Facebook
Twitter
Instagram
Logo Header  Footer
021-4567890mail@mailcontoh.com
Logo Header  Footer

Terbaru

Epidemiolog Ingatkan Bahwa Tidak Setiap Area Outdoor Aman Untuk Lepas Masker
17 May 2022
Epidemiolog Ingatkan Bahwa Tidak Setiap Area Outdoor Aman Untuk Lepas Masker
foto: Joko Widodo (antara)


itoday - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengizinkan masyarakat untuk lepas masker di area terbuka atau outdoor dan tidak padat orang. Aturan itu ditetapkan seiring dengan wabah Covid-19 yang dinilai telah menurun.

Namun, masyarakat diingatkan bahwa tidak setiap area outdoor aman untuk membuka masker. Apalagi saat ini masih beredar virus corona subvarian omicron yang lebih cepat menular.

"Kalaupun outdoor itu tidak menjamin aman, karena harus disertai sirkulasi udara di tempat itu bagus," kata Epidemiolog Universitas Griffith Australia dr. Dicky Budiman dihubungi suara.com, Selasa (17/5/2022).

Ia mengatakan, apabila tubuh merasakan adanya embusan angin, bisa dipastikan kalau sirkulasi udara di area terbuka itu sudah relatif aman. Terlebih apabila area outdoor padat orang, ia tidak merekomendasikan masyarakat lepas masker karena dipastikan sirkulasi udara tidak baik.

Menurutnya, pemerintah juga perlu membuat acuan kriteria boleh melepas masker. Bukan hanya kondisi kesehatan, tapi juga status vaksinasi dan karakter area terbuka.

"Karena ada juga outdoor atau bahkan indoor di mana orang-orang sudah divaksinasi penuh, itu bisa (lepas masker). Artinya harus disampaikan pada publik, sehingga pemerintah memiliki acuan. Harus memberikan informasi yang memadai kepada publik. Sehingga publik bisa menilai sendiri dalam situasi yang aman atau tidak untuk melepas masker," tuturnya.

Bagaimanapun juga, memakai masker jadi perubahan sikap paling mudah, murah, dan efektif dalam mencegah penularan penyakit yang ditularkan melalui udara seperti Covid-19, lanjut dr. Dicky.

Sehingga, dalam pelonggaran aturan tersebut, masyarakat diingatkan harus berhati-hati. Juga jangan terlalu percaya diri berlebihan hingga membuat abai dan lalai yang bisa memicu kenaikan kasus positif.

"Walaupun sudah hooster, kan masih bisa terinfeksi, walaupun tidak bergejala dan tidak parah. Tapi, bila terinfeksi tanpa disadari karena tidak melakukan tes, kemudian membawa infeksi virus kepada orang dekat dan menyebabkan hal fatal, itu bisa saja terjadi," pungkasnya.

sumber: suara.com
Epidemiolog Dorong PPKM Tak Diberlakukan Lagi Tidak Relevan dengan Kondisi Sekarang
16 May 2022
Epidemiolog Dorong PPKM Tak Diberlakukan Lagi, Tidak Relevan dengan Kondisi Sekarang
foto: ilustrasi (detik)


itoday - Epidemiolog Pandu Riono mendorong kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat sudah tidak perlu lagi diterapkan di Indonesia -- tetapi tetap mematuhi protokol kesehatan -- supaya pemerintah bisa fokus memulihkan ekonomi.

Pandu menilai PPKM sudah "tidak relevan lagi dengan kondisi sekarang."

Masyarakat Indonesia disebut Pandu sudah memiliki imunitas yang kuat secara alamiah maupun karena tingkat vaksinasi secara nasional yang sudah tinggi.

"Apakah yang dikhawatirkan orang akan terjadi peningkatan kasus setelah lebaran, yang kita yakinkan tidak terjadi, tidak seperti tahun yang lalu ketika terjadi lonjakan delta, ternyata sampai sekarang tidak terjadi," kata dia.

Apalagi, berdasarkan data, perkembangan pandemi melandai terus setelah masa libur lebaran selesai: angka positivity rate masih stabil di bawah satu persen.

"Tetap di bawah satu persen, artinya tidak ada lonjakan yang cukup berarti dalam minggu ke depan, masyarakat sudah merasakan dan tidak termakan gerakan anti vaksin," kata Pandu.

Informasi satgas

Satuan Tugas Penanganan Covid-19, kemarin, melaporkan kasus positif Covid-19 di Indonesia kembali bertambah 257 orang. Lima orang dilaporkan meninggal dunia. Tetapi, 293 orang sembuh.

Kasus aktif atau orang yang masih dirawat turun 41 menjadi 4.784 orang, dengan jumlah suspek mencapai 2.386 orang.

Angka tersebut didapatkan dari hasil pemeriksaan 100.901 spesimen dari 75.075 orang yang diperiksa, positivity rate hari ini mencapai 0,34 persen, sudah di bawah standar aman WHO yakni 5 persen.

sumber: suara.com
Hepatitis Akut Menyerang Dunia Pemerintah Didesak Buat Protokol Demi Cegah Korban Jiwa
10 May 2022
Hepatitis Akut Menyerang Dunia, Pemerintah Didesak Buat Protokol Demi Cegah Korban Jiwa
foto: ilustrasi (suara)


itoday - Pemerintah Indonesia diminta segera membuat protokol penanganan pasien di tengah penyebaran hepatitis akut yang sudah masuk ke Indonesia. Hal ini diungkapkan oleh Wakil Ketua Komisi IX DPR Charles Honoris.

Melansir Wartaekonomi.co.id -- jaringan Suara.com, Charles menjelaskan protokol tersebut harus dibuat demi mencegah terjadinya korban jiwa akibat hepatitis akut misterius.

"Ini untuk menghindari jatuhnya korban jiwa akibat hepatitis akut misterius," pinta Charles dalam keterangannya dikutip Wartaekonomi -- jaringan Suara.com, Selasa (10/4/2022).

Selain itu, DPR juga berharap Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mulai mewaspadai potensi munculnya kasus-kasus baru di berbagai wilayah Indonesia. Selain itu, Kemenkes juga diminta berkomunikasi dengan Badan Kesehatan Dunia atau WHO.

"Kami mendorong Kemenkes membuka komunikasi dengan otoritas kesehatan internasional atau WHO agar Pemerintah mendapatkan informasi yang cepat dan akurat terkait protokol penanganan pasien," tegasnya.

Charles mengatakan, pemerintah juga harus menerapkan unsur kehati-hatian. Apalagi, angka kematian hepatitis akut pada anak-anak sudah meningkat di berbagai negara.

Semakin mengkhawatirkan, hepatitis akut juga masih dianggap misterius karena belum diketahui penyebab hingga metode penularannya.

"Baik dari sisi metode penularan, masa inkubasi dan tingkat kematian," kata Charles.

Terakhir, DPR berharap pemerintah juga selalu melakukan pola komunikasi yang baik kepada masyarakat. Hal ini dilakukan demi menghindari kepanikan dan penyebaran disinformasi.

"Saya berharap tidak ada isu hoaks hepatitis akut pada anak yang bermunculan sehingga mengakibatkan informasi yang salah di tengah masyarakat. Seperti pada kasus vaksinisasi COVID -19," pungkasnya.

Sebelumnya, hal serupa juga telah diungkapkan oleh Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani. Ia meminta pemerintah mengantisipasi beredarnya informasi hoaks mengenai penyakit hepatitis akut.

Salah satunya mengenai kabar hepatitis akut berhubungan dengan vaksinasi Covid-19. Menurutnya, dengan memberikan informasi yang jelas mengenai penyakit ini, masyarakat tidak panik dengan meningkatan kewaspadaan.

"Penting untuk menginformasikan peta penyebaran kasus, upaya yang dilakukan pemerintah dan kesiapan sistem kesehatan dalam melakukan antisipasi lonjakan kasus agar rakyat dapat berpartisipasi aktif melakukan pencegahan," jelas Netty. 

Selain itu, Netty juga mengingatkan pemerintah agar mulai menyiapkan fasilitas dan tenaga kesehatan. Langkah ini dilakukan agar penyakit hepatitis akut misterius dapat ditangani dengan baik jika sampai ada lonjakan kasus. 

 Sebagai informasi, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan Kejadian Luar Biasa (KLB) terkait adanya 228 kasus hepatitis yang terjadi di 20 negara pada 1 Mei 2022.

Hingga saat ini, WHO dan banyak negara masih melakukan investigasi terhadap penyebab dan perkembangan penyakit hepatitis misterius tersebut.

sumber: suara.com
Ahli Wabah Hepatitis Akut Mungkin Dipicu Anjing atau Parasetamol
09 May 2022
Ahli: Wabah Hepatitis Akut Mungkin Dipicu Anjing atau Parasetamol
foto: ilustrasi (republika)


itoday - Awal pekan ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat, setidaknya ada 230 kasus hepatitis misterius pada anak yang ditemukan di berbagai belahan dunia. Para ahli mensinyalir, hewan peliharaan anjing atau penggunaan parasetamol bisa jadi turut berperan dalam memicu hepatitis yang belum diketahui penyebabnya ini.

Kaitan antara wabah hepatitis akut dengan anjing dan parasetamol ini diungkapkan UK Health Security Agency (UKHSA). Menurut data UKHSA, 64 dari 92 anak yang terkena hepatitis akut berasal dari keluarga yang memiliki hewan peliharaan anjing atau pernah berkontak dengan anjing.

Tim medis saat ini sedang menginvestigasi hubungan antara hepatitis akut dan anjing. Namun, para ahli juga menyoroti kemungkinan banyaknya pasien hepatitis akut yang berkontak dengan dengan anjing disebabkan tingginya tingkat kepemilikan anjing sebagai hewan peliharaan di Inggris.

Data juga menemukan, tiga perempat anak dengan hepatitis akut menggunakan parasetamol. Hanya sedikit pasien hepatitis akut yang menggunakan ibuprofen dan tak ada satupun menggunakan aspirin. Namun, tim ahli menilai prevalensi penggunaan parasetamol konsisten dengan panduan manajemen penyakit akut pada anak.

Secara umum, hepatitis merupakan peradangan pada hati dan biasanya disebabkan oleh virus hepatitis A, B, C, D, dan E. Wabah yang terjadi saat ini dijuluki sebagai hepatitis misterius karena penyebab pastinya masih belum diketahui. Tak ada satupun anak yang mengalami hepatitis misterius positif terinfeksi virus hepatitis atau memiliki gangguan imun.

Menurut para ahli, kemungkinan anak untuk terkena hepatitis akut yang misterius ini sangat rendah. Meski begitu, tak ada salahnya bila orang tua mengetahui tanda dan gejala hepatitis pada anak yang patut diwaspadai.

Sebagian dari gejala hepatitis adalah sakit kuning atau area putih mata dan kulit menjadi kekuningan, urine berwarna gelap, feses berwarna pucat atau abu-abu, dan kulit gatal. Beberapa gejala lainnya adalah nyeri otot dan sendi, demam tinggi, merasa mual, merasa lelah sepanjang waktu, kehilangan nafsu makan, dan nyeri perut.

"Hubungi dokter Anda bila memiliki kekhawatiran," jelas Director of Clinical and Emerging Infections UKHSA Dr Meera Chand, seperti dilansir The Sun, Senin (9/5/2022).

Investigasi yang sedang berlangsung saat ini menemukan adanya hubungan antara wabah hepatitis akut dengan adenovirus. Tim ahli juga sedang menginvestigasi kontributor lain, seperti riwayat infeksi SARS-CoV-2.

Berdasarkan penelitian, adenovirus banyak terdeteksi pada sampel. Akan tetapi, hepatitis yang disebabkan oleh infeksi adenovirus sebenarnya bukan hal yang umum, terlebih pada anak yang sebelumnya memiliki kondisi sehat.

Apa itu adenovirus?

Adenovirus merupakan virus yang biasanya menyebar lewat kontak dekat atau paparan droplet. Sejauh ini, ada lebih dari 50 jenis adenovirus yang diketahui.

Sebagian besar infeksi adenovirus menyebabkan pilek. Namun, studi awal menemukan, anak-anak yang terkena hepatitis akut juga pernah terinfeksi adenovirus tipe 41.

Infeksi adenovirus tipe 41 diketahui dapat menyebabkan gejala mual, muntah, nyeri perut, dan diare. Anak-anak tersebut mengalami gejala-gejala ini sebelum kemudian menunjukkan tanda hepatitis, seperti sakit kuning.

Sebenarnya, infeksi adenovirus sangat jarang menyebabkan sakit berat. Namun, pada orang berisiko, seperti memiliki sistem imun lemah atau penyakit jantung, infeksi adenovirus bisa mendorong gejala lebih berat. Hepatitis merupakan efek samping yang sangat jarang dari infeksi adenovirus.

sumber: republika.co.id
Riset ECOTON Temukan Udara di Jatim Terpapar Mikroplastik
03 May 2022
Riset ECOTON Temukan Udara di Jatim Terpapar Mikroplastik
foto: ilustrasi (republika)


itoday - Organisasi ECOTON pada Juli hingga September 2021 telah melakukan riset mengenai kandungan mikroplastik di udara wilayah Jawa Timur (Jatim). Riset ini terutama dilaksanakan di lima kabupaten/kota seperti Surabaya, Gresik, Mojokerto, Sidoarjo, dan Jombang.

Direktur ECOTON Progo Arisandi mengatakan, banyaknya sampah plastik memberikan tekanan pada kesehatan lingkungan. Hal ini terutama bisa menghadirkan remahan plastik yang dinamakan mikroplastik. "Mikroplastik merupakan partikel plastik yang berukuran 100 nanometer (nm) sampai dengan 5 milimeter (mm)," kata Prigi kepada Republika.co.id, beberapa waktu lalu.

Menurut Prigi, kontaminasi mikroplastik telah menjadi tantangan global termasuk di Indonesia. Situasi ini bisa terjadi sebagai akibat dari pengelolaan sampah plastik yang tidak tepat. Kemudian juga karena adanya peningkatan jumlah sampah plastik yang terus meningkat.

Di samping itu, manusia juga berpotensi menelan lima gram mikroplastik setiap pekannya. Salah satu jalur masuk mikroplastik ke tubuh manusia adalah melalui udara.

Prigi menjelaskan, daur hidup (lifecycle) mikroplastik di udara biasanya berasal dari sumber-sumbernya akan masuk dan terus tetap dalam siklus hidrologi. Bahkan, ini bisa memindahkan mikroplastik melalui awan sehingga diturunkan lewat hujan ke wilayah yang belum terjamah oleh aktivitas manusia sekalipun. "Seperti pada studi terkini menemukan keberadaan mikroplastik pada wilayah antartika sebanyak 22 partikel/L," jelasnya.

Adapun mengenai studi ECOTON di Surabaya, Prigi dan tim menemukan rata-rata kandungan mikroplastik di daerah tersebut sebanyak 13.86 partikel per 2 jam. Kemudian di Gresik 26.21 partikel per 2 jam dan Mojokerto 11.45 partikel per 2 jam. Lalu untuk rata-rata kandungan mikroplastik di Sidoarjo sebesar 218 partikel per 2 jam dan Jombang 16 partikel per 2 jam.

Berdasarkan hasil riset, sumber pencemaran mikroplastik yang diidentifikasi berasal dari pengelolaan sampah plastik yang salah seperti dibakar di incenerator, tungku terbuka hingga di lahan terbuka. Selain itu, asap dari industri terutama industri daur ulang plastik turut andil memperparah banyaknya mikroplastik di udara. Selain itu, baju yang berbahan serat sintetis juga menjadi penyumbang mikroplastik bahkan di tempat umum sekalipun.

Adapun rata-rata mikroplastik yang terkandung di tempat publik sebanyak 14.04 partikel per 2 jam dan incenerator 10.5 partikel per 2 jam. Selanjutnya, di industri sekitar 225.33 partikel per 2 jam, tungku terbuka 12.5 partikel per 2 jam dan pembakaran terbuka 30 partikel per 2 jam.

Menurut Prigi, terdapat tiga jenis mikroplastik yang didapatkan dari hasil penelitian, yakni 76 persen fiber, 17 persen filamen, dan 7 persen fragmen. Fiber merupakan jenis paling dominan yang biasanya berasal dari serat baju. Bisa juga berasal dari pembakaran sampah medis seperti masker. Kemudian dapat pula dari pembakaran sampah kain, popok, dan pembalut.

Dengan adanya kondisi tersebut, maka mikroplastik yang tersebar di udara dapat terhirup dan masuk ke sistem pernafasan. "Seperti yang telah dilaporkan baru–baru ini, dimana mikroplastik teridentifikasi di 11 paru-paru manusia sebanyak 39 partikel," ucapnya.

Selain mikroplastik, zat-zat yang terkandung didalamnya akan terlepas ke lingkungan. Kemudian juga dapat berpotensi berpindah ke tubuh manusia juga dan berefek ke kesehatan.

Adapun zat-zat yang berbahaya untuk kesehatan manusia antara lain BPA dan Phthalate. Zat ini berpotensi memicu kanker payudara, pubertas dini, diabetes, obesitas dan gangguan autisme. Kemudian senyawa pengganggu hormon yang bisa memicu gangguan kehamilan, gangguan tiroid, berat lahir kurang, asma, dan kanker prostat.

Selanjutnya, terdapat senyawa penghambat nyala memicu penurunan IQ, gangguan hormon dan penurunan kesuburan. Lalu senyawa perflourinasi mampu memicu kanker ginjal dan testis, menaikkan kolesterol, penurunan respon imun pada anak.

Untuk mengurangi adanya kontaminasi mikroplastik di udara, ECOTON mendesak pemerintah agar menerapkan kebijakan pengurangan penggunaaan plastik sekali pakai di wilayahnya. Kemudian pemerintah harus mengawasi industri pencemar mikroplastik dan tidak memperbanyak false solution technology seperti tungku terbuka di TPS. Pemerintah seharusnya lebih banyak untuk bisa membangun TPS3R dan tidak menggunakan incinerator.

Untuk industri, mereka diminta mengurangi produksi berbahan plastik. Lalu menggunakan filter membran pada corong asap untuk mengurangi kontaminasi partikel mikroplastik di udara.

Selanjutnya, masyarakat didorong mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Lalu lebih bijak memilih bahan yang ramah lingkungan seperti baju yang tidak berbahan serat sintetis. "Dan tidak membakar sampah plastik," tegas dia.

sumber: republika.co.id
Hari Raya Idul Fitri 1443H Senin 2 Mei 2022 Kasus Positif Covid19 Bertambah 168 Orang
02 May 2022
Hari Raya Idul Fitri 1443H Senin 2 Mei 2022, Kasus Positif Covid-19 Bertambah 168 Orang
foto: ilustrasi (ist)


itoday - Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mengumumkan kasus positif corona di Indonesia kembali bertambah sebanyak 168 orang pada Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah, Senin (2/5/2022), sehingga total kasus mencapai 6.043.246 orang.

Hari ini juga ada tambahan 14 orang yang meninggal sehingga total menjadi 156.040 jiwa meninggal dunia.

Kemudian, ada tambahan 371 orang yang sembuh sehingga total menjadi 5.883.664 orang lainnya dinyatakan sembuh.

Sementara kasus aktif atau orang yang masih dirawat turun 217 menjadi 7.257 orang, dengan jumlah suspek mencapai 734 orang.

Angka tersebut didapatkan dari hasil pemeriksaan 45.958 spesimen dari 35.834 orang yang diperiksa hari ini, positivity rate hari ini mencapai 0,47 persen, di bawah standar aman WHO yakni 5 persen.

Total spesimen yang sudah diperiksa sejak kasus pertama covid-19 hingga hari ini adalah 95.693.154 spesimen dari 63.098.015 orang.

Tercatat sudah 34 provinsi dan 514 kabupaten/kota yang terinfeksi virus COVID-19.

Data kemarin, positif 6.047.040 orang, 7.474 orang kasus aktif, 5.883.293 orang sembuh, dan meninggal 156.287 jiwa.

sumber: suara.com

Terpopuler