Facebook
Twitter
Instagram
Logo Header  Footer
021-4567890mail@mailcontoh.com
Logo Header  Footer

4 Bahan Berbahaya di Dalam Mie Instan Selain Etilen Oksida, Bisa Tingkatkan Risiko Kanker

Kuliner
4 Bahan Berbahaya di Dalam Mie Instan Selain Etilen Oksida, Bisa Tingkatkan Risiko Kanker 1
foto: ilustrasi (suara)


itoday - Penarikan mie instan Sedaap di banyak tempat di Malaysia menjadi perhatian publik. Pasalnya, pemerintah Malaysia menyoroti adanya kandungan etilen oksida yang merupakan senyawa karsinogen dan diduga menjadi senyawa pemicu kanker.

Penarikan produk ini juga dilakukan oleh 2 negara lainnya, yaitu Singapura dan Hongkong yang menarik Mie Sedaap varian Korean Spicy dari peredaran.

Untuk itu, kita sebagai konsumen wajib untuk mewaspadai dan menilik lebih dalam soal kandungan yang terdapat dalam mie instan yang sering kita jumpai di pasaran. Lalu, apa saja bahan bahan yang berbahaya di dalam mie instan? Simak selengkapnya.

1. MSG (Mono Sodium Glutamat)

Penggunaan MSG di dalam makanan memang sering kita temui di banyak proses pengolahan makanan. Zat yang memberikan rasa "gurih" di dalam mie instan ini ternyata menyimpan banyak bahaya jika dikonsumsi terus menerus.

Menyadur dari Medical Journal of Lampung University, ada beberapa bahaya yang dapat ditimbulkan oleh MSG, seperti gangguan jantung, neurologis, pernafasan, saluran cerna, otot, saluran genital dan kemih, kulit, dan penglihatan, gejala yang ditimbulkan tersebut disebut sebagai MSG kompleks sindrom.

2. Pengawet jenis TBHQ (tertiary-butyl hydroquinon)

Bahan lain yang sering kita jumpai di dalam mie instan adalah bahan pengawet minyak dan bumbu, yaitu jenis TBHQ (tertiary-butyl hydroquinon). Pengawet jenis ini berfungsi untuk mencegah adanya oksidasi yang timbul karena penyimpanan minyak mie instan, sehingga dapat bertahan lama di pasaran hingga nanti dikonsumsi.

Lagi-lagi, kita wajib mewaspadai konsumsi bahan jenis ini, karena menurut sehatq.com, bahan TBHQ ini dapat meningkatkan resiko kanker dan pemicu tumor, bahkan antioksidan ini dapat menyebabkan banyak gangguan pada penglihatan.

3. Kandungan natrium/sodium yang tinggi

Rasa gurih dan nikmat dari mie instan juga dipengaruhi oleh kandungan natrium dan sodium yang cukup tinggi, yaitu sekitar 800 mg perbungkus, padahal kebutuhan natrium perhari untuk manusia dewasa hanya berkisar 2.100-2.400 mg.

Kandungan natrium yang tinggi ini dapat menyebabkan peningkatan volume darah, sehingga memerlukan ruang lebih luas dalam pembuluh darah. Tekanan terhadap pembuluh darah menyebabkan tekanan darah meningkat.

4. Kandungan nipagin

Kandungan lainnya yang sering digunakan di dalam mie instan adalah kandungan nipagin. Penggunaan nipagin sendiri di Indonesia telah diatur dalam Permenkes RI Nomor 722/Menkes/Per/IX/88 tentang bahan tambahan makanan yang mengizinkan penggunaan nipagin dalam kecap dengan batas maksimum 250 mg/kg. Namun, konsumsi nipagin yang berlebihan dapat menimbulkan reaksi alergi pada mulut dan kulit.

sumber: suara.com
Kuliner 4 Bahan Berbahaya di Dalam Mie Instan Selain Etilen Oksida, Bisa Tingkatkan Risiko Kanker

Terpopuler