Facebook
Twitter
Instagram
Logo Header  Footer
021-4567890mail@mailcontoh.com
Logo Header  Footer

KSAD Dudung: Kelompok Radikal Tumbuh Cepat! Tokoh NU: Buka Datanya! Jangan Ngomong Doang!

Politik
KSAD Dudung: Kelompok Radikal Tumbuh Cepat! Tokoh NU: Buka Datanya! Jangan Ngomong Doang! 1
foto: Dudung Abdurachman (cnnindonesia)


itoday - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman kembali melontarkan pernyataan yang memunculkan pro dan kontra. Jenderal Dudung kali ini menegaskan, bahwa perkembangan kelompok radikal di Indonesia amat cepat, bahkan dalam hitungan menit.

Hal itu disampaikan KSAD saat apel pasukan TNI di Monas, Jakarta, Selasa (25/1). Apel diikuti 2.655 prajurit TNI.

"Saya menyampaikan hasil rapim Kemhan, bahwa kelompok-kelompok radikal sudah masuk di beberapa elemen masyarakat. Baik mahasiswa, maupun elemen-elemen lainnya. Begitu juga ketika kalian ketahui, segera koordinasikan dengan pihak kepolisian. Perkembangan kelompok radikal hitungannya sudah bukan hitungan jam, hari, tapi menit," kata Jenderal Dudung.

Pengamat politik yang juga tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Umar Syadat Hasibuan menanggapi pernyataan Dudung tersebut. Mantan staf khusus Mendagri ini bahkan menantang Dudung untuk membuka data ke publik.

“Ayolah Pak Dudung buka datanya kepublik. Jangan ngomong doank,” tulis Umar Hasibuan di akun Twitter @UmarHasibuan75_.

Sindiran keras juga dilontarkan pengamat politik Rocky Gerung. Rocky mengaitkan pernyataan Dudung tersebut dengan persidangan Munarman.

"Apakah karena persidangan Munarman ini sudah mulai, apakah ada eskalasi radikalisme di situ. Atau apel itu untuk hadapi potensi radikalisme Islam?" tanya Rocky di Youtube Rocky Gerung Official (26/01/2022).

Senada dengan Umar Hasibuan, Rocky meminta Jenderal Dudung untuk menjelaskan siapa kelompok radikal yang dimaksud.

“Maka harus dijelaskan dong dengan jelas oleh Jenderal Dudung atau Menkopolhukam Mahfud MD sebagai koordinator soal keamanan dalam negeri. Ini yang kita mau dengar sebelum gelar apel itu dari Pak Mahfud. Bagaimana itu? jangan-jangan nanti Pak Mahfud datang (beri keterangan), setelah terjadi gelar pasukan itu. Dia mau benarkan susah, mau luruskan juga susah, karena Dudung sudah bicara duluan," sindir Rocky.

Rocky beralasan, karena radikalisme yang dimaksud ini ada dalam ancaman dalam negeri, maka yang paling pas bilang dan ngomong soal ini Menkopolhukam.

Red
Politik KSAD Dudung: Kelompok Radikal Tumbuh Cepat! Tokoh NU: Buka Datanya! Jangan Ngomong Doang!