Facebook
Twitter
Instagram
Logo Header  Footer
021-4567890mail@mailcontoh.com
Logo Header  Footer

Pengamat: Perjodohan Prabowo-Ganjar Sulit Diterima PKB dan PDIP

Politik
Pengamat: Perjodohan Prabowo-Ganjar Sulit Diterima PKB dan PDIP 1
foto: Ganjar Pranowo (ist)


itoday - Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dijodohkan dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo untuk Pilpres 2024. Komposisi ini dinilai sulit diterima oleh PKB yang kini berkoalisi dengan Gerindra. Serta PDIP, partai tempat Ganjar bernaung.

Pengamat politik Ujang Komarudin mengatakan, PKB menetapkan harga mati bagi Ketua Umumnya Muhaimin Iskandar untuk maju sebagai capres atau cawapres. Sehingga sulit diterima bila kursi cawapres diberikan kepada Ganjar.

"PKB ingin jadi cawapres Prabowo. PKB itu rumusnya di mana posisinya di koalisi, cawapresnya Cak Imin. Jelas tentu PKB tidak terima," ujar Ujang kepada wartawan, Kamis (24/11).

Sementara, PDIP juga dinilai tidak terima karena bukan Puan Maharani yang dijodohkan dengan Prabowo. "PDIP tidak terima ngapain dukung Ganjar, kenapa enggak Prabowo Puan," kata Ujang.

Meski perlu diakui ada peluang Ganjar bisa dicalonkan oleh PDIP. Menurut Ujang, semua tergantung bagaimana deal politik antara Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

"Soal perjodohan Prabowo Ganjar atau Ganjar Prabowo itu nunggu arahan Jokowi. Nunggu skema deal politik antara Jokowi dan Megawati. Jadi kan Ganjar bagaimana pun masih dipegang PDIP, masih kader PDIP di saat yang sama Ganjar itu diendrose Jokowi," ujar Ujang.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review ini memandang, bagi Ganjar pun rugi bila hanya menjadi calon wakil presiden. Sebab Ganjar memiliki elektabilitas yang tinggi sebagai calon presiden.

"Saya melihat kalau ada wacana menjodohkan Prabowo Ganjar tentu rugi bagi Ganjar elektabilitas sama, punya potensi jadi capres," ujar Ujang.

Dalam sepekan terakhir, muncul wacana duet Prabowo-Ganjar. Hal itu diungkapkan oleh dua sumber politikus Gerindra. Ternyata, hal itu merupakan harapan dari Presiden Jokowi. Orang nomor satu di Indonesia itu ingin, Prabowo berduet dengan Ganjar Pranowo di Pemilu 2024.

Sumber ini menceritakan, pidato Jokowi di Perindo mengukuhkan sinyal yang tertangkap selama ini. Jokowi serius mendukung Prabowo.

Anggota DPR RI ini mengirimkan hasil survei terbaru IndoStrategi. Dalam survei itu, pasangan Prabowo-Ganjar meraup 60 persen suara. Dengan kata lain, pilpres berjalan satu putaran jika pasangan ini terjadi.

Survei digelar periode 27 Oktober-5 November 2022. Jumlah responden 1.230 orang berusia 17 tahun ke atas. Responden tersebar di 34 provinsi Indonesia. Margin of error sebesar 2,83 persen. Tingkat kepercayaan 95 persen.

Dalam empat simulasi pasangan capres dan cawapres. Prabowo-Ganjar paling tinggi yakni 60,3 persen. Di bawahnya Anies-AHY dengan 29,6 persen. Sisanya tidak menjawab.

Sumber ini mengakui, jika mengambil Ganjar sebagai Cawapres, maka Gerindra bakal berhadapan dengan PDIP. Namun, dia optimis dengan hubungan kedua partai yang terjalin sejak lama. "Masih dinamis di internal mereka," kata sumber merdeka.com.

Politikus PDIP, Andreas Hugo Pareira mengakui, ada pembicaraan antara Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Prabowo. Pembicaraan berkaitan dengan strategi Pemilu 2024.

"Kalian saja enggak tahu. Enggak perlu diberitahukan ke publik," kata Andreas.

sumber: merdeka.com
Politik Pengamat: Perjodohan Prabowo-Ganjar Sulit Diterima PKB dan PDIP