Facebook
Twitter
Instagram
Logo Header  Footer
021-4567890mail@mailcontoh.com
Logo Header  Footer

Terbaru

Kopi Starbucks Impor Disita BPOM Ini Kata Nestl
28 December 2022
Kopi Starbucks Impor Disita BPOM, Ini Kata Nestlé
foto: ilustrasi (republika)


itoday - PT Nestle telah buka suara sehubungan dengan penyitaan produk kopi sachet Starbucks yang tidak memiliki izin edar di kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI). Menurut Direktur Corporate Affairs PT Nestle Indonesia, Sufintri Rahayu, produk kopi yang disita tersebut tidak diimpor oleh PT Nestlé Indonesia maupun PT Sari Coffee Indonesia.

"Kami juga ingin menegaskan bahwa semua produk yang dipasarkan di Indonesia oleh PT Nestlé Indonesia dan PT Sari Coffee Indonesia merupakan produk yang memiliki izin distribusi dan telah disetujui oleh BPOM RI," kata Sufintri dalam pernyataan pers, Rabu (28/12/2022).

Sufintri juga mengatakan, PT Nestle Indonesia dan PT Sari Coffee Indonesia berkomitmen untuk menjadikan kualitas, keamanan dan integritas produk. Sebelumnya, produk kopi sachet Starbucks varian Toffee Nut Latte, Cappuccino, White Mocha, Caramel Latte, Caffe Latte, dan Vanilla Latte dengan ukuran masing-masing 23 gram disita oleh BPOM. Sebagian besar produk Starbucks tersebut berasal dari Turki.

Deputi Badan Pengawasan Pangan Olahan Rita Endang mengatakan, mayoritas produk terebut merupakan impor yang ditemukan di retail. Rinciannya 55 persen produk kedaluwarsa, dan 36 persen tanpa izin edar, sisanya rusak.

sumber: republika.co.id
4 Bahan Berbahaya di Dalam Mie Instan Selain Etilen Oksida Bisa Tingkatkan Risiko Kanker
12 October 2022
4 Bahan Berbahaya di Dalam Mie Instan Selain Etilen Oksida, Bisa Tingkatkan Risiko Kanker
foto: ilustrasi (suara)


itoday - Penarikan mie instan Sedaap di banyak tempat di Malaysia menjadi perhatian publik. Pasalnya, pemerintah Malaysia menyoroti adanya kandungan etilen oksida yang merupakan senyawa karsinogen dan diduga menjadi senyawa pemicu kanker.

Penarikan produk ini juga dilakukan oleh 2 negara lainnya, yaitu Singapura dan Hongkong yang menarik Mie Sedaap varian Korean Spicy dari peredaran.

Untuk itu, kita sebagai konsumen wajib untuk mewaspadai dan menilik lebih dalam soal kandungan yang terdapat dalam mie instan yang sering kita jumpai di pasaran. Lalu, apa saja bahan bahan yang berbahaya di dalam mie instan? Simak selengkapnya.

1. MSG (Mono Sodium Glutamat)

Penggunaan MSG di dalam makanan memang sering kita temui di banyak proses pengolahan makanan. Zat yang memberikan rasa "gurih" di dalam mie instan ini ternyata menyimpan banyak bahaya jika dikonsumsi terus menerus.

Menyadur dari Medical Journal of Lampung University, ada beberapa bahaya yang dapat ditimbulkan oleh MSG, seperti gangguan jantung, neurologis, pernafasan, saluran cerna, otot, saluran genital dan kemih, kulit, dan penglihatan, gejala yang ditimbulkan tersebut disebut sebagai MSG kompleks sindrom.

2. Pengawet jenis TBHQ (tertiary-butyl hydroquinon)

Bahan lain yang sering kita jumpai di dalam mie instan adalah bahan pengawet minyak dan bumbu, yaitu jenis TBHQ (tertiary-butyl hydroquinon). Pengawet jenis ini berfungsi untuk mencegah adanya oksidasi yang timbul karena penyimpanan minyak mie instan, sehingga dapat bertahan lama di pasaran hingga nanti dikonsumsi.

Lagi-lagi, kita wajib mewaspadai konsumsi bahan jenis ini, karena menurut sehatq.com, bahan TBHQ ini dapat meningkatkan resiko kanker dan pemicu tumor, bahkan antioksidan ini dapat menyebabkan banyak gangguan pada penglihatan.

3. Kandungan natrium/sodium yang tinggi

Rasa gurih dan nikmat dari mie instan juga dipengaruhi oleh kandungan natrium dan sodium yang cukup tinggi, yaitu sekitar 800 mg perbungkus, padahal kebutuhan natrium perhari untuk manusia dewasa hanya berkisar 2.100-2.400 mg.

Kandungan natrium yang tinggi ini dapat menyebabkan peningkatan volume darah, sehingga memerlukan ruang lebih luas dalam pembuluh darah. Tekanan terhadap pembuluh darah menyebabkan tekanan darah meningkat.

4. Kandungan nipagin

Kandungan lainnya yang sering digunakan di dalam mie instan adalah kandungan nipagin. Penggunaan nipagin sendiri di Indonesia telah diatur dalam Permenkes RI Nomor 722/Menkes/Per/IX/88 tentang bahan tambahan makanan yang mengizinkan penggunaan nipagin dalam kecap dengan batas maksimum 250 mg/kg. Namun, konsumsi nipagin yang berlebihan dapat menimbulkan reaksi alergi pada mulut dan kulit.

sumber: suara.com
Mie Sedaap Rasa Korean Spicy Chicken Ditarik dari Peredaran di Hong Kong Wings Group Beri Penjelasan
28 September 2022
Mie Sedaap Rasa Korean Spicy Chicken Ditarik dari Peredaran di Hong Kong, Wings Group Beri Penjelasan
foto: ilustrasi (suara)


itoday - Produk makanan asal Indonesia, baru-baru ini ditarik peredarannya dari pasar di Hong Kong. Berdasarkan rilis yang dibuat Centre for Food Safety (CFS) Hong Kong, produk Mie Sedaap Rasa Korean Spicy Chicken memiliki kandungan pestisida etilen oksida di dalamnya.

Menanggapi hal tersebut, pihak WINGS Group Indonesia membuat pernyataan resmi terkait kabar ini. Corporate Communications & CSR WINGS Group Indonesia, Sheila Kansil mengatakan, produknya tersebut telah memenuhi sertifikasi sesuai dengan regulasi pangan yang berlaku.

Dalam rilis yang diterima Suara.com dari WINGS Group Indonesia (28/9/2022), produk Mie Sedaap Rasa Korean Spicy Chicken, telah memenuhi regulasi pangan yang berlaku di antaranya:

- Izin Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia
- Sertifikasi Halal (MUI)
- Sertifikasi ISO 22000 mengenai Standar Internasional Manajemen Keamanan Pangan
- Sertifikasi ISO 9001 mengenai Standar Internasional Sistem Manajemen Mutu

Selain itu, produk yang dibuat juga telah memenuhi standar wajib ekspor, mulai dari kandungan, pengemasan, hingga pelabelan. Sheila Kansil juga menegaskan, tidak adanya penggunaan pestisida etilen oksida dalam produknya dan aman sesuai standar BPOM.

Terkait pestisida etilen oksida, sebelumnya CFS menyebutkan menemukan kandungan tersebut dalam produk mi asal Indonesia ini. Penemuan etilen oksida ini ditemukan setelah melalui pengujian terlebih dahulu dari sampel yang diambil.

"CFS mengambil sampel dari supermarket di Lok Fu sebagai bagian dari pengujian rutin. Hasil tes menunjukkan adanya kandungan pestisida etilen oksida pada mie, kemasan bumbu dan kemasan cabai.," tulis CFS dalam keterangan resminya tertanggal Selasa (27/9/2022).

Hal tersebut yang membuat produk mi asal Indonesia ini ditarik dari pasaran dan dilarang dijual. Masyarakat juga tidak diizinkan mengonsumsinya karena dinilai mengandung bahan berbahaya.

“CFS sudah menginformasikan pada penjual untuk menyetop penjualan dan menarik produk dari pasar,” sambung CFS dalam keterangannya.

Etilen oksida memang tidak cocok untuk dikonsumsi. Biasanya, bahan satu ini digunakan pada pelarut, antibeku, perekat, hingga deterjen dan tekstil. Jika bahan ini dikonsumsi akan memberikan dampak negatif yang kurang baik.

Sementara itu, Guru besar Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) prof. Dr. Zullies Ikawati, Apt., menjelaskan bahwa etilen oksida sebenarnya sudah umum digunakan sebagai bahan pengawet makanan. Selain itu, senyawa kimia itu juga sering dimanfaatkan untuk membersihkan alat medis di rumah sakit.

"Sering digunakan sebagai sterilisasi, karena sifatnya untuk membunuh bakteri. Biasanya juga digunakan untuk pengawet makanan, karena makanan itu kan supaya awet, nggak mengandung bakteri dan jamur, makanya dikasih itu," jelasnya dihubungi suara.com, Rabu (28/9/2022).

sumber: suara.com
Produkproduk Halal Indonesia Dipamerkan di Malaysia
08 September 2022
Produk-produk Halal Indonesia Dipamerkan di Malaysia
foto: ilustrasi (republika)


itoday - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Malaysia membantu mempromosikan produk-produk halal dari Indonesia dalam pameran Malaysia International Halal Showcase (MIHAS) 2022, yang digelar pada 7-10 September. Hal itu agar bisa lebih menjangkau pasar internasional lebih luas.

"Makanan minuman, kemudian juga ada fashion halal, kosmetik, dan beberapa produk lainnya yang berkaitan dengan halal," kata Atase Perdagangan KBRI Malaysia Deden Muhammad Fajar Siddiq, dalam acara MIHAS 2022 di Kuala Lumpur, Rabu (7/9/2022).

Deden mengatakan saat ini produk halal tidak hanya berkaitan dengan makanan dan minuman. Tetapi juga banyak barang dan jasa. Oleh karena itu, ada banyak macam produk halal asal Indonesia yang dipromosikan selama MIHAS 2022.

Barang-barang tersebut antara lain adalah pakaian, kosmetik, sandal, kaos kaki, sarung, ikan tuna, keripik, bumbu dapur, sate, ayam taliwang, gula aren,farmasi, serta wisata halal. Produk yang dipamerkan tersebut sudah dipilih untuk bisa dipasarkan baik di Malaysia atau di negara lain. Sehingga ia yakin bahwa produk-produk Indonesia memiliki kualitas yang tidak kalah bersaing dengan negara lain.

Melalui pameran tersebut, Deden berharap pengekspor Indonesia bisa membangun jaringan, menemukan calon pembeli, dan mencapai transaksi. "Jadi target pameran tentu untuk membangun jaringan. Kedua, tindak lanjutnya output-nya adalah terjadi transaksi perdagangan," kata dia.

Selain pasar Malaysia, ia berharap produk-produk Indonesia menjangkau pasar yang semakin luas dan berkembang di negara-negara Muslim lainnya, seperti Timur Tengah, Asia Tengah, bekas negara-negara Uni Soviet yang mayoritas berpenduduk Muslim, serta negara-negara lain yang tertarik produk dan jasa halal.

"Di beberapa negara, walaupun non Muslim, tetapi mereka sudah concern terhadap halal," ujarnya.

sumber: republika.co.id
Diduga Sulit Dapat Sertifikat Halal MUI Karena Namanya Sebenarnya Apa Sih Arti dari Mie Gacoan
24 August 2022
Diduga Sulit Dapat Sertifikat Halal MUI Karena Namanya, Sebenarnya Apa Sih Arti dari 'Mie Gacoan'?
foto: ilustrasi (suara)


itoday - Mi telah menjadi menu kuliner yang akrab dengan lidah masyarakat Indonesia. Apalagi bila rasanya pedas.

Perpaduan antara mi dengan rasa pedas itu yang kemudian diusung pada merek lokal - Mie Gacoan, yang diklaim sebagai mi pedas nomor satu di Indonesia.

Sempat viral di media sosial karena rasanya yang disebut enak dan harganya murah, Mie Gacoan juga jadi perbincangan publik lantaran belum mengantongi sertifikat halal dari Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI).

Alasannya, karena tempat makan tersebut mengusung nama restoran serta produknya yang mengarah pada produk haram.

Tertulis pada aturan Sistem Jaminan Halal (SJH) dalam HAS 23000 yang dirilis oleh LPPOM MUI, disebutkan bahwa ada 11 kriteria sebuah merek bisa mendapat jaminan halal.

Pada poin keenam disebutkan bahwa karakteristik produk tidak boleh memiliki kecenderungan produk haram.

“Karakteristik/profil sensori produk tidak boleh memiliki kecenderungan bau atau rasa yang mengarah kepada produk haram. Bentuk produk tidak menggunakan bentuk produk, bentuk kemasan atau label yang menggambarkan sifat erotis, vulgar atau porno,” demikian kutipan isi dalam poin enam SJH MUI.

Aturan tersebut menjadi alasan Mie Gacoan belum menerima sertifikasi halal dari MUI. Pasalnya, penamaan restoran mi dianggap menjurus pada hal-hal tidak etis.

Misalnya, seperti nama restoran “Mie Gacoan" itu sendiri. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata 'gacoan’ memiliki arti ‘taruhan’, yang mana itu dilarang dalam agama.

Selain itu, produk yang dijual juga menggunakan nama-nama seperti mie setan, mie iblis, es genderuwo, es pocong, es tuyul. Nama-nama tersebut cenderung mengarah pada suatu hal yang berhubungan dengan kekufuran.

Terkait penamaan tersebut, ternyata ada perbedaan makna kata terutama pada kata gacoan.

Dikutip dari situs resmi brand tersebut, nama 'Mie Gacoan' diambil dari kata 'Gaco' yang berarti jagoan atau andalan dalam bahasa jawa.

Harganya yang merakyat dibuat untuk menargetkan konsumen yang berasal dari mahasiswa, pelajar, maupun keluarga.

Menu mi pedas yang jadi andalannya diberi nama Mie Setan dan Mie Iblis dengan jenjang level dari 1-8. Perbedaan kedua menu itu, Mie Setan identik dengan rasa pedas asin, sedangkan Mie Iblis mengandung cita rasa pedas manis.

Nama menu lainnya yang juga jadi kontroversi seperti Es Genderuwo yang sebenarnya berupa es buah dengan campuran cincau.

Juga Es Pocong berupa minuman dingin dengan rasa tropikal. Dan Es Sundel Bolong, yakni es susu dengan campuran sirup moka.

sumber: suara.com
Bisa Lebih Praktis Rocca Restaurant Rilis Menu Makan Siang Hurry Slowly Lunch
23 August 2022
Bisa Lebih Praktis, Rocca Restaurant Rilis Menu Makan Siang Hurry Slowly Lunch
foto: ilustrasi (artotel)


itoday - ROCA Restaurant Yogyakarta meluncurkan promo makanan bertajuk "HURRY SLOWLY LUNCH". Menu makanan ini diharapkan mampu meningkatkan mood serta energi untuk menjalani aktivitas sehari-hari.

Menu makanan ini hadir untuk menjadi solusi bagi orang yang tak memiliki waktu dalam menyantap makan siang. Menu yang praktis akan memudahkan orang untuk menyantap makan siang di tengah jadwal yang padat.

Dalam promo kali ini, ROCA menyediakan beberapa menu pilihan yang bisa dipilih sesuai selera dan waktu makan siang pelanggan. Adapun set menu yang mampu membantu jam makan siang menjadi lebih efektif, yaitu menu set Hurry Lunch dengan harga mulai dari Rp49 ribu net.

Ada pula menu set Slowly Lunch yang bisa dinikmati apabila anda memiliki waktu makan siang lebih lama dengan harga mulai Rp99 ribu net. Dalam setiap menu tersebut terdapat 2 pilihan yang bisa dipilih sesuai selera yaitu Eastern Set yang berisi makanan dengan gaya khas Timur dan Wild West Set untuk menu dengan gaya khas Barat.

Promo ini hanya berlaku untuk makan di tempat dari pukul 11.00 WIB hingga 16.00 WIB.

"ARTOTEL Yogyakarta akan terus memberikan promo-promo yang menarik, salah satunya dengan adanya promo makanan menu set Hurry Slowly Lunch ini yang diharapkan akan menjadi salah satu referensi makan siang atau istirahat dari perkerjaan, ditambah dengan harga yang cukup terjangkau, promo ini sangat cocok bagi para pekerja dan para penikmat kuliner," ungkap Tuning Mamiek, General Manager ARTOTEL Yogyakarta.

sumber: suara.com

Terpopuler