Facebook
Twitter
Instagram
Logo Header  Footer
021-4567890mail@mailcontoh.com
Logo Header  Footer

Terbaru

Gubernur Tokyo Minta Panitia Olimpiade Pertimbangkan Opsi Tanpa Penonton
02 July 2021
Gubernur Tokyo Minta Panitia Olimpiade Pertimbangkan Opsi Tanpa Penonton
foto: Olimpiade Tokyo (ist)

itoday - Gubernur Tokyo Yuriko Koike meminta panitia Olimpiade mempertimbangkan opsi penyelenggaraan tanpa penonton. Menurut dia, ketidakhadiran penonton harus menjadi opsi utama setelah Ibu Kota Jepang itu terus bergulat dengan lonjakan kasus Covid-19 tiga pekan menjelang pembukaan.

"Penyelenggara Olimpiade perlu meninjau kebijakan saat ini tentang penonton jika situasi virus corona memburuk di Tokyo," kata dia dikutip dari Reuters, Jumat, 2 Juli 2021.

Presiden Komite Penyelenggara Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo, Seiko Hashimoto, secara terpisah mengatakan bahwa penyelenggara siap melanjutkan acara tanpa penonton di tribun jika pemerintah menetapkan kebijakan penanganan COVID-19. Saat ini, penyelenggara masih mengizinkan hingga 10.000 orang di setiap venue Olimpiade, yang akan dimulai pada 23 Juli.

"Saya tidak tahu apa yang akan terjadi dengan situasi infeksi yang berubah dari hari ke hari, tetapi panitia penyelenggara akan siap (untuk mengadakan pertandingan) tanpa penonton dan dapat menyesuaikan dengan kebijakan apa pun yang mungkin dikeluarkan," kata Hashimoto, dikutip dari Kyodo.

Panitia dan empat badan penyelenggara Olimpiade dan Paralimpiade lainnya pada akhir bulan lalu memutuskan bahwa venue dapat diisi hingga 50 persen dari kapasitas dengan maksimum 10.000 penonton, dan menyetujui bahwa kebijakan tersebut akan ditinjau kembali jika situasi pandemi memburuk.

Jumlah kasus COVID-19 harian di Tokyo meningkat sejak keadaan darurat dicabut bulan lalu. Pemerintah tampaknya tidak punya pilihan selain memperpanjang keadaan darurat di sejumlah wilayah di Jepang, termasuk ibu kota, yang akan berakhir pada 11 Juli.

Lima badan penyelenggara, termasuk Komite Olimpiade Internasional (IOC) dan pemerintah Jepang, dijadwalkan mengadakan pertemuan pada Kamis depan untuk membahas cara terbaik menangani penonton domestik. Penyelenggara, yang telah melarang kehadiran penonton dari luar negeri, akan bertemu membahas apakah keadaan darurat semu saat ini di Tokyo dan sejumlah daerah lain akan diperpanjang.

Opsi tanpa penonton adalah salah satu pilihan saat ini, sementara opsi lain adalah menetapkan batasan 5 ribu penonton. Beberapa pejabat telah melontarkan gagasan untuk melarang penonton menghadiri acara malam hari dan beberapa venue besar dibatasi 5 ribu penonton.

Batas kehadiran 10 ribu penonton ditetapkan dengan premis bahwa keadaan darurat semu yang sedang berlangsung dicabut. Di bawah tindakan yang agak lebih ringan daripada keadaan darurat, jumlah orang yang diizinkan di olahraga dan acara besar lainnya dibatasi hingga 50 persen dari kapasitas tempat dengan batas atas 5 ribu orang.

sumber: tempo
Berita Terkini Toni Kroos Resmi Pensiun dari Timnas Jerman
02 July 2021
Berita Terkini: Toni Kroos Resmi Pensiun dari Timnas Jerman
foto: Toni Kroos (AP Photo)

itoday - Toni Kroos akhirnya memutuskan untuk pensiun dari tim nasional Jerman seusai berlaga di Euro 2020. Pemain berusia 31 tahun itu pensiun setelah 11 tahun membela Der Panzer.

Gelandang Real Madrid itu menjadi bagian dari tim asuhan Joachim Low yang tersingkir dari Euro 2020. Mereka kalah 0-2 dari timnas Inggris di babak 16 besar, Mantan pemain Bayern Munchen itu merasa inilah saat yang tepat untuk mundur.

Kroos memiliki karier internasional yang luar biasa. Ia memainkan peran penting dalam kejayaan Jerman di Piala Dunia Brasil pada 2014. "Saya telah bermain untuk Jerman sebanyak 106 kali," kata Kroos dikutip dari Marca, Jumat 2 Juli 2021. "Tidak akan ada momen lain."

Kroos melakukan debut seniornya di Jerman pada 2010 melawan timnas Argentina, tim yang mereka kalahkan untuk memenangkan Piala Dunia 2014. Sejak saat itu, posisinya di lini tengah tak tergantikan di skuad Jerman.

Kroos saat ini memiliki satu caps lebih banyak dari pemenang Piala Dunia 1990 Jurgen Kohler (105). Namun, ia tetap dua caps di belakang mantan bos tim nasional Jerman Jurgen Klinsmann (108).

Untuk timnas Jerman, Kroos telah mencetak 17 gol. Gol fenomenalnya terjadi melalui tendangan bebas saat melawan Swedia di Piala Dunia 2018. Gol itu menjadi Goal of the Tournament.

Dengan keputusan ini, Toni Kroos menyusul Joachim Low yang sudah lebih dulu menyatakan pensiun sebagai pelatih timnas Jerman. Low dikabarkan akan digantikan mantan pelatih Bayern Munchen Hansi Flick.

sumber: tempo
Khabib Nurmagomedov Andaikan Jadi Atlet MMA seperti di Penjara
01 July 2021
Khabib Nurmagomedov Andaikan Jadi Atlet MMA seperti di Penjara
foto: Khabib Nurmagomedov (ist)

itoday - Mantan petarung UFC, Khabib Nurmagomedov, merasa terperangkap di penjara ketika menjadi atlet MMA.

Khabib Nurmagomedov sudah memutuskan pensiun sebagai petarung MMA sejak Oktober 2020 lalu.

Keputusan Khabib Nurmagomedov mengundurkan diri sebagai petarung MMA diucapkan setelah menghabisi Justin Gaethje pada UFC 254.

Kini, The Eagle sepertinya sudah tidak ingin kembali memasuki oktagon.

Berbicara kepada UFC Rusia, Nurmagomedov merasa berada di tahanan ketika masih aktif menjadi atlet.

Dia saat ini senang setelah membebaskan diri dari penjara setelah memutuskan pensiun.

Nurmagomedov pun beralasan bahwa kehidupan atlet dituntut untuk selalu berkembang dan tidak boleh melupakan latihan.

sumber: bolasport
Perang Dingin dengan Pemain Muslim Jerman Joachim Low Minta Maaf Kelar Piala Eropa 2020
01 July 2021
Perang Dingin dengan Pemain Muslim Jerman, Joachim Low Minta Maaf Kelar Piala Eropa 2020
foto: Mesut Ozil dan Joachim Low (okezone)

itoday - Joachim Low resmi meninggalkan Tim Nasional (Timnas) Jerman, setelah sang negara tersingkir di babak 16 besar Piala Eropa 2020. Setelah meninggalkan Timnas Jerman, langkah pertama yang dilakukan Joachim Low adalah mencoba berdamai dengan mantan anak asuhnya yang beragama Islam, Mesut Ozil.

Sebagaimana diketahui, perseteruan antara Low dan Mesut Ozil sempat memuncak saat mantan pemain Arsenal itu memutuskan mundur dari Timnas Jerman pada 2018. Pemain Fenerbahce tersebut memilih pensiun karena merasa terhina oleh Federasi Sepakbola Jerman (DFB) setelah dirinya berfoto dengan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan.

Sayangnya keputusan Mesut Ozil untuk pensiun membuat Low kecewa. Sebab, pemain berusia 32 tahun itu meninggalkan Timnas Jerman tanpa berkonsultasi secara langsung dengan Low.

Bahkan hingga saat ini, ia tidak mendapat penjelasan secara langsung dari Ozil terkait permasalahan tersebut. Tak pelak, kekecewaan Low terhadap pemain berposisi gelandang serang itu masih membekas.

“Mesut (Ozil) meninggalkan Tim Nasional tanpa berkonsultasi dengan saya sebelumnya dan itu merupakan kekecewaan besar bagi saya," ungkap Low, dikutip dari Goal Internasional, Kamis (1/7/2021).

BACA JUGA: Timnas Jerman Loyo 7 Tahun Terakhir, Tanda Joachim Low Tak Bisa Apa-Apa Tanpa Hansi Flick?

Namun, kini hal positif muncul dari pikiran Low. Ia ingin menyelesaikan masalahnya dengan Ozil yang tak kunjung menemui titik terang. Karena itu, setelah meninggalkan Timnas Jerman pada 12 Juli 2021 nanti, ia berharap bisa bertemu dan menuntaskan pertikaian yang terjadi di antara mereka.

"Akan tiba saatnya kita akan berbicara atau bertemu lagi. Pada titik tertentu, akan tiba saatnya kita akan membicarakan sesuatu dan mengesampingkan semuanya,” tutur pelatih berusia 61 tahun tersebut.

“Kenangan ini kemudian juga akan menjadi positif bagi kami. Dia (Ozil) adalah pemain yang sangat penting dengan keterampilan yang hebat,” imbuh Low.

Perpaduan Ozil dan Low sempat menghasilkan prestasi luar biasa bagi Timnas Jerman. Perpaduan keduanya membuat Jerman juara Piala Dunia 2014 setelah di final menang 1-0 atas Argentina.

Sementara itu, Low sendiri gagal mengakhiri kariernya di Timnas Jerman dengan baik. Pada turnamen terakhirnya di Piala Eropa 2020, Low gagal membawa Der Panzer melangkah jauh dan terhenti di babak 16 besar usai menyerah 0-2 dari Inggris.

Setelah ini, Low pun akan menyerahkan tongkat estafet kepelatihan Timnas Jerman kepada mantan pelatih Bayern Munich yakni Hansi Flick. Uniknya, Hansi Flick merupakan asisten Joachim Low saat membawa Jerman juara Piala Dunia 2014.

sumber: okezone
Indonesia Masih Punya Kans Jadi Tuan Rumah Olimpiade 2032
30 June 2021
Indonesia Masih Punya Kans Jadi Tuan Rumah Olimpiade 2032
foto:logo olimpiade (ist)

itoday - Anggota Komite Olimpiade Internasional (IOC), Erick Thohir, memberikan komentar mengenai kans Indonesia jadi tuan rumah Olimpiade 2032. Dia mengatakan bahwa Indonesia bisa menjadi opsi kedua tuan rumah Olimpiade 2032 jika Brisbane urung terpilih jadi tuan rumah.

Pernyataan tersebut disampaikan Erick Thohir menanggapi keputusan Dewan Eksekutif IOC yang mengusulkan Brisbane sebagai tuan rumah Olimpiade 2032, setelah direkomendasikan Komisi Tuan Rumah Olimpiade Masa Depan.

Namun menurut Erick, itu hanya sebatas usulan karena keputusan mutlak baru dapat dipastikan jika Brisbane menang dalam pemungutan suara oleh anggota IOC di Tokyo pada 21 Juli nanti. Erick merupakan satu-satunya wakil Indonesia yang mempunyai hak suara dalam proses pemilihan itu.

“Bukan tidak mungkin nanti seperti Asian Games ketika Vietnam mundur dan itu salah satu kemungkinan. Maka saya sampaikan ke Bapak Okto (Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia) bahwa kita harus tetap menjadi wing-nya dan harus terus agresif,” kataErick yang yang juga menjabat Menteri BUMN itu dalam jumpa pers virtual di Jakarta, Selasa.

“Dan kita mempunyai potensi... Kita juga bisa menjadi opsi untuk (tuan rumah) yang berikutnya kalau kita bisa menjadi second preferred bidder. Jadi ini yang harus kita lakukan,” tambah dia.

Indonesia saat ini sudah masuk dalam tahap continuous dialogue atau dialog lanjutan dalam perjalanannya mendapatkan status tuan rumah Olimpiade 2032 bersama dengan Unifikasi Korea.

Proses perjalanan Indonesia dalam bidding, lanjut Erick, bisa saja naik level dari continuous dialogue menjadi targeted dialogue hingga preferred host apabila Indonesia sukses menyelenggarakan event dan kejuaraan internasional yang dijadwalkan digelar di Tanah Air, seperti FIBA Asia Cup 2021, FIBA World Cup 2023 dan FIFA World Cup U-20 2023.

Jika Brisbane tidak terpilih dalam voting Sesi IOC, Komisi Tuan Rumah Olimpiade akan melanjutkan pencalonan kandidat lain dengan proses yang sama.

Selain Brisbane dan Indonesia, setidaknya ada empat kandidat lain yang juga membidik menjadi tuan rumah Olimpiade 2032, yaitu Jerman, Hungaria, Qatar dan Unifikasi Korea.

sumber: okezone
Kesulitan Balapan di MotoGP 2021 Ini Alasan Valentino Rossi
30 June 2021
Kesulitan Balapan di MotoGP 2021, Ini Alasan Valentino Rossi
foto:Valentino Rossi (ist)

itoday - Pembalap Petronas Yamaha SRT, Valentino Rossi, kesulitan dalam beberapa musim terakhir ini. Menurutnya, terjadi banyak perubahan pada motor di era balap modern.

Rossi adalah satu-satunya pembalap, yang pernah merasakan kelas 500cc, dan masih balapan di MotoGP 2021. Dia pernah berjaya di masa lalu, tetapi perubahan membuatnya kesulitan.

Menurut Rossi, ada perbedaan antara balapan saat ini dengan di masa lalu. Rossi menilai itu dikarenakan perubahan pada motor MotoGP yang sangat menuntut fisik sekarang.

Rossi menyatakan motor MotoGP sekarang memiliki sistem aerodinamis yang membuat akselerasi lebih baik dan pengereman dilakukan selambat mungkin. Bagi Rossi, itu membuat para pembalap mengeluarkan tenaga lebih besar.

Namun, Rossi yakin perbedaan terbesar terjadi karena evolusi ban, rem, dan perangkat elektronik. Beberapa pembalap, termasuk Rossi, kesulitan dengan perubahan pada MotoGP.

"Gayanya telah berubah dalam beberapa tahun terakhir, terutama dalam hal posisi di sadel. Semua orang banyak menjulurkan kepala dan bahu mereka saat menikung," kata The Doctor -julukan Rossi, dikutip dari Tuttomotoriweb, Rabu (30/6/2021).

“Motor MotoGP hari ini sangat menuntut secara fisik. Mereka memungkinkan Anda untuk mengerem selambat mungkin dan memasuki tikungan dengan cepat. Ini juga telah mengubah cara beradaptasi dengan lintasan,” tuturnya.

"Tentu saja, aerodinamis memungkinkan akselerasi lebih baik dan pengereman lebih lambat. Dengan solusi ini, motor menjadi lebih berat saat berubah arah, lebih banyak kekuatan yang dibutuhkan. Akan tetapi, saya percaya perbedaan terbesar adalah karena evolusi ban, rem, dan elektronik,” ucap pembalap Italia itu.

Dengan segala pengalamannya, Rossi masih kesulitan untuk berprestasi dalam balapan modern. Rossi bahkan terpuruk pada musim 2021.

Ketimbang bangkit, Rossi justru makin dekat dengan masa pensiun. Pembalap 42 tahun itu akan memutuskan kelanjutan karier balapnya pada musim panas 2021.

sumber: okezone