Facebook
Twitter
Instagram
Logo Header  Footer
021-4567890mail@mailcontoh.com
Logo Header  Footer

Terbaru

Dijadikan Vaksin Booster Ini Efek Samping Moderna  Pfizer
10 January 2022
Dijadikan Vaksin Booster, Ini Efek Samping Moderna & Pfizer
foto: ilustrasi (reuters)


itoday - Mulai tanggal 12 Januari 2022 mendatang, Indonesia diharapkan memulai program vaksinasi booster ke masyarakat. Dengan dosis ketiga diharapkan bisa meningkatkan antibodi, serta mencegah meluasnya Covid-19 yang saat ini sedang menghadapi gelombang penularan varian Omicron.

Ada sejumlah jenis vaksin yang ada saat ini dan kemungkinan jadi dosis ketiga diantaranya vaksin mRNA Pfizer dan Moderna.

Seperti dua dosis awal, vaksin booster juga memiliki efek samping pada para penerimanya. Termasuk pada para penerima vaksin Pfizer dan Moderna.

Efek samping merupakan hal yang normal terjadi. Menurut Dr Samir Sinha, Direktur Geriatri RS Sinai Health dan University Health Network Toronto Kanada, efek samping memberitahu penerimanya sistem kekebalan terjadi.

"Efek samping sering memberi tahu kita jika sistem kekebalan benar bekerja dan merespon sebagaimana mestinya pada vaksin," ungkapnya.

Sementara menurut ahli imunologi dan ilmuwan senior di Institut Penelitian Pusat Kesehatan Universitas McGill (MUHC), Dr Ciriaco Piccirillo, efek samping dari dosis ketiga harus tidak jauh berbeda dengan dua vaksin pertama.

Berikut ini beberapa efek samping kedua vaksin, dikutip dari global news, Senin (10/1/2022).

Vaksin Pfizer

Survei yang diadakan di Israel mengungkapkan kebanyakan penerima dosis ketiga Pfizer mendapatkan efek samping yang serupa atau lebih sedikit dari yang dirasakan pada dua dosis sebelumnya. Sementara itu, data uji klinis yang dimasukkan ke Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat, rasa sakit pada tempat suntikan adalah efek samping paling umum dan dilaporkan 83% penerima.

Efek samping terbanyak berikutnya adalah kelelahan (63,8%), sakit kepala (48,4%), nyeri otot atau sendi (39,1%), dan kedinginan (29,1%). Efek sampingnya ringan hingga sedang dan berlangsung dua hari setelah booster diberikan.

"Sebagai catatan, pembengkakan kelenjar getah bening di ketiak lebih sering setelah booster daripada dosis kedua dari seri primer dua dosis," ungkap FDA.

Vaksin Moderna

Beberapa efek samping yang dilaporkan pada uji klinis booster Moderna yakni nyeri pada tempat suntikan, kelelahan, sakit kepala, nyeri otot, sendi kaku, kedinginan, mual/muntah, pembengkakan aksila, demam, pembengkakan di tempat suntikan, kemerahan tempat suntika dan ruam.

Moderna dalam uji klinisnya melaporkan efek samping lain. Yakni anafilaksis dan reaksi alergi parah lain, miokarditis, perikarditis dan pingsan.

sumber: cnbcindonesia.com
Pemuda Muhammadiyah Dorong Pemerintah Segera Verifikasi Vaksin Halal
08 January 2022
Pemuda Muhammadiyah Dorong Pemerintah Segera Verifikasi Vaksin Halal
foto: Zaedi Basiturrozak (rmol)


itoday - Pemerintah diharapkan segera melakukan verifikasi dan sertifikasi terhadap setiap produk vaksin yang akan masuk ke tanah air.

Kehalalan vaksin penting agar masyarakat tidak khawatir lagi tentang bahan hingga proses vaksin yang tidak dibenarkan secara agama.

Demikian disampaikan Bendahara Umum PP Pemuda Muhammadiyah Zaedi Basiturrozak dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (8/1).

"Sekali lagi ini bukan hal rumit menyangkut kedaruratan lagi. Apalagi kita sudah memiliki BPJKH yang concern terhadap sertifikasi kehalalan dan MUI yang bertanggung jawab atas fatwa," kata Zaedi.

Menurutnya, dari aspek kesadaran warga, tentu beban tanggung jawab tidak hanya menjadi domain pemerintah semata, melainkan ormas seperti Pemuda Muhammadiyah juga turut andil secara konsisten untuk menggerakkan kesadaran warga terkait pentingnya vaksin untuk self-protect dari serangan virus.

Sehingga Indonesia segera bisa bebas dari pandemi Covid-19 yang telah memporakporandakan semua tatanan kehidupan bangsa.

Namun demikian, patut diperhatikan juga agar program vaksin bisa berjalan maksimal, perlu garansi kenyamanan menyangkut status halal vaksin. Melihat potensi penurunan angka Covid-19 yang sangat signifikan, artinya bangsa Indonesia sudah melewati fase darurat. Tentu bukan perkara yang rumit untuk memilih dan prodak vaksin yang halal.

"Saya yakin jika disegerakan masyarakat akan lebih meningkat kesadarannya dalam melakukan vaksin," demikian Zaedi.

sumber: rmol.id
Vaksin Booster Dimulai Pekan Depan Komisi IX DPR Jangan Jadi Ajang Bisnis
06 January 2022
Vaksin Booster Dimulai Pekan Depan, Komisi IX DPR: Jangan Jadi Ajang Bisnis!
foto: ilustrasi (rmol)


itoday - Rencana penyuntikan vaksin booster mulai 12 Januari 2022 diharapkan tidak menjadi ajang bisnis bagi sekelompok pengimpor vaksin demi keuntungan pribadi.

"Pemerintah jangan berbisnis dengan rakyat. Kalau memang harus dilakukan booster vaksin, maka sedapat mungkin digratiskan bagi rakyat terutama menengah ke bawah," kata Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PKS, Kurniasih Mufidayati kepada wartawan, Kamis (6/1).

Apalagi, pemerintah memberikan harapan ada skema vaksin booster gratis jika menggunakan vaksin Moderna dan Pfizer bisa cukup setengah dosis. Bila ada perusahan vaksin yang ingin melakukan vaksin booster mandiri, maka dipersilakan dengan catatan tidak memotong dari gaji karyawan.

"Demi asas keadilan sosial jika gratis, maka semua harus gratis," tegasnya.

Selain itu, ia juga mengingatkan agar penyuntikan vaksin booster tidak melalaikan fokus pencapaian target suntikan dosis kedua, termasuk vaksinasi anak 6-11 tahun yang sudah dimulai.

Dari data Kemenkes per 3 Januari 2022, vaksinasi nasional dosis pertama mencapai 79,87 persen dan dosis 2 baru 54,88 persen.

"Rencana vaksin booster jangan sampai melalaikan fokus pencapaian vaksinasi nasional. Dosis kedua baru 54,88 persen dari target 70 persen. Artinya prioritas utama belum selesai," jelasnya.

Mufida meminta jumlah kebutuhan vaksin booster dikaji lebih seksama, termasuk kelompok sasaran spesifik yang membutuhkan. Pasalnya, sebagian epidemiolog menangkap sinyal Indonesia sudah mencapai herd immunity berasal dari kekebalan yang muncul dari dalam tubuh pada penyintas Covid-19.

"Jumlah penyintas Covid ini diyakini cukup banyak di luar data resmi yang dilansir pemerintah," tutupnya.

sumber: rmol.id
Studi Baru Sebut Omicron Lebih Menginfeksi Tenggorokan Dibandingkan ParuParu
03 January 2022
Studi Baru Sebut Omicron Lebih Menginfeksi Tenggorokan Dibandingkan Paru-Paru
foto: ilustrasi (republika)


itoday - Sejumlah studi baru mencatat bahwa varian baru Covid-19, Omicron cenderung tak merusak paru-paru dibanding varian lainnya. Semakin banyak bukti menunjukkan bahwa Omikron lebih menginfeksi tenggorokan daripada paru-paru.

Enam penelitian telah menemukan bahwa Omicron tidak merusak paru-paru sebanyak Delta dan varian sebelum lainnya. "Hasil dari semua mutasi yang membuat Omikron berbeda dari varian sebelumnya adalah bahwa Omikron mungkin telah mengubah kemampuannya untuk menginfeksi berbagai jenis sel," ujar profesor virologi di University College London, Deenan Pillay, seperti dikutip laman Guardian, Ahad (2/1).

"Intinya, Omikron tampaknya lebih bisa menginfeksi saluran pernapasan bagian atas, sel-sel di tenggorokan. Jadi itu akan berkembang biak di sel-sel di sana lebih mudah daripada di sel-sel jauh di dalam paru-paru. Ini benar-benar awal tetapi studi menunjukkan arah yang sama," ujarnya.

Jika virus menghasilkan lebih banyak sel di tenggorokan, maka itu membuatnya lebih mudah menular. Sebaliknya, virus yang menginfeksi jaringan paru-paru akan berpotensi lebih berbahaya tetapi kurang menular.

Sejumlah penelitian didasarkan oleh uji coba pada hewan. Meski studi penelitian tersebut belum ditinjau oleh para ilmuwan lain. Para peneliti dari Grup Penelitian Virologi Molekuler Universitas Liverpool menerbitkan pra-cetak pada Boxing Day.

Salah satu peneliti, Prof James Stewart mengatakan Omicron menyebabkan penyakit yang tidak terlalu parah pada tikus. Makalah dari penelitiannya bersama para ilmuwan lain itu menunjukkan, bahwa tikus yang terinfeksi Omicron kehilangan berat badan lebih sedikit, memiliki viral load (pengukuran jumlah virus) yang lebih rendah, dan mengalami pneumonia yang tidak terlalu parah.

"Ini salah satu bagian dari teka-teki. Model hewan menunjukkan bahwa penyakitnya tidak separah Delta dan virus asli Wuhan. Tampaknya dibersihkan lebih cepat dan hewan pulih lebih cepat, dan itu terkait dengan data klinis yang masuk," tulis makalah dari para peneliti tersebut.

"Indikasi awalnya adalah kabar baik, tapi itu bukan sinyal untuk lengah, karena jika Anda rentan secara klinis, konsekuensinya masih tidak besar, ada kematian akibat Omikron. Tidak semua orang bisa melepas masker mereka dan berpesta."

Sementara itu, lab Neyts di Universitas Leuven Belgia menemukan hasil serupa pada hamster Suriah dengan viral load yang lebih rendah di paru-paru dibandingkan dengan varian lainnya. Prof Johan Neyts mengatakan ini mungkin karena virus lebih baik menginfeksi manusia daripada hamster, atau lebih mungkin menginfeksi saluran pernapasan bagian atas, atau memicu penyakit yang tidak terlalu parah.

Pra-cetak lebih lanjut, yang diserahkan ke Nature pekan lalu oleh para peneliti di AS, juga menemukan bahwa tikus dengan Omicron kehilangan berat badan lebih sedikit dan memiliki viral load yang lebih rendah. Para peneliti di Pusat Penelitian Virus Universitas Glasgow telah menemukan bukti bahwa Omikron telah mengubah cara masuk ke dalam tubuh. Omikron kemungkinan besar akan menghindari kekebalan orang-orang yang telah mendapat dua dosis vaksin, tetapi dosis penguat memberikan pemulihan sebagian kekebalan.

Penelitian di Hong Kong juga menunjukkan hasil serupa bahwa lebih sedikit infeksi Omikron menyerang paru-paru. Omicron memang mampu lolos dari kekebalan vaksin, namun kurang bisa memasuki sel paru-paru.

Peningkatan kasus

Beberapa negara terus melaporkan peningkatan kasus covid-19. India melaporkan dalam 24 jam terakhir angka kasus infeksi virus corona mereka bertambah 27.553. Pada Ahad (2/1) Kementerian Kesehatan India mengatakan kasus positif varian Omicron terus meningkat.

Kementerian Kesehatan India juga melaporkan kasus kematian terkait Covid-19 bertambah 284. Sejak awal pandemi India telah mencatat 34,88 juta kasus infeksi virus corona.

Sementara itu Jumat (31/12) lalu perusahaan obat-obatan Serum Institute Of India mengajukan permohonan persetujuan penuh untuk vaksin Covid-19 Covished ke regulator obat-obatan dan Kementerian kesehatan India. Serum Institute memproduksi vaksin AstraZeneca dengan merek dagang Covishield.

Perusahaan itu telah menyalurkan 1,25 miliar dosis vaksin ke seluruh India. di media sosial Twitter, CEO Serum Institute Adar Poonawalla mengatakan saat ini pemerintah India memiliki cukup data untuk memberikan otoritas pasar penuh.

Pada awal tahun lalu Serum Institute mendapatkan izin untuk memproduksi dan menyalurkan vaksin Covid-19 dengan persetujuan darurat. Vaksinasi India didominasi Covishield dan Covaxin dari Bharat Biotech.

sumber: republika.co.id
Ridwan Kamil Izinkan Masyarakat Nobar Piala AFF
29 December 2021
Ridwan Kamil Izinkan Masyarakat Nobar Piala AFF
foto: Timnas AFF (rmol)


itoday - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil memperbolehkan warganya yang akan menggelar kegiatan nonton bareng (Nobar) final Piala AFF yang berlangsung hari ini, Rabu (29/12).

Dengan catatan, warga yang akan menggelar nobar harus bisa menerapkan protokol kesehatan (prokes).

"Nobar itu boleh asal jaga jarak, itu saja. Kan sekarang itu segala boleh, nontonnya pakai masker, jaga jarak enggak berdempetan," ucap Emil, sapaan akrabnya diberitakan Kantor Berita RMOLJabar.

Kang Emil memastikan, pihaknya tidak akan membatasi dan mengganggu kesenangan masyarakat selama kegiatan tersebut mematuhi prokes.

"Kita tidak akan mengganggu kesenangan masyarakat selama prokes dilaksanakan," ungkapnya.

Pertandingan tim nasional (Timnas) Indonesia yang akan menghadapi Timnas Thailand dalam leg pertama final Piala AFF digelar di Stadion Nasional, Singapura. Sementara leg kedua digelar pada Sabtu, 1 Januari 2022.

"Kita doakan kita (Indonesia) juara, jangan juara dua terus," tutupnya.

sumber: rmol.id
Kasus Omicron Naik MPR Saran Tutup Sementara Akses Masuk RI dari Seluruh Negara
28 December 2021
Kasus Omicron Naik, MPR Saran Tutup Sementara Akses Masuk RI dari Seluruh Negara
foto: Bandara Soetta (merdeka)


itoday - Kasus konfirmasi positif Covid-19 varian Omicron bertambah menjadi 46 kasus. Pemerintah diminta segera mengantisipasi melonjaknya kasus Covid-19 akibat varian Omicron ini dengan mempersiapkan rumah sakit dan tenaga kesehatan.

"Meminta pemerintah mengantisipasi semakin meningkatnya jumlah kasus varian omicron di Indonesia, dengan mempersiapkan rumah sakit-rumah sakit maupun tenaga kesehatan yang memadai," ujar Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) dikutip dari keterangannya, Selasa (28/12).

Bamsoet juga meminta pemerintah mempertimbangkan menutup akses masuk ke Indonesia dari seluruh negara agar penyebaran varian Omicron tidak meluas.

"Meminta pemerintah mengkaji dan dapat mempertimbangkan untuk menutup sementara akses masuk ke Indonesia dari seluruh negara, guna mencegah penyebaran varian omicron makin meluas di tanah air," katanya.

Pemerintah sebaiknya menjelaskan kepada masyarakat perbedaan hasil tes Covid-19 varian Omicron dengan varian lain. Serta potensi penularannya agar masyarakat dapat melakukan upaya pencegahan.

Selain itu, pemerintah diminta memperkuat tracing erat pelaku perjalanan internasional. Hal ini penting untuk menekan meluasnya varian omicron di tanah air.

"Meminta pemerintah memperkuat tracing, terutama tracing yang terkait erat dengan pelaku perjalanan internasional, dikarenakan penguatan tracing merupakan salah satu upaya penting yang harus dilakukan oleh pemerintah guna menekan meluasnya penyebaran virus corona, khususnya varian omicron ini," kata Bamsoet.

Kasus Omicron di RI
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, menyebutkan, ada tambahan 27 kasus Omicron dari sampel pelaku perjalanan internasional.

Nadia menjelaskan, temuan berasal dari hasil pemeriksaan whole genome sequencing (WGS) oleh Badan Litbangkes yang keluar pada tanggal 25 Desember 2021.

Sebanyak 26 Kasus merupakan imported case. Di antaranya, 25 WNI yang baru pulang dari Malaysia, Kenya, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Mesir, Malawi, Spanyol, Inggris, Turki, dan 1 orang WNA Asal Nigeria.

Sementara satu kasus positif merupakan Tenaga Kesehatan di RSDC Wisma Atlet.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan spesimen oleh Badan Litbangkes, kami kembali mengidentifikasi adanya tambahan kasus Omicron sebanyak 27 orang," kata Nadia dalam keterangan tertulis yang diterima merdeka.com, Minggu (26/12).

Mayoritas pasien sedang menjalani karantina di Wisma Atlet. Namun terdapat pasien menjalani isolasi di RSPI Sulianti Saroso.

"Dengan tambahan kasus ini, total kasus terkonfirmasi Omicron di Indonesia sudah 46 kasus sejak pertama kali dilaporkan pada 16 Desember lalu," imbuhnya.

sumber: merdeka.com

Terpopuler