Facebook
Twitter
Instagram
Logo Header  Footer
021-4567890mail@mailcontoh.com
Logo Header  Footer

“Dahsyat! Duet Maut Ahok-Grace Natalie Ideal Pimpin Ibu Kota Negara Baru”

Politik
“Dahsyat! Duet Maut Ahok-Grace Natalie Ideal Pimpin Ibu Kota Negara Baru” 1
foto: Basuki Tjahaja Purnama dan Grace Nathalie (instagram)


Itoday - RUU Ibu Kota Negara Baru (IKN) telah diserahkan pemerintah ke DPR. Salah satu pasal yang menjadi sorotan adalah IKN baru akan dipimpin oleh Kepala Otorita IKN.

Pasal 9 ayat (1) RUU IKN disebutkan bahwa Kepala Otorita IKN dan dibantu oleh seorang Wakil Kepala Otorita IKN yang ditunjuk, diangkat, dan diberhentikan langsung oleh Presiden.

Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) disebut-sebut sebagai calon kuat Kepala Otorita IKN.

Aktivis Muhammadiyah yang juga humas Partai Ummat, Mustofa Nahrawadaya, merespon kabar tersebut. Mustofa mengusulkan tokoh PSI Grace Natalie sebagai wakil Ahok di IKN.

“Kalau memang benar, saya usul ada wakilnya. Biar dahsyat mengelola Ibukota Baru. Wakil Ahok yang pas adalah Grace Natalie. Duet maut ini. Selain dikenal tokoh yang punya integritas, mereka dikenal punya jargon anti anti korupsi. Selain itu, kedua tokoh adalah ikon,” sindir Mustofa di akun Twitter
@TofaTofa_id menanggapi tulisan bertajuk “Ibu Kota Baru Bukan Dipimpin Gubernur Tapi Kepala Otorita, Ahok Jadi Salah Satu Kandidat Kuat”

Pada 2 Maret 2020, Presiden Jokowi sempat mengungkapkan bahwa Ahok bakal menjadi kandidat Kepala Otorita IKN. Saat itu Jokowi menyebut empat nama, yakni Ahok, Bambang Brodjonegoro, Tumiono, dan Azwar Anas.

Seperti diberitakan, untuk pembangunan IKN Baru, disiapkan dana senilai Rp510,79 miliar di APBN 2022. Hal ini tertuang di Perpres 85/2021 tentang Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2022. Beleid terbit dan berlaku sejak 9 September 2021.

Besaran dana yang akan digunakan pada proyek IKN Baru ditentang banyak pihak. Politisi PKS Mardani Ali Sera menegaskan bahwa, melanjutkan proyek mahal di saat pandemi sangat keliru.

“Meskipun dikatakan ini pekerjaan jangka panjang, tapi melanjutkan proyek mahal di saat pandemi yang belum jelas kapan berakhir amat keliru. Keputusan tersebut menunjukkan pemerintah gagal dalam menentukan prioritas pembangunan,” tegas Mardani di akun @MardaniAliSera.

Di sisi lain, Ketum ProDem Iwan Sumule pesimis dengan rencana IKN Baru. Iwan menilai, kesiapan soal dana dan infrastruktur IKN Baru tidak memadai.

“Pindah Ibu Kota Negara terus mau dilakukan, padahal kesiapan tak memadai, baik segi pembiayaan, maupun pembangunan berbagai infrastruktur yang menunjang sebuah IKN. Dengan bantuan JIN, Bandung Bondowoso saja gagal buat 1000 Candi Prambanan dalam semalam,” sindir Iwan di akun
@KetumProDEMnew.

Red/frd
Politik “Dahsyat! Duet Maut Ahok-Grace Natalie Ideal Pimpin Ibu Kota Negara Baru”