Facebook
Twitter
Instagram
Logo Header  Footer
021-4567890mail@mailcontoh.com
Logo Header  Footer

Awas Pak Mendag! Perajin Tahu-Tempe Berencana Mogok Nih!

Ekonomi
Awas Pak Mendag! Perajin Tahu-Tempe Berencana Mogok Nih! 1
foto: ilustrasi (cnbcindonesia)


itoday - Harga kedelai belakangan ini kian melambung, akibatnya perajin tahu dan tempe harus menerima beban tingginya harga bahan baku. Berkaca dari kejadian tahun lalu dimana perajin sampai melakukan mogok produksi, hal tersebut juga bisa kejadian di tahun ini jika harga kedelai masih terus tinggi.

"Awal tahun lalu, Januari, kita mogok produksi. Saya lagi mikir, teman-teman mau ngajak seperti itu, tapi saya bilang jangan lah, kasihan ini masyarakat Indonesia lagi ada covid, biar kami teriak-teriak ke pemerintah minta bantuan gimana ini solusinya," kata Ketua Umum Gabungan Koperasi Produsen Tahu Tempe Indonesia (Gakoptindo) Aip Syaifuddin kepada CNBC Indonesia, Senin (10/1/22).

Suara untuk mogok justru datang dari akar rumput kalangan perajin. Tujuannya agar pemerintah menaruh perhatian dan segera menindaklanjuti persoalan tersebut. Namun, bukan hal mudah karena ratusan juta masyarakat Indonesia mengonsumsi dua komoditas itu.

Meski demikian, perajin akan bertindak tegas jika tidak ada pergerakan berarti dari pemerintah. Pasalnya, banyak perajin yang terancam bangkrut karena himpitan kondisi. Mereka pun memberi deadline atau tenggat batas waktu.

"Saya masih tunggu sampai akhir bulan ini, kalau nggak ada komen atau bantuan konkrit, baru saya teriak bikin press rilis kami akan mogok karena pemerintah nggak membantu. Tanggal 20 mau rapat koordinasi seluruh Indonesia, nanti hasilnya sikap kita gimana, mau mogok apa gimana," sebut Aip.

Senada, Ketua Sahabat Pengrajin Tempe Pekalongan Indonesia (SPTP I) Jakarta Barat, Mu'alimin juga belum akan mengambil langkah untuk mogok. Namun, ada harapan pemerintah bisa segera bertindak.

"Untuk saat ini kayanya belum ada rencana mogok, masih tenang aja, kita cari jalan keluarnya dengan cara mengecilkan ukuran (tempe), kalo kenaikan harga susah," ungkap Mu'alimin.

Harga bahan baku kedelai memang terus mengkhawatirkan. Berdasarkan situs Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat, harga kedelai lokal di pasar Pasar Minggu, Jakarta pada 9 Januari 2022 adalah Rp13.000 per kg, sama dengan harga sehari sebelumnya. Sementara, kedelai impor dihargai lebih mahal, yakni Rp14.000 per kg, juga tidak berubah dari sehari sebelumnya.

sumber: cnbcindonesia.com
Ekonomi Awas Pak Mendag! Perajin Tahu-Tempe Berencana Mogok Nih!