam keterangan pers virtual, Selasa (6/7).

Menko Luhut menjelaskna, oksigen konsentrator merupakan alat untuk mengambil oksigen dari udara bebas yang nantinya diproses agar dapat dihirup oleh mereka yang menggunakannya.

Dirinya mengakui, Indonesia sempat mengalami kekurangan pasokan oksigen. Namun dalam 2-3 hari terakhir, pihaknya mempercepat pengadaan oksigen dari berbagai titik, seperti Morowali dan Cilegon.

"Dan untuk sekarang 100 persen oksigen industri kita arahkan untuk membantu kesehatan," katanya.

Indonesia Kirim 2.000 Tabung Oksigen ke India
Indonesia kembali memberikan sebanyak 2.000 unit tabung oksigen untuk melengkapi komitmen hibah kemanusiaan kepada India di tengah pandemi COVID-19.

Penyerahan hibah tabung oksigen itu dilakukan oleh Konsul Jenderal RI di Mumbai Agus P. Saptono kepada Indian Red Cross Society (IRCS) di pelabuhan Nhava Sheva, seperti disampaikan dalam keterangan KJRI Mumbai yang diterima di Jakarta, Senin.

Kedatangan 2.000 unit tabung oksigen itu merupakan penghantaran bantuan yang ketiga dan merupakan tahapan terakhir setelah sebelumnya Indonesia mengirim 1.400 unit tabung oksigen yang diterima oleh IRCS Mumbai pada 8 Juni dan 200 konsentrator oksigen yang tiba di New Delhi pada 12 Mei lalu.

Dilansir laman Antara mengutip Reuters, Senin (28/6), bantuan tabung oksigen itu diterima oleh perwakilan Sekretaris Jenderal IRCS, T.B. Sakloth dan dihadiri oleh Komisaris Bea Cukai India Sandeep Bokhale dan sejumlah pejabat manajemen pelabuhan Nhava Sheva.

Sakloth menyampaikan terima kasih kepada pemerintah Indonesia atas dukungan kepada India dengan mengirimkan bantuan yang sangat dibutuhkan.

Ia yakin bahwa bantuan yang disampaikan Indonesia akan semakin mempererat hubungan baik kedua negara, dan selanjutnya IRCS akan mendistribusikan bantuan tersebut kepada pihak-pihak yang membutuhkan.

Dengan penyerahan bantuan tahap akhir itu, Indonesia telah menyelesaikan komitmen hibahnya kepada India, yang merupakan bentuk dukungan dan solidaritas dari rakyat dan pemerintah Indonesia kepada India, yang juga menghadapi tantangan berat pandemi COVID-19.

Bantuan tersebut menggambarkan hubungan baik kedua negara, tidak hanya dalam mengatasi situasi pandemi, tetapi juga kerja sama di berbagai sektor lainnya.

Kerja sama antara Indonesia dan India pun diharapkan akan semakin kuat pada masa mendatang.

sumber: merdeka
Luhut Mobilitas Masyarakat di Jateng Turun 15 Persen Belum Sesuai Target
06 July 2021
Luhut: Mobilitas Masyarakat di Jateng Turun 15 Persen, Belum Sesuai Target
foto: Luhut Panjaitan (merdeka)

itoday - Koordinator Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali, Luhut Binsar Panjaitan mengatakan penurunan mobilitas di Yogyakarta dan Jawa Tengah sudah mencapai 15 persen. Penurunan mobilitas ini dinilai lebih baik meski masih jauh dari target yakni 30 persen sampai 50 persen.

"Penurunan mobilitas di keduanya mengalami kenaikan sekitar 15 persen, namun itu masih di bawah target," kata Luhut dalam rapat koordinasi (Rakor) Implementasi PPKM Darurat di Jateng dan Yogyakarta, Selasa (6/7).

Luhut menjelaskan, bertambahnya penurunan mobilitas masyarakat terjadi di seluruh kabupaten/kota di Jateng. Bila diurutkan, dari yang paling tinggi penurunannya yakni Banjarnegara, Kudus, Purbalingga, Boyolali, Banyumas.

Sementara Grobogan menjadi daerah paling rendah dalam penurunan mobilitas masyarakat. Luhut mengaku pemantauan mobilitas dilakukan menggunakan data dari google traffic, satelit NASA dan Facebook Mobility.

"Ada google traffic, night light NASA, dan facebook mobility yang akan menjadi acuan, kita akan cek mobilitas itu di sini," kata dia.

Luhut meminta aparat keamanan baik dari kepolisian maupun militer turut bekerja sama dan berusaha untuk menurunkan mobilitas masyarakat hingga 50 persen. Hal ini harus segera dilakukan secepatnya agar pelemahan ekonomi yang terjadi tidak terlalu dalam dan lebih cepat kembali memasuki tahapan pemulihan.

"Kalau makin lama penurunannya, makin lama pula ini terjadi dan makin payah ekonomi kita. Presiden memerintahkan jangan lama lama mengenai masalah ini," kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi ini.

"Saya harap pencapaian penurunan mobilitas harus minimal 30 persen kalau bisa 50 persen," sambungnya.

Tanggapan Kapolda Jawa Tengah

Menanggapi hal itu, Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Ahmad Luthfi menjelaskan pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak terkait salah satunya Gubernur Jawa Tengah. Hasil rapat bersama Ganjar Pranowo memutuskan Pemerintah Provinsi akan mengeluarkan surat keterangan bekerja untuk para pegawai di sektor esensial dan kritikal.

"Kami telah rapat dengan gubernur mengenai solusi yang bekerja di sektor esensial dan kritikal yaitu akan diberikan surat keterangan bekerja," kata dia.

Sementara itu hasil rapat bersama Kapolres, Dandim, dan pihak terkait telah memerintahkan daerah kabupaten kota untuk mendata kantor atau tempat yang merupakan esensial dan kritikal. Hasilnya kantor tersebut akan mendapatkan surat keterangan untuk karyawan agar bisa dipetakan potensi mobilitas masyarakat.

sumber: merdeka
Kolaborasi Layanan Bank Jago Gojek akan Meluncur dalam Waktu Dekat
05 July 2021
Kolaborasi Layanan Bank Jago- Gojek akan Meluncur dalam Waktu Dekat
foto: Bank Jago (kontan)

itoday - PT Bank Jago Tbk (Jago) akan segera meluncurkan bentuk kolaborasinya dengan Gojek. Integrasi aplikasi keduanya akan segera dilakukan dalam waktu dekat dengan pengembangan fitur kerjasama secara bertahap.

"Kami sudah siap meluncurkan kolaborasi dengan Gojek. Tinggal mencari waktu yang tepat," kata Direktur Utama Bank Jago, Kharim Indra Gupta Siregar dalam media gathering virtual, Senin (5/7).

Karim menjelaskan, kolaborasi yang akan dilakukan dengan Gojek akan mirip dengan yang dilakukan Bank Jago dengan platform reksadana online PT Bibit Tumbuh Bersama (Bibit) di mana tahap awal dilakukan integrasi antar aplikasi, pembukaan rekening Bank Jago bisa dilakukan lewat aplikasi Bibit.

Visi Bank Jago adalah menawarkan layanan yang mudah cepat dan seem less di dalam aplikasi. Integrasi antar aplikasi bertujuan agar pengguna layanan perbankan tidak perlu berpindah-pindah aplikasi saat ingin menggunakan layanan lifestyle.

"Kami melihat saat ini terpisahnya layanan perbankan dan layanan lifestyle membuat harus berpindah aplikasi saat menyelesaikan seluruh transaksi. Nah, dengan kolaborasi yang akan kami lakukan, pengguna itu tidak perlu membuka aplikasi yang berbeda," jelas Karim.

Seperti diketahui, Gojek merupakan salah satu pemilik saham Bank Jago melalui PT Dompet Karya Anak Bangsa dengan porsi 21,4%. Dompet Karya Anak Bangsa merupakan pengembang layanan keuangan dengan brand Gopay yang menjadi bagian dari ekosistem Gojek.

sumber: kontan