Facebook
Twitter
Instagram
Logo Header  Footer
021-4567890mail@mailcontoh.com
Logo Header  Footer

Sri Mulyani Sajikan Nasi Kuning dan Kue Cucur untuk Delegasi G20 di Washington DC

Kuliner
Sri Mulyani Sajikan Nasi Kuning dan Kue Cucur untuk Delegasi G20 di Washington DC 1
foto: ilustrasi (liputan6)


itoday - Kesempatan menjadi tuan rumah G20 pada 2022 dimanfaatkan Indonesia untuk mengenalkan berbagai hal menarik tentang negeri ini, termasuk soal kuliner. Situasi itu juga dimanfaatkan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

Agenda utama G20 memang baru akan digelar di Bali pada November 2022. Namun, para delegasi G20 lebih dulu bertemu dalam Finance Ministers and Central Bank Governors (FMCBG) G20 di Washington DC , Amerika Serikat (AS) pada 23 April 2022.

Ada cerita menarik dari acara (FMCBG) G20 di Washington DC tersebut. Sri Mulyani menyajikan makanan ikonik Indonesia untuk para delegasi G20.

Dalam akun instagramnya, Sri Mulyani menulis soal hidangan nasi kuning lengkap disajikan dengan urap, ayam, tahu bacem, sambal, bihun, kerupuk, dan ketimun.

"Bayangkan seporsi nasi kuning lengkap, disajikan dengan urap, ayam, tahu bacem, sambel, bihun, kerupuk, dan ketimun….," tulisnya dalam unggahan di akun Instagramnya pada Minggu, 24 April 2022.

"Lalu bayangkan para delegasi negara-negara anggota G20 yang menghadiri acara FMCBG G20 menyantap nasi kuning, sebagian besar baru pertama kali mencoba. Para tamu penasaran dan asyik melahap satu per satu lauk pelengkap nasi kuning yang disajikan…. seru kan..," sambungnya.

Menurut Sri Mulyani, para tamu G20 di Washington DC, Amerika Serikat, penasaran saat hidangan nasi kuning itu disajikan. Mereka ternyata menyukai salah satu makanan khas Indonesia tersebut.

Kabar Menyenangkan

"Selain itu disuguhkan juga jajanan tradisional kue cucur dan nagasari," tulisnya lagi. Sebagai tuan rumah, Sri Mulyani mengaku senang dan bangga bisa menyuguhkan masakan khas Indonesia.

Menurut tradisi, nasi kuning disajikan pada acara syukuran dan peristiwa-peristiwa yang menyenangkan atau kebaikan yang dirayakan agar bisa dinikmati bersama.

"Seperti tradisi hadirnya nasi kuning, semoga G20 memberikan kabar menyenangkan dan kebaikan bagi dunia," harapnya.

Tumpeng nasi kuning memiliki makna dan nilai-nilai luhur yang istimewa. Makna dan filosofi nasi kuning memiliki sejumlah versi.

Secara umum, ada kebaikan-kebaikan serta harapan dan doa yang turut disematkan dalam sajian tumpeng nasi kuning beserta lauk pauknya. Dilansir dari berbagai sumber, simbol-simbol yang menyertai pun tak luput dari harapan-harapan baik yang dimiliki bersama, yaitu:

1. Meningkatkan Kemakmuran dan Kesejahteraan

Kenapa memilih warna kuning? Warna kuning diibaratkan sebagai warna emas. Warna emas sendiri melambangkan kekayaan dan kemakmuran.

Harapannya dengan membuat nasi kuning maka akan lebih banyak kemakmuran, kesejahteraan, dan kekayaan yang bisa didapatkan.

2. Berharap Lebih Banyak Kemuliaan

Tumpeng yang berbentuk kerucut melambangkan gunung. Masyarakat di Pulau Jawa memiliki keyakinan untuk memuliakan gunung lantaran banyak sekali gunung berapi.

Dengan membuat tumpeng diharapkan akan ada lebih banyak kemuliaan yang didapatkan ke depannya. Di samping, menikmati nasi tumpeng bersama juga bisa meningkatkan kebersamaan dan kerukunan.

Bentuk tumpeng yang kerucut juga melambangkan komunikasi. Dalam acara tasyakuran pernikahan misalnya, nasi tumpeng melambangkan pentingnya komunikasi antar-pasangan sekaligus kepada Tuhan.
Menghadirkan nasi tumpeng juga disertai dengan doa agar ke depannya komunikasi bisa selalu berjalan dengan baik dan semua harapan terkabul.

3. Makna Lauk Pauk Tumpeng Nasi Kuning

Tumpeng nasi kuning dilengkapi dengan berbagai macam lauk pauk. Lauk pauk ini pun mengandung banyak simbol penting. Lauk pauk yang paling umum dan sering ditemukan dalam hidangan nasi tumpeng adalah telur rebus dan urap-urap.

Telur rebus utuh yang harus dikupas dulu untuk memakannya. Hal ini bisa melambangkan pentingnya etos kerja dan perlunya perencanaan yang matang atas setiap tindakan yang kita lakukan.

Bahan-bahan yang digunakan dalam sayur urap pun melambangkan sejumlah hal yang penting, seperti kacang panjang yang jadi simbol pemikiran yang jauh ke depan, taoge yang melambangkan proses untuk terus tumbuh, dan sebagainya. Bahkan, cabai merah yang dibuat jadi kelopak bunga pun bukan hanya hiasan semata, tapi juga melambangkan penerangan yang bisa memberi banyak manfaat untuk orang lain.

Lauk ikan teri dalam nasi kuning juga bisa jadi simbol kerukunan dan kebersamaan. Kalau didalami lebih jauh, setiap jenis lauk bisa memiliki nilai-nilai luhur yang mengandung banyak kebaikan.

sumber: liputan6.com
Kuliner Sri Mulyani Sajikan Nasi Kuning dan Kue Cucur untuk Delegasi G20 di Washington DC

Terpopuler