Facebook
Twitter
Instagram
Logo Header  Footer
021-4567890mail@mailcontoh.com
Logo Header  Footer

Terbaru

Aplikasi Metaverse Izinkan AnakAnak Masuk ke Klub Striptis Virtual
24 February 2022
Aplikasi Metaverse Izinkan Anak-Anak Masuk ke Klub Striptis Virtual
foto: ilustrasi (republika)


itoday - Seorang peneliti yang menyamar sebagai gadis berusia 13 tahun menyaksikan child grooming, materi seksual, penghinaan rasial, dan ancaman pemerkosaan di metaverse. Mengetahui temuan itu, badan amal anak-anak terkejut dan marah.

Kepala Kebijakan Keamanan Anak Online Perhimpunan Nasional untuk Pencegahan Kekejaman terhadap Anak (NSPCC), Andy Burrows, mengatakan, penyelidikan telah menemukan adanya kombinasi beracun atau toxic combinations. Ini merupakan kombinasi hak akses yang memberikan hak terlalu besar kepada pengguna sehingga menimbulkan ancaman keamanan.

Peneliti BBC menggunakan aplikasi dengan peringkat usia minimum 13 tahun. Dia menemukan adanya ruang realitas virtual yang menyimulasikan hubungan intim. Diperlihatkan ada mainan seks dan kondom dan didekati oleh banyak pria dewasa.

Metaverse merupakan nama yang diberikan untuk pengalaman yang diakses oleh orang-orang yang memakai headset realitas virtual (VR). Teknologi yang sebelumnya terbatas pada game, sekarang dapat diadaptasi untuk digunakan di banyak area lain, seperti bermain, konser, dan perjalanan ke bioskop.

CEO Meta Mark Zuckerberg berpikir itu bisa menjadi nasib masa depan internet. Belum lama ini, ia mengganti nama Facebook menjadi Meta dengan perusahaan menginvestasikan miliaran untuk mengembangkan headset Oculus Quest-nya.

Headset itu sekarang berganti nama menjadi Meta Quest yang diperkirakan memiliki 75 persen dari pangsa pasar. Headset itu merupakan salah satu headset yang digunakan oleh peneliti BBC untuk menjelajahi sebuah aplikasi dan bagian dari metaverse. Aplikasi yang disebut VRChat adalah platform virtual daring yang dapat dijelajahi pengguna dengan avatar 3D.

Meskipun tidak dibuat oleh Facebook, itu dapat diunduh dari toko aplikasi di headset Meta Quest Facebook tanpa pemeriksaan verifikasi usia. Satu-satunya persyaratannya hanya akun Facebook. Peneliti BBC membuat profil palsu untuk mengatur akun supaya identitas asli tidak diperiksa.

Di dalam VRChat, ada ruangan di mana pengguna dapat bertemu. Beberapa tempat terlihat biasa seperti restoran McDonald's tetapi ada juga klub strip. Yang jadi masalah adalah di sini, anak-anak bebas bergaul dengan orang dewasa.

Dikutip BBC, Selasa (23/2), seorang pria memberi tahu peneliti bahwa avatar dapat diatur telanjang dan melakukan hal-hal yang tak diinginkan. Sementara pengguna lain berbicara soal permainan erotis.

Setelah investigasi BBC, NSPCC mendesak adanya perbaikan dalam keamanan daring. “Anak-anak dihadapkan pada pengalaman yang sama sekali tidak pantas dan ini sangat berbahaya,” ujarnya.

Dia percaya perusahaan teknologi telah belajar sedikit dari kesalahan yang dibuat dengan generasi pertama media sosial. “Kami melihat produk diluncurkan tanpa ada saran bahwa keselamatan telah dipertimbangkan,” tambahnya.

Meta mengatakan memang memiliki alat yang memungkinkan pemain untuk memblokir pengguna lain dan sedang mencari untuk membuat peningkatan keamanan.

sumber: republika.co.id
Bahas Pubertasi Inul Daratista Gemas dengan Pertanyaan Anak
18 February 2022
Bahas Pubertasi, Inul Daratista Gemas dengan Pertanyaan Anak
foto: Inul Daratista dan Anak (suara)


itoday - Putra semata wayang Inul Daratista dan Adam Suseno, Yusuf Ivander Damares mulai tumbuh dewasa. Ia mulai kerap menanyakan soal pubertasi kepada sang ibunda.

Inul mengungkapkan sang anak masih sering ingin tidur dengan dirinya dan sang suami karena saking manjanya. Sikap itu dibalas Inul yang memang selalu memanjakan Yusuf Ivander. 

Sang anak bahkan kerap menguping pembicaraan Inul dan sang suami. Lebih-lebih Yusuf Ivander yang kini mulai memasuki usia 13 tahun mulai bertanya soal pubertas yang dia alami.

"Ya sudahlah ya, namanya juga anak semata wayang kalau lagi tidur masih minta kelon (dipeluk dengan kasih sayang saat tidur), minta dipijitin papanya, minta diceritain. Kadang emak bapaknya ngobrol kupingnya dipasang kepo ikutan nimbrung, caper. Dah punya kamar masih minta dikelonin," tulis Inul Daratista, Kamis (17/2/2022).

Meski sang anak sudah mulai remaja, tapi Inul masih merasa bahwa putranya masih anak kecil seperti saat ia menimangnya dulu. 

"Kadang lucu, (Ivan suka tanya) 'maa aku kok belum puber ya mah?! Suaraku sudah berubah belum? Kok belum mimpi basah' Wkwk lha gimana mau puber, tidur aja masih minta dimanja. Baru 13 tahun belum genap. Gede body doang, tapi masih bocah cilik. Mama gemes," imbuhnya.

Gara-gara itu, warganet pun merasa bahwa sikap keluarga Inul memang lekat dengan ciri khas  lucu dan penuh kasih sayang.

"Bunda Inul lucu banget," timpal lainnya.

sumber: suara.com
Kata Terbanyak Dipilih Anak Selama 2021 Kecemasan
21 January 2022
Kata Terbanyak Dipilih Anak Selama 2021: Kecemasan
foto: ilustrasi (republika)


itoday - Oxford University Press (OUP) melaksanakan sebuah survei dan penelitian terhadap anak-anak di Inggris. Hasilnya, “kecemasan” menjadi kata yang paling banyak dipilih anak-anak untuk menggambarkan 2021.

Didorong oleh dampak pandemi Covid-19, penelitian kosakata tahunan tahun lalu berfokus pada kesejahteraan. Sekitar 8.000 siswa sekolah di Inggris, mulai dari kelas tiga hingga sembilan diminta untuk memilih kata-kata teratas yang akan mereka gunakan ketika mendiskusikan kesehatan mental dan pengalaman selama masa lockdown.

Guru dari 85 sekolah yang ambil bagian dalam penelitian juga disurvei tentang kata-kata yang paling sering mereka gunakan ketika berbicara dengan anak-anak tentang kesehatan fisik dan mental mereka. Lebih dari satu dari lima (21 persen) siswa mengatakan "kecemasan" adalah kata yang paling mereka identifikasi selama setahun terakhir, diikuti oleh "menantang" (19 persen) dan "mengisolasi" (14 persen).

Para ahli mengatakan, temuan itu menyoroti dampak lockdown dan penutupan sekolah terhadap anak-anak. Selain itu, terkait peran penting bahasa dimainkan untuk anak-anak dalam hal ekspresi diri, pembelajaran, dan kesejahteraan.

“Penting sekarang, lebih dari sebelumnya, bahwa kami berinvestasi dalam mendukung perkembangan bahasa anak-anak di rumah dan sekolah,” kata Direktur Pendidikan Anak Usia Dini dan Rumah di OUP, Helen Freeman.

Freeman mengatakan, temuan ini menunjukkan peran yang kita semua mainkan dalam memastikan anak-anak memiliki kata-kata yang mereka butuhkan untuk mengekspresikan diri. Selain itu, bahwa sebagai orang dewasa, perlu sadar bahwa bahasa yang digunakan di sekitar anak-anak dapat secara signifikan memengaruhi pembelajaran dan kesejahteraan mereka.

Dari para guru yang ambil bagian dalam survei, 31 persen mengatakan "ketahanan" adalah kata yang paling sering mereka gunakan ketika berbicara dengan murid-murid tentang pandemi. Sebuah temuan yang menurut para ahli kamus ini mencerminkan pentingnya memberi anak-anak arahan yang positif.

Direktur Eksekutif Dampak Sosial di The Children's Society, Joe Jenkins, mengatakan kenyataan ini cukup mengkhawatirkan. Bahwa "kecemasan" adalah kata nomor satu yang dipilih anak, tetapi tidak mengejutkan ketika mempertimbangkan semua batasan dan perubahan yang harus dialami anak-anak.

“Berbicara dan menggunakan bahasa yang tepat sangat penting ketika mendukung anak-anak jika mereka merasa cemas, terisolasi, atau melalui tantangan berat, dan juga penting bagi anak-anak untuk dapat mengungkapkan perasaan mereka,” ujarnya, seperti dilansir laman Independent, Selasa (18/1/2022).

Survei badan amal Good Childhood Report yang diterbitkan pada Agustus 2021, memperkirakan lebih dari 300 ribu anak di Inggris merasa tidak bahagia dengan kehidupan mereka pada 2018-2019.

Sementara sebagian besar anak yang disurvei mengatakan, mereka telah menyesuaikan diri dengan baik terhadap perubahan kehidupan sehari-hari di bawah penguncian dan pembatasan sosial. Mereka mengatasi rasa kurang baik karena tidak dapat melakukan hobi dan melihat teman serta keluarga.

sumber: republika.co.id
Hari Ini DKI Mulai PTM dengan Kapasitas 100 Persen
03 January 2022
Hari Ini, DKI Mulai PTM dengan Kapasitas 100 Persen
foto: ilustrasi (republika)


itoday - PPKM Level 1 dilaksanakan dengan ketentuan, mulai dari capaian vaksinasi dosis dua pada pendidik dan tenaga kependidikan di atas 80 persen, capaian vaksinasi dosis dua pada lansia di atas 50 persen, serta vaksinasi pada peserta didik yang terus berlangsung sesuai aturan di tingkat kota/kabupaten.

"PTM terbatas dilaksanakan setiap hari. Jumlah peserta didik dapat 100 persen dari kapasitas ruang kelas dan waktu belajar hingga enam jam pelajaran per hari. Protokol kesehatan harus menjadi perhatian utama bagi seluruh warga sekolah," ujar Nahdiana.

ahdiana menjelaskan, bagi peserta didik yang belum dapat mengikuti PTM terbatas di sekolah karena pertimbangan orang tua, dapat memberikan keterangan kepada pihak sekolah dan tetap memperoleh layanan pembelajaran secara daring serta tetap mendapat hak penilaian.

"Diharapkan, orang tua dan masyarakat dapat memberikan dukungan agar pelaksanaan PTM terbatas berjalan sesuai dengan prosedur yang ada," katanya.

Nahdiana juga menyebut, dinas pendidikan akan berkolaborasi dengan dinas kesehatan untuk melaksanakan active case finding (ACF) atau melacak kasus secara aktif sebagai upaya mencegah penularan Covid-19 di lingkungan sekolah.

Apabila ada warga sekolah terindikasi terpapar Covid-19, satuan pendidikan tersebut menghentikan sementara PTM terbatas selama lima hari pada rombongan belajar yang terdapat kasus Covid-19 dan pembelajaran dilaksanakan secara daring.

Kemudian, Satgas Covid-19 di sekolah akan melakukan koordinasi dengan Satgas Covid-19 kelurahan dan berkoordinasi dengan fasilitas kesehatan terdekat untuk melakukan penyemprotan disinfektan, termasuk melakukan tracing kepada warga sekolah yang berkontak erat.

sumber: republika.co.id
Gelorakan Budaya Damai Sejak Dini YABII Gelar Peringatan Hari Ibu 2021 di Jakarta dan Bogor
22 December 2021
Gelorakan ‘Budaya Damai Sejak Dini’, YABII Gelar Peringatan Hari Ibu 2021 di Jakarta dan Bogor
foto: Ketum YABII bersama Siswa TK Kartika VIII-2 (itoday-hitohandoko)


itoday – Memperingati Hari Ibu 2021, Yayasan Amal Bhakti Ibu Indonesia (YABII) menggelar aksi peduli dan kampanye “Anak Indonesia Membangun Budaya Damai” di empat lokasi di Bogor dan Jakarta.

Minggu (19/12/2021), YABII menggelar acara di PAUD KB Permata, Cigombong, Bogor, dan Pesantren Nurul Huda, Cibadak, Bogor. Mengusung tema “Persembahanku untuk Ibu”, YABII menggandeng Bank BRI menggelar sejumlah kegiatan pembentukan karakter anak Indonesia di PAUD KB Permata. Mulai dari pentas seni, hingga acara puncak, yakni “siswa PAUD mencuci kaki ibu”.

Usai kegiatan di PAUD KB Permata, YABII menggelar aksi peduli di Ponpes Nurul Huda Cigombong. Dalam aksi ini, YABII memberikan bantuan dana pemeliharaan bangunan, pengecatan, perbaikan MCK dan tempat wudhu. Sebagai bentuk kepedulian terhadap santri, YABII juga menyerahkan bantuan beras.

Masih dalam rangkaian peringatan Hari Ibu 2021, hari ini (Rabu 22/12/2021), YABII kembali mengadakan aksi peduli di panti non jompo di Cijantung, Jakarta Timur. Dalam acara ini, YABII-Bank BRI memberikan santunan kepada warga panti.

Sebelum pemberian santunan panti jompo, YABII bekerjasama dengan TK Kartika VIII-2, Bulak Rantai, Jakarta Timur mengadakan sejumlah kegiatan. Salah satunya, lomba menyanyi “Kasih Ibu”.

Ketua Umum YABII Ir. H. Ibnu Pratomo dalam sambutannya di TK Kartika VIII-2 menyatakan, setiap tanggal 22 Desember bangsa Indonesia mengenang suatu peristiwa penting yang terjadi di Yogyakarta 22 Desember 1928, yaitu dimulainya kongres perempuan Indonesia yang pertama. Selanjutnya, tanggal 22 Desember ditetapkan sebagai Hari Ibu Nasional. “Mengingat pentingnya arti Hari Ibu. Maka YABII mengadakan beberapa kegiatan acara dengan Tema Nasional: Perempuan Berdaya Indonesia Maju,” jelas Ibnu Pratomo (22/12/2021).

Dalam kesempatan yang sama, Ibnu Pratomo menegaskan bahwa YABII merupakan organisasi masyarakat yang peduli dengan perkembangan dan kemajuan anak, khususnya anak usia dini.

“YABII akan terus berkontribusi dalam membangun karakter anak Indonesia sejak usia dini. Utamanya, menanamkan karakter kepada anak. Seperti menanamkan budaya damai , budaya cinta tanah air, budaya toleransi kepada antar sesama,” jelas Ibnu Pratomo.

Ibnu Pratomo menegaskan, bahwa kegiatan YABII saat ini meneruskan tekad dan cita-cita pendiri YABII, almarhumah Hj. A. Sulasikin Moerpratomo. “Pada awal pendiriannya, 20 Mei 1992, dipimpin Hj. A. Sulasikin Moerpratomo, YABII menggagas program ‘Anak Indonesia Membangun Budaya Damai (AIMDAMAI),” ungkap Ibnu Pratomo.

Dalam catatan sejarah, Hj. A. Sulasikin Moerpratomo, dikenal konsisten mendharmabaktikan diri untuk kemajuan bangsa. “Beliau adalah mantan pejabat di Unicef, anggota DPR , Ketua Umum Kowani , Ketua Umum Wanita pejuang, dan mantan Menteri Urusan Peranan Wanita. Beliau juga tercatat sebagai
perempuan satu-satunya yang duduk di kursi Ketua DPA, dalam kepemimpinan tiga Presiden RI,” kenang Ibnu Pratomo.

Menurut Ibnu, dalam meneruskan cita-cita pendiri YABII dan menjalankan program-programnya, YABII akan selalu bekerjasama, saling sinergi dengan semua pihak. “Sebagai manusia biasa kami sadar masih banyak kekurangan, sehingga harus ada yang memotivasi kami untuk selalu memperbaiki diri demi kemajuan ke depan. YABII akan selalu bersinergi dengan semua pihak, seperti kegiatan hari ini yang kita gelar bersama,” pungkas Ibnu Pratomo.

Red
Orang Tua Harus Lindungi Anak dari Kejahatan Seksual Daring
06 December 2021
Orang Tua Harus Lindungi Anak dari Kejahatan Seksual Daring
foto: ilustrasi (ist)


itoday - Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Anak, Perempuan dan Pemuda Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Femmy Eka Kartika Putri, mengaku prihatin dengan kejadian pelecehan seksual yang menimpa 11 anak dengan modus game online "Free Fire".

Femmy mengatakan, seharusnya orang tua dapat mengawasi anaknya saat menggunakan gawai. Apalagi pada masa pandemi, sebagian besar aktivitas anak-anak dilakukan melalui gawai pintar. Mulai dari kegiatan belajar mengajar hingga kegiatan bermain dilakukan di dunia maya.

"Kalau anak-anak tidak didampingi itu bahaya. Akhirnya anak-anak bisa terjerat oleh ajaran-ajaran yang sebetulnya tidak perlu terjadi kalau orang tuanya itu mendampingi anak," ujarnya dalam keterangan, Sabtu (4/12).

Lebih jauh, Femmy mengungkapakan, di masa Pandemi Covid-19, anak-anak memang sangat rentan menjadi korban kejahatan melalui media daring. Frekuensi anak menggunakan gawai saat belajar, bermain game, dan berselancar di dunia maya yang semakin meningkat membuat anak juga semakin berisiko terkena kejahatan daring.

"Sebagai antisipasi mestinya orang tua harus betul-betul mendampingi anak ketika anak sedang memegang gadget baik untuk kegiatan belajar maupun bermain. Perlu tindakan pencegahan dari orangtua sebagai pelindung utama," katanya.

Menurut Femmy, setidaknya ada empat langkah utama yang dapat dilakukan orang tua untuk melindungi anak dari eksploitasi kejahatan seksual melalui game online, yaitu orangtua perlu melibatkan diri dan dekat dengan aktivitas daring sang anak, termasuk dalam memahami game online; kedua, orang tua perlu mengedukasi diri dan anak mereka terhadap pencegahan dari kekerasan dan eksploitasi seksual yang dapat terjadi melalui game online.

Ketiga, pastikan seluruh perangkat gawai dan komputer saling terhubung dan terlindungi agar dapat memantau aktivitas anak dari berbagai bentuk kejahatan seksual sebagai tindakan pencegahan. Terakhir, laporkan segala bentuk tindakan kekerasan dan ekploitasi seksual jika orangtua mengetahui kejadian kejahatan seksual anak ebagai tindakan lebih lanjut, dapat menghubungi unit teknis terkait, melalui SAPA 129; TePSA 1500771, Komnas Perempuan: pengaduan@komnasperempuan.go.id, dan KPAI.

"Kewasapadaan orang tua agar dapat berperan sebagai pelindung pertama dan utama anak dari kejahatan dunia maya perlu lebih ditingkatkan, khususnya di masa pandemi ini, Saya berharap anak-anak juga dibatasi penggunaan gadget setelah usai jam sekolah," tegas Femmy.

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu kasus pelecehan seksual melalui game online Free Fire (FF) yang dibongkar oleh Bareskrim Polri. Pelaku pelecehan seksual anak melalui Game Online FF berinisial S (21) ditangkap polisi di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Setelah ditelusuri ternyata korban berjumlah 11 orang anak yang berusia antara 9 - 17 tahun yang tersebar di Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.

Pelaku mengiming-imingi dan memaksa para korbannya untuk melakukan video call sex (VCS) atau memberikam foto telanjang dengan menjanjikan akan memberikan korban sekitar 500-600 diamond atau alat transaksi dalam game untuk mengoptimalkan performa permainan.

Atas perbuatannya, tersangka S dijerat Pasal 82 Jo Pasal 76 E Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 tahun 2016 tentang Perubahan kedua atas Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi undang-undang.

Kemudian, Pasal 29 Jo Pasal 4 ayat (1); dan/atau Pasal 37 Undang-Undang Nomor 44 tahun 2008 tentang Pornografi, serta Pasal 45 ayat (1) 3o Pasal 27 ayat (1) Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

sumber: republika.co.id