Facebook
Twitter
Instagram
Logo Header  Footer
021-4567890mail@mailcontoh.com
Logo Header  Footer

Kecelakaan Vannesa Angel dan Dekan FT UGM, Pakar: Jalan Tol di Indonesia tak Aman

Otomotif
Kecelakaan Vannesa Angel dan Dekan FT UGM, Pakar: Jalan Tol di Indonesia tak Aman 1
foto: ilustrasi (antara)


itoday - Kecelakaan di jalan tol kembali terjadi. Artis Vanessa Angel dan suaminya, Febri Andriansyah (Bibi), meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan tunggal di tol Nganjuk arah Surabaya, Jawa Timur (04/11/2021).

Dini hari, Kamis (04/11/2021) Dekan Fakultas Peternakan UGM Prof I Gede Suparta Budisatria dikabarkan meninggal dunia karena kecelakaan tunggal di Tol Cipali. Selain, Prof Gede, dalam satu mobil, Sulchan Sofoewan, dan Sri Kadarsih Soejono juga dikabarkan meninggal.

Mengomentari kecelakaan yang terjadi di jalan tol pemerhati konstruksi jalan raya dan jalan kereta api, Gatot Rusbintardjo menilai bahwa jalan tol di Indonesia tidak aman.

Menurut penuturan Gatot, perkerasan jalan yang dibuat pada ruas jalan tol terbilang kaku yaitu dengan menggunakan bahan baku beton semen. "Perkerasan dg Beton Semen tidak mempunyai Skid Resistance atau kecil skid resistance-nya," kata Gatot seperti dikutip RRI.co.id (05/11/2021).

Gatot menjelaskan, skid resistance adalah daya cengkeram ban dengan permukaan perkerasan jalan. Jika skid resisten kecil atau bahkan nol, ketika mobil melaju dengan kecepatan tinggi dan mengerem, mobil tidak segera berhenti. Sebab, tidak ada daya cengkeram yang memadai antara ban dan permukaan perkerasan jalan.

"Mobil akan meluncur cukup jauh sebelum berhenti, sehingga sering terdengar mobil menabrak truck atau mobil lain yang ada didepannya," jelas Gatot.

Sementara itu, Gatot menilai jalan yang tebuat dari beton tidak diperuntukkan bagi kendaraan dengan kecepatan tinggi. "Sehingga salah membangun jalan Tol dengan perkerasan kaku," ungkap Gatot.

Alasan lain, Gatot melihat, adanya pembatas dinding beton yang tebal dan kokoh di tengah jalan tol. Akibatnya, mobil yang hendak menyelip atau kemudinya berbelok akan menabrak tembok beton.

"Dan karena kecepatannya tinggi, maka akibatnya fatal seperti yg dialami mobil VA dan juga Dosen Fakultas Teknik Sipil UNDIP beberapa waktu yang lalu," tambahnya.

Menurutnya, jalan tol yang aman ditengahnya (mediannya) harus berupa rumput dengan lebar minimal 2 x 5 meter dengan kelandaian 5%. "Seperti jalan Tol Jagorawi pada awal dibuatnya," ujar Gatot.

Dengan demikian, bila sopir dalam keadaan mengantuk atau mobil mengalami pecah ban, mobil dapat meluncur diatas rumput yang landai dan akhirnya berhenti dengan selamat tidak menabrak beton.

Gatot juga mengingatkan, bahwa jalan tol di Indonesia adalah jalan yang tidak aman, terutama untuk laju kecepatan tinggi. "Taatilah rambu pembatas kecepatan," pungkas Gatot.

Sumber: rri.co.id
Otomotif Kecelakaan Vannesa Angel dan Dekan FT UGM, Pakar: Jalan Tol di Indonesia tak Aman

Terpopuler

Otomotif News 4
14 June 2021
Otomotif News 4
Otomotif News 2
Otomotif News 2
14 June 2021