Facebook
Twitter
Instagram
Logo Header  Footer
021-4567890mail@mailcontoh.com
Logo Header  Footer

Terbaru

Paparan Internet Tanpa Pendampingan Bikin Anak Pasif dan Pengaruhi Kesehatan Mental
24 October 2022
Paparan Internet Tanpa Pendampingan Bikin Anak Pasif dan Pengaruhi Kesehatan Mental
foto: ilustrasi (suara)


itoday - Psikolog klinis anak dan remaja Winny Suryania dari Universitas Indonesia mengatakan, paparan internet yang tidak dibarengi dengan pengawasan dari orangtua dapat mempengaruhi kesehatan mental anak dan remaja.

"Anak menjadi lebih pasif, tidak bersemangat melakukan kegiatan lain, bahkan sampai kecanduan," kata Winny kepada ANTARA (24/10/2022).

Aktivitas mengakses konten internet dengan gawai yang bisa dilakukan sembari bersantai. Seperti berbaring di tempat tidur atau sofa juga mempengaruhi kurangnya aktivitas fisik anak dan remaja.

Waktu yang bisa dipakai untuk berolahraga dan menjaga kesehatan fisik jadi teralih ke gawai dan internet. Pada akhirnya membuat kondisi tubuh jadi tidak fit.

Olahraga bermanfaat dalam melepaskan hormon endorfin yang membuat tubuh serta pikiran menjadi lebih santai. Serta meningkatkan suasana hati menjadi lebih cerah.

"Perlu diingat kembali bahwa kesehatan mental juga dipengaruhi dengan kesehatan fisik seseorang," kata Winny.

Dia mengingatkan orang tua dan orang dewasa di sekitar anak dan remaja untuk selalu mengawasi penggunaan gawai, mulai dari isi konten, informasi yang diterima anak dan remaja lewat media sosial sampai durasi penggunaan.

Dia menjelaskan kemajuan teknologi saat ini bagai pisau bermata dua. Dimana sisi positifnya menguntungkan perkembangan anak, tetapi di sisi lain ada juga dampak yang merugikan.

Keuntungan dari perkembangan teknologi adalah akses yang tak terbatas untuk memperluas pengetahuan. Video tutorial untuk belajar hal baru, mulai dari musik, bahasa hingga hobi, bisa dicari secara mudah di dunia maya.

Anak-anak juga lebih mudah berinteraksi satu sama lain berkat kehadiran media sosial dan layanan pesan lain, serta punya ruang untuk berekspresi dengan ide-ide mereka.

sumber: suara.com
Psikolog Githa Bahagiastri Stop Kekerasan Anak Hapus Kesesatan Mitos Tradisional
30 July 2022
Psikolog Githa Bahagiastri: Stop Kekerasan Anak! Hapus Kesesatan Mitos Tradisional
foto: Githa Bahagiastri (ist)


itoday - Pertumbuhan angka kekerasan terhadap anak cukup memprihatinkan. Berbagai faktor mempengaruhi tingkat angka kekerasan terhadap anak. Di antaranya, kekerasan pada anak dianggap urusan internal keluarga. Di sisi lain, masih ada mitos tradisional yang turut melanggengkan kekerasan pada anak.

Penegasan itu disampaikan konsultan perlindungan anak Githa Bahagiastri pada webinar YABII (Yayasan Amal Bhakti Ibu Indonesia) yang digelar pada Sabtu (30/07/2022).

Psikolog klinis ini membeberkan sejumlah mitos yang masih berkembangan. Padahal, fakta di lapangan mitos tersebut tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Menurut Githa, berkembang mitos bahwa seorang anak harus diperlakukan keras agar ke depan menjadi anak yang tangguh. “Faktanya, anak yang diperlakukan kasar, keras terus menerus akan mengalami luka psikologis yang bersifat jangka panjang yang mempengaruhi tumbuh kembangnya,” beber Githa.

Pengurus YABII ini juga menyebut mitos sesat, pemberian hukuman fisik diperlukan agar anak patuh dan disiplin. Sejatinya, anak patuh hanya saat terlihat oleh orang lain.

Mitos lain yang disoal Githa adalah tidak perlunya anak diberikan pujian dengan tujuan agar anak tidak puas hati. “Padahal, anak yang tumbuh dengan kritikan, minim apresiasi cenderung merasa kurang percaya diri, sulit untuk bersikap mandiri,” tegas Githa.

Githa mengingatkan, mitos “kata-kata keras, menghina, merendahkan masih lebih baik dibandingkan kekerasan fisik,” tidaklah benar. Faktanya, kekerasan emosional dan fisik sama-sama memiliki dampak bagi anak.

Perbedaan gender antara anak laki-laki dan perempuan juga mempengaruhi mitos yang berkembang. “Ada mitos anak laki-laki wajar selalu berkelahi, bersikap kasar malahan itu bagus. Ini salah. Anak laki-laki yang mampu mengembangkan kemampuan komunikasi dan empati akan lebih baik dalam bekerja sama dengan orang lain,” jelas Githa.

Sejumlah fakta lain dibeberkan Githa. Menurut Githa, angka kekerasan terhadap anak yang dilakukan oleh orang dekat seperti orang tua, anggota keluarga cukup tinggi. Salah satu penyebabnya, orang tua belum memahami cara pengasuhan. Ada mitos, pengasuhan dengan hukuman fisik masih dianggap cara yang efektif.

“Kekerasan meninggalkan dampak fisik dan psikologis jangka panjang pada anak. Jika kita berbicara pengasuhan, bukan hanya soal pemenuhan kebutuhan fisik tapi juga psikologis seperti kebutuhan untuk diterima, dipeluk, ditenangkan,” beber Githa.

Lebih lanjut Githa mengingatkan, bahwa kekerasan terhadap anak tidak saja terkait kekerasan fisik maupun kekerasan seksual, tetapi juga kekerasan psikis dan neglect.

Kekerasan fisik adalah perbuatan yang sengaja melukai mengakibatkan rasa sakit, jatuh, luka. “Kekerasan psikis merupakan perbuatan yang mengakibatkan ketakutan, rendah diri, merendahkan atau mempermalukan,” terang Githa.

Sementara kekerasan seksual terhadap anak adalah melibatkan anak dalam aktifitas seksual yang ia tidak pahami, tidak bisa memberi persetujuan, secara perkembangan belum siap, melanggar hukum. “Sedangkan neglect adalah mengabaikan kebutuhan anak secara fisik ataupun emosional, ataupun pendidikan,” kata Githa.

Red
Ketum YABII Perlu Sinergi Membangun Karakter Anak Indonesia tak Mudah
30 July 2022
Ketum YABII: Perlu Sinergi! Membangun Karakter Anak Indonesia tak Mudah!
foto: Webinar YABII (ist)


itoday - “Tidak mudah membangun karakter anak Indonesia yang cinta damai di dalam kemajemukan bangsa Indonesia yang memiliki 1340 suku bangsa”.

Penegasan itu disampaikan Ketua Umum Yayasan Amal Bakti Ibu Indonesia (YABII) Ibnu Pratomo saat membuka webinar bertema “Peran Keluarga, Sekolah, dan Masyarakat dalam Memutuskan Rantai Kekerasan Pada Anak serta Mewujudkan Lingkungan Ramah Anak”, yang digelar hari ini, Sabtu (30/07/22).

Menurut Ibnu Pratomo, membangun karakter anak Indonesia cinta damai perlu sinergi semua pihak, sehingga memudahkan dalam pelaksanaan pembangunan karakter anak Indonesia cinta damai. Karakter yang dimaksud adalah karakter anak yang memiliki toleransi, ringan menolong, peduli lingkungan, serta anak Indonesia yang cinta akan tanah air dan bangsanya.

“YABII sadar bahwa membangun karakter anak Indonesia di dalam kemajemukan bangsa Indonesia yang memiliki 1340 suku bangsa, tidaklah mudah. Kita perlu saling sinergi dan saling memberikan masukan untuk lebih memudahkan dalam pelaksanaan membangun karakter anak Indonesia cinta damai,” jelas Ibnu Pratomo.

Webinar “Peran Keluarga, Sekolah, dan Masyarakat dalam Memutuskan Rantai Kekerasan pada Anak serta Mewujudkan Lingkungan Ramah Anak” digelar dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional, 23 Juli 2022. Webinar ini menjadi salah satu dari bagian komitmen YABII untuk berkontribusi dalam pembangunan karakter anak Indonesia.

Sebagai keynote speaker pada Webinar YABII ini Ir. Hendarman, M.Sc., Ph.D, plt. Kepala Pusat Penguatan Karakter Kemendikbudristek.

Psikolog klinis yang juga konsultan perlindungan anak Githa Bahagiastri, M.Psi menjadi pembicara pertama. Pengurus YABII ini membawakan materi bertajuk “Peran Keluarga, Sekolah, dan Masyarakat dalam Mencegah Kekerasan pada Anak”.

Advisor perlindungan anak Zubedy Koteng membahas materi bertajuk “Mewujudkan Indonesia Layak Anak dan Bebas Kekerasan.

Webinar yang berjalan komunikatif ini dipandu oleh moderator Kurnaiwati M.Pd. Kurniawati yang juga pengurus YABII ini menjabat sebagai Wakil Kepala SMAN 5 Tambun Selatan.

Red
4 Hal yang Penting untuk Dikenalkan kepada Anak Sejak Dini
19 July 2022
4 Hal yang Penting untuk Dikenalkan kepada Anak Sejak Dini
foto: ilustrasi (suara)


itoday - Masa kecil adalah saat-saat penting bagi seorang anak untuk belajar menjadi manusia yang baik dan mengenal lingkungannya. Tentunya, peran orang tua sebagai pendidik utama anak sangatlah dibutuhkan, karena itulah tanggung jawab orang tua dalam mendidik anak begitu besar. Pastinya ada begitu banyak hal yang harus orang tua ajarkan kepada anak. Dalam hal ini, ada beberapa hal penting yang sebaiknya tidak luput untuk dikenalkan kepada anak sejak dini, di antaranya ialah:

1. Adab dan tata krama

Adab dan tata krama sangat penting bagi seorang manusia. Setinggi apa pun kecerdasan yang dimiliki tidak akan ada artinya jika seseorang tidak mengenal adab dan tata krama.

Mengenalkan tata krama pada anak sejak dini akan membentuknya menjadi pribadi yang berbudi dan pandai menghormati orang lain. Hal ini tentu akan sangat membantunya dalam proses sosialisasi, baik di dalam keluarga maupun di masyarakat luas.

2. Keluarga besar

Bukan hanya keluarga inti, hendaknya orang tua juga mengenalkan keluarga besar kepada anak sejak dini. Jika anak baru dikenalkan kepada anggota keluarga ketika sudah besar, ia akan lebih sulit menjalin hubungan dan merasa asing di tengah keluarganya sendiri.

Mengenal setiap anggota keluarga besar dapat menumbuhkan rasa sayang anak kepada keluarga. Tak hanya itu, anak yang dikenalkan kepada keluarga besar sejak dini juga akan lebih mampu memahami, serta menerima kelebihan dan kekurangan keluarganya.

3. Budaya daerah asal

Negeri kita terdiri dari beragam suku bangsa dan hal ini membuat kita kaya akan budaya daerah. Penting bagi anak untuk mengenal budaya daerah asalnya, seperti pakaian adat, tradisi dan bahasa daerah. Selain membantu untuk melestarikan kekayaan budaya, hal ini juga dapat mencegah anak lupa dari mana ia berasal dan tidak tahu budayanya sendiri.

4. Rasa empati

Rasa empati harus dibangun dalam diri anak sejak dini. Ajarkan anak untuk mengucapkan terima kasih, meminta maaf saat melakukan kesalahan, meminta tolong dengan baik, berbagi dan menghargai sesamanya.

sumber: suara.com
3 Tips Menumbuhkan Minat Baca pada Anak Audiobook Bisa Jadi Pilihan
13 June 2022
3 Tips Menumbuhkan Minat Baca pada Anak, Audiobook Bisa Jadi Pilihan
foto: ilustrasi (suara)


itoday - Ingin menanamkan kebiasaan membaca kepada anak sedari dini tetapi bingung harus memulai dari mana? Mengenalkan pentingnya membaca kepada anak-anak merupakan kegiatan yang bisa dijadikan referensi di waktu luang. Dengan mengenalkan dunia literasi kepada anak-anak sedini mungkin, mereka akan tumbuh menjadi pribadi yang mencintai buku dan selalu haus akan ilmu baru.

Berikut ini adalah beberapa tips yang dilakukan untuk menanamkan rasa cinta terhadap buku dan literasi kepada anak-anak, yuk disimak.

1. Mulai dari buku yang disukai anak

Biarkan anak-anak memilih buku mana yang ia baca sesuai dengan buku yang ia sukai. Jangan memaksakan sesuatu kepada anak-anak karena hasilnya tidak akan baik. Mereka akan merasa lebih enjoy saat memulainya dengan buku yang mereka sukai.

Sediakan beberapa buah buku dengan gambar dan ilustrasi yang menarik, biarkan anak-anak melihat sendiri dan memilih mana yang paling menarik perhatian dan minat mereka.

2. Ciptakan suasana baca yang nyaman

Suasana membaca dan lingkungan yang nyaman akan mendukung anak untuk lebih fokus pada buku bacaannya. Kegiatan membaca pun akan terasa lebih menarik dan menyenangkan. Dengan demikian, anak-anak tidak akan mudah merasa bosan.

Kita bisa mengajak anak-anak berkunjung ke taman baca atau perpustakaan agar anak-anak dapat mengenali suasana yang tepat untuk membaca. Perpustakaan juga bisa menjadi tempat yang tepat untuk mengajarkan arti mematuhi peraturan agar tidak berisik dan mengganggu orang lain.

3. Gunakan audiobook

Mendengarkan cerita berdasarkan audiobook dapat membangkitkan minat baca anak-anak. Suara yang lebih komunikatif dapat meningkatkan perhatian dan minat anak-anak. Jika anak-anak cenderung susah fokus pada satu buku, audiobook bisa menjadi solusi yang tepat.

Ada banyak sekali audiobook yang bisa dijadikan referensi dan digunakan, apalagi zaman sekarang ini teknologi sudah semakin maju. Bahkan ada buku dengan pena khusus yang jika diarahkan pada tulisan, dapat bersuara. Menarik sekali, bukan?

Itulah tiga tips yang bisa dilakukan untuk menumbuhkan minat baca anak-anak sejak usia dini. Membuat kegiatan membaca yang menyenangkan dapat meningkatkan kepekaan anak-anak terhadap dunia literasi dan buku.

sumber: yoursay-suara.com
Tiket Candi Borobudur Bakal Naik Andien Aisyah Ngeluh Jadi Susah Ajari Hal Baik ke Anak
06 June 2022
Tiket Candi Borobudur Bakal Naik, Andien Aisyah Ngeluh Jadi Susah Ajari Hal Baik ke Anak
foto: ilustrasi (suara)


itoday - Kenaikan harga tiket naik Candi Borobudur menjadi Rp750 ribu untuk turis lokal, membuat penyanyi Andien Aisyah turut menyampaikan keresahannya.

Keresahan itu seputar perilaku pengunjung Candi Borobudur yang dipotret pada 2019 lalu dan dibagikan Jurnalis Harian Kompas, Sarie Febriane. Potret ini membuat Andien kesulitan mengajarkan hal baik kepada anaknya.

Potret itu memperlihatkan pengunjung yang terlihat asyik duduk di Stupa Candi Bodorobudur, bahkan banyak juga yang memanjat hingga atas stupa.

Padahal sudah ada tulisan aturan yang menyatakan 'Dilarang Duduk Pada Stupa' atau 'Dilarang Memanjat Stupa', tapi pengunjung nampak tidak mengindahkan aturan tersebut.

Unggahan itu juga memperlihatkan, pengunjung anak dan dewasa yang menaiki tembok candi padahal sudah dipasang pagar pembatas.

Menurut Andien, saat lingkungan sekitar tidak mendukung memberi contoh yang baik untuk anak, ini juga bisa membuat orangtua sulit mengajarkan hal baik pada anaknya.

"Asli nih, hal-hal yang kayak gini yang bikin aku susah jelasin juga ke anak, kalau kalau pertanyaan 'kok dia boleh begitu gitu?'," tulis Andien menanggapi unggahan Sarie di akun Instagramnya, dikutip suara.com Senin, (6/6/2022).

Selanjutnya, Andien kemudian membagikan tulisan adiknya, Dias Kinanthi tentang Candi Bodorobudur. Tulisan berisi rasa miris perempuan yang juga seorang Diplomat di Swiss, bahwa banyak komentar sinis dibalik kenaikan harga tiket masuk Candi Borobudur.

Menurut Dias, di balik komentar itu tidak banyak masyarakat yang tahu alasan sesungguhnya dibalik kenaikan tiket. Apalagi kata dia, harga itu hanya berlaku jika ingin naik ke atas stupa Candi Borobudur. Tapi bila masuk ke kompleks Candi Bodorobudur tidak ada kenaikan harga tiket.

"Walaupun kita nggak beli tiket naik, kita tetap bisa foto-foto candinya, tetap bisa naik andong keliling kompleks, belanja souvenir khas setempat, jajan makanan khas Jawa Tengah, nonton pertunjukan tradisi, dan tentunya belajar tentang Borobudur di information center-nya," ungkap Dias dalam salah satu tulisannya.

sumber: suara.com