Facebook
Twitter
Instagram
Logo Header  Footer
021-4567890mail@mailcontoh.com
Logo Header  Footer

Covid 19 Guncang Ketahanan Nasional, Mayjen (Purn) Tri Tamtomo: Rakyat tak Boleh jadi Obyek Negara

Politik
Covid 19 Guncang Ketahanan Nasional, Mayjen (Purn) Tri Tamtomo: Rakyat tak Boleh jadi Obyek Negara 1
foto: Mayjen (Purn) Tri Tamtomo (itoday-ahmadsanusi)


itoday - Badai pandemi Covid 19 telah memporakporandakan sendi-sendi kehidupan semua negara di dunia, khususnya Indonesia. Dinamika perkembangan lingkungan strategis itu suka tidak suka akan mengganggu ketahanan nasional.

Dampak pandemi telah memunculkan berbagai masalah. Mulai dari recovery ekonomi yang mandeg, hingga terganggunya perjalanan roda pemerintahan dalam mencapai tujuan.

Bagaimana negara harus bersikap menghadapi dampak pandemi ini, sehingga ketahanan nasional tidak terganggu? Mantan Sekretaris Utama Lemhanas Mayjen (Purn) Tri Tamtomo mengingatkan, manakala salah satu atau lebih dari “astagatra” terganggu, maka secara otomatis ketahanan nasional (tannas) bangsa menjadi tidak mantap.

“Kita harus paham betul, bahwa negara kita ini berbentuk negara kepulauan. Selain itu, kemerdekaan Indonesia itu direbut melalui perjuangan yang panjang dan melelahkan, penuh pengorbanan harta benda sampai dengan nyawa sehingga berdarah-darah. Jika salah satu atau lebih gatra kehidupan terganggu, otomatis ketahanan nasional juga menjadi tidak mantap,” jelas Tri Tamtomo kepada itoday (19/12/2021).

Mantan Pangdam I/Bukit Barisan ini membeberkan strategi yang harus dilakukan dalam menghadapi ancaman terhadap ketahanan nasional.

Menurut Tri Tamtomo, terbentuknya satu negara, karena ada wilayah, rakyat, pemerintah, peraturan, dan pengakuan dari internasional. “Dalam hal ini, peran pemerintah menjadi sentral. Untuk menjaga empat hal itu, ada kewajiban negara, di mana batang tubuh UUD 45 ditegaskan bahwa “negara wajib melindungi segenap tumpah darah dan rakyat Indonesia,” beber Tri Tamtomo.

Selanjutnya, kata Tri Tamtomo, negara wajib meningkatkan kesejahteraan rakyat, dan menegakkan keadilan. “Jika kewajiban-kewajiban negara itu dapat terpenuhi, otomatis akan timbul ketaatan kepatuhan, loyalitas, kesadaran, sampai dengan kepercayaan. Sehingga, kenyamanan hidup terbangun. Dengan sendirinya, kemauan bela negara dari rakyat itu akan tinggi,” tegas Jenderal Tri Tamtomo.

Tak hanya itu, Tri Tamtomo mewanti-wanti agar negara tidak menempatkan rakyat sebagai obyek. “Tolong, negara (dalam hal ini pemerintah) tidak boleh menempatkan masyarakat atau rakyat sebagai obyek. Secara bersama-sama, eksekutif, legislatif, yudikatif, plus warga negara, harus dalam satu kotak secara sinergis. Kalau ini bisa dilakukan, niscaya masyarakat itu akan tahu persis bahwa apa yang menjadi hak, kewajiban dan larangannya,” kata Tri Tamtomo.

Saat ini, menurut Tri Tamtomo, negara harus bersiap melakukan pembangunan, baik fisik maupun non fisik. Terkait pandemi, hal ini penting, karena pembangunan fisik dan non fisik menjadi basis utama pertumbuhan dasar yang harus terpenuhi. Jika ini terpenuhi, akan terjadi satu kepercayaan diri yang kuat dari warga masyarakat.

“Pembangunan fisik non fisik yang berbasis kepada kebutuhan dasar masyarakat umum harus terbangunkan. Kedua, bagaimana caranya, agar pemahaman masyarakat akan hak dan kewajiban, dan larangannya harus dipahami dengan benar. Ketiga, kemauan bela negara harus ditingkatkan. Kalo tiga hal ini terpenuhi, insyaAllah negara kita akan terhindar dari bala malapetaka yang terkait dengan masalah stabilitas nasional,” pungkas Tri Tamtomo.

Red

Sumber: https://www.youtube.com/channel/UCswL3lQzMdcJjml7tpConYw
Politik Covid 19 Guncang Ketahanan Nasional, Mayjen (Purn) Tri Tamtomo: Rakyat tak Boleh jadi Obyek Negara