Facebook
Twitter
Instagram
Logo Header  Footer
021-4567890mail@mailcontoh.com
Logo Header  Footer

Terbaru

Ketika Petarung UFC Tertawa Melihat Duel MMA di Indonesia
04 July 2021
Ketika Petarung UFC Tertawa Melihat Duel MMA di Indonesia
foto: Kamaru Usman (gettyimages)

itoday - Juara dunia kelas welter UFC, Kamaru Usman beberapa waktu lalu membuat heboh jagat dunia maya khususnya netizen Indonesia, setelah dirinya memberikan reaksi tertawa melihat duel dua petarung One Pride MMA.

Reaksi tersebut terjadi ketika Kamaru Usman menyaksikan cuplikan pertarungan Alex Munster vs Rudy 'Ahong' Gunawan dalam duel Fight Night 42 pada 20 Februari 2021 lalu di Instagram MMA Junkie.

"Kedua petarung ini tidak bisa mengeluarkan kemampuan terbaik karena kelelahan," tulis keterangan postingannya.

Lalu Usman melontarkan tanggapannya di kolom komentar dengan menulis "Apa yang baru saja saya lihat," tulis Usman sambil memberi lima emoji tertawa.

Pertarungan Munster vs Ahong menjadi sorotan lantaran keduanya terlihat sudah kelelahan meski baru memasuki ronde kedua. 

Tidak ada pukulan dan tendangan agresif, bantingan keras, atau submission layaknya pertarungan di UFC.

Reaksi Netizen Indonesia
Mengetahui Kamaru Usman memberikan menyoroti video pertarungan itu, netizen Indonesia pun langsung ikut menimpali komentar petarung berusia 34 tahun itu.

Sebagian besar netizen Indonesia tidak menyangka Usman memberi komentar duel Munster vs Ahong.

"Diketawain Lord Usman deh," ujar salah satu netizen Indonesia.

Sementara netizen lainnya menulis, "Setidaknya kalau tidak seperti ini malah tidak dikomentari superstar UFC. Ketika Ahong vs Theodorus Ginting saja malah tidak dikomentari. Apa yang dari Indonesia harus yang konyol-konyol seperti ini baru bisa diketahui orang luar ya?"

Ada juga yang menyampaikan kalau pertarungan ini adalah bohongan dalam bahasa sunda.

"Mang Usman, maaf, ini mah lagi main-main berkelahi. Sesungguhnya mah dua-duanya keren kali sedang bertarung. Suer."

Pada duel itu, Ahong kalah TKO ronde kedua dari Munster. Sedangkan Kamaru Usman sendiri sukses mempertahankan gelar welter UFC untuk ketiga kalinya.

Dirinya mengalahkan Gilbert Burns dengan kemenangan TKO ronde ketiga pada UFC 258, 13 Februari lalu.

sumber: indosport
Apa Italia Sudah Boleh Disebut Favorit Juara Euro 2020
04 July 2021
Apa Italia Sudah Boleh Disebut Favorit Juara Euro 2020?
foto: Timnas Italia (bola.net)

itoday - Italia saat ini jadi salah satu favorit juara Euro 2020. Ada banyak alasan mengapa pasukan Roberto Mancini bisa mengangkat trofi impian Eropa tersebut.

Teranyar, gol-gol Nicolo Barella dan Lorenzo Insigne memastikan kemenangan 2-1 Italia atas Belgia di babak perempat final. Kemenangan ini sangat berharga bagi Italia.

Setelahnya, Italia sudah ditunggu tantangan alot lainnya. Mereka akan menghadapi Spanyol di babak semifinal, Rabu (7/7/2021).

Pertandingan ini bakal sulit, tapi ada beberapa faktor yang membentuk Italia sebagai calon juara.

Skuad solid

Italia tidak punya pemain-pemain top di setiap posisi seperti Prancis, tapi ada satu kelebihan pasukan Mancini. Italia sekarang punya keharmonisan tim layaknya di level klub.

Biasanya timnas tidak benar-benar padu karena perselisihan di level klub dan waktu bersama yang terlalu sedikit. Namun, Italia sekarang tampak berbeda, mereka begitu solid.

Italia sempat diragukan ketika harus menghadapi Belgia yang menyandang status tim nomor 1 FIFA, tapi faktanya Italia masih lebih tangguh.

Georgio Chiellini dkk. menyuguhkan performa komplet, lini belakang solid yang dikombinasikan dengan lini serang mengalir.

Paling Konsisten

Di antara semua tim yang sudah bertanding di Euro 2020 sejauh ini, Italia mungkin layak disebut sebagai tim paling konsisten. Mereka menyapu bersih 3 laga di fase grup, meski butuh extra time untuk mengalahkan Austria di 16 besar.

Sempat muncul dugaan Italia bisa menjaga laju tak terkalahkan karena hanya melawan tim-tim lemah, tapi buktinya tidak demikian. Mereka bisa mengalahkan Swiss di fase grup, Swiss kemudian mengalahkan Prancis di 16 besar.

Permainan Italia saat ini sangat stabil. Jika tidak ada perubahan ekstrem, dan seharusnya memang tidak ada, mereka bakal menyuguhkan permainan yang sama baiknya di semifinal nanti.

Jadi favorit juara
Tidak banyak yang memprediksi Italia bakal jadi juara Euro 2020, tapi dengan 180 menit tersisa (waktu normal semifinal dan final) dan dengan tersingkirnya tim favotir seperti Prancis, Azzurri seharusnya punya peluang besar.

Terlebih Italia berhasil mengalahkan Belgia, tim yang mungkin jadi nomor dua favorit juara di bawah Prancis. Tantangan Italia berikutnya adalah Spanyol, laga yang akan alot.

Spanyol doyan membawa bola, tapi mereka punya masalah di lini belakang. Seharusnya ini bisa jadi celah yang dimanfaatkan Italia.

sumber: kontan
Gubernur Tokyo Minta Panitia Olimpiade Pertimbangkan Opsi Tanpa Penonton
02 July 2021
Gubernur Tokyo Minta Panitia Olimpiade Pertimbangkan Opsi Tanpa Penonton
foto: Olimpiade Tokyo (ist)

itoday - Gubernur Tokyo Yuriko Koike meminta panitia Olimpiade mempertimbangkan opsi penyelenggaraan tanpa penonton. Menurut dia, ketidakhadiran penonton harus menjadi opsi utama setelah Ibu Kota Jepang itu terus bergulat dengan lonjakan kasus Covid-19 tiga pekan menjelang pembukaan.

"Penyelenggara Olimpiade perlu meninjau kebijakan saat ini tentang penonton jika situasi virus corona memburuk di Tokyo," kata dia dikutip dari Reuters, Jumat, 2 Juli 2021.

Presiden Komite Penyelenggara Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo, Seiko Hashimoto, secara terpisah mengatakan bahwa penyelenggara siap melanjutkan acara tanpa penonton di tribun jika pemerintah menetapkan kebijakan penanganan COVID-19. Saat ini, penyelenggara masih mengizinkan hingga 10.000 orang di setiap venue Olimpiade, yang akan dimulai pada 23 Juli.

"Saya tidak tahu apa yang akan terjadi dengan situasi infeksi yang berubah dari hari ke hari, tetapi panitia penyelenggara akan siap (untuk mengadakan pertandingan) tanpa penonton dan dapat menyesuaikan dengan kebijakan apa pun yang mungkin dikeluarkan," kata Hashimoto, dikutip dari Kyodo.

Panitia dan empat badan penyelenggara Olimpiade dan Paralimpiade lainnya pada akhir bulan lalu memutuskan bahwa venue dapat diisi hingga 50 persen dari kapasitas dengan maksimum 10.000 penonton, dan menyetujui bahwa kebijakan tersebut akan ditinjau kembali jika situasi pandemi memburuk.

Jumlah kasus COVID-19 harian di Tokyo meningkat sejak keadaan darurat dicabut bulan lalu. Pemerintah tampaknya tidak punya pilihan selain memperpanjang keadaan darurat di sejumlah wilayah di Jepang, termasuk ibu kota, yang akan berakhir pada 11 Juli.

Lima badan penyelenggara, termasuk Komite Olimpiade Internasional (IOC) dan pemerintah Jepang, dijadwalkan mengadakan pertemuan pada Kamis depan untuk membahas cara terbaik menangani penonton domestik. Penyelenggara, yang telah melarang kehadiran penonton dari luar negeri, akan bertemu membahas apakah keadaan darurat semu saat ini di Tokyo dan sejumlah daerah lain akan diperpanjang.

Opsi tanpa penonton adalah salah satu pilihan saat ini, sementara opsi lain adalah menetapkan batasan 5 ribu penonton. Beberapa pejabat telah melontarkan gagasan untuk melarang penonton menghadiri acara malam hari dan beberapa venue besar dibatasi 5 ribu penonton.

Batas kehadiran 10 ribu penonton ditetapkan dengan premis bahwa keadaan darurat semu yang sedang berlangsung dicabut. Di bawah tindakan yang agak lebih ringan daripada keadaan darurat, jumlah orang yang diizinkan di olahraga dan acara besar lainnya dibatasi hingga 50 persen dari kapasitas tempat dengan batas atas 5 ribu orang.

sumber: tempo
Berita Terkini Toni Kroos Resmi Pensiun dari Timnas Jerman
02 July 2021
Berita Terkini: Toni Kroos Resmi Pensiun dari Timnas Jerman
foto: Toni Kroos (AP Photo)

itoday - Toni Kroos akhirnya memutuskan untuk pensiun dari tim nasional Jerman seusai berlaga di Euro 2020. Pemain berusia 31 tahun itu pensiun setelah 11 tahun membela Der Panzer.

Gelandang Real Madrid itu menjadi bagian dari tim asuhan Joachim Low yang tersingkir dari Euro 2020. Mereka kalah 0-2 dari timnas Inggris di babak 16 besar, Mantan pemain Bayern Munchen itu merasa inilah saat yang tepat untuk mundur.

Kroos memiliki karier internasional yang luar biasa. Ia memainkan peran penting dalam kejayaan Jerman di Piala Dunia Brasil pada 2014. "Saya telah bermain untuk Jerman sebanyak 106 kali," kata Kroos dikutip dari Marca, Jumat 2 Juli 2021. "Tidak akan ada momen lain."

Kroos melakukan debut seniornya di Jerman pada 2010 melawan timnas Argentina, tim yang mereka kalahkan untuk memenangkan Piala Dunia 2014. Sejak saat itu, posisinya di lini tengah tak tergantikan di skuad Jerman.

Kroos saat ini memiliki satu caps lebih banyak dari pemenang Piala Dunia 1990 Jurgen Kohler (105). Namun, ia tetap dua caps di belakang mantan bos tim nasional Jerman Jurgen Klinsmann (108).

Untuk timnas Jerman, Kroos telah mencetak 17 gol. Gol fenomenalnya terjadi melalui tendangan bebas saat melawan Swedia di Piala Dunia 2018. Gol itu menjadi Goal of the Tournament.

Dengan keputusan ini, Toni Kroos menyusul Joachim Low yang sudah lebih dulu menyatakan pensiun sebagai pelatih timnas Jerman. Low dikabarkan akan digantikan mantan pelatih Bayern Munchen Hansi Flick.

sumber: tempo
Khabib Nurmagomedov Andaikan Jadi Atlet MMA seperti di Penjara
01 July 2021
Khabib Nurmagomedov Andaikan Jadi Atlet MMA seperti di Penjara
foto: Khabib Nurmagomedov (ist)

itoday - Mantan petarung UFC, Khabib Nurmagomedov, merasa terperangkap di penjara ketika menjadi atlet MMA.

Khabib Nurmagomedov sudah memutuskan pensiun sebagai petarung MMA sejak Oktober 2020 lalu.

Keputusan Khabib Nurmagomedov mengundurkan diri sebagai petarung MMA diucapkan setelah menghabisi Justin Gaethje pada UFC 254.

Kini, The Eagle sepertinya sudah tidak ingin kembali memasuki oktagon.

Berbicara kepada UFC Rusia, Nurmagomedov merasa berada di tahanan ketika masih aktif menjadi atlet.

Dia saat ini senang setelah membebaskan diri dari penjara setelah memutuskan pensiun.

Nurmagomedov pun beralasan bahwa kehidupan atlet dituntut untuk selalu berkembang dan tidak boleh melupakan latihan.

sumber: bolasport
Perang Dingin dengan Pemain Muslim Jerman Joachim Low Minta Maaf Kelar Piala Eropa 2020
01 July 2021
Perang Dingin dengan Pemain Muslim Jerman, Joachim Low Minta Maaf Kelar Piala Eropa 2020
foto: Mesut Ozil dan Joachim Low (okezone)

itoday - Joachim Low resmi meninggalkan Tim Nasional (Timnas) Jerman, setelah sang negara tersingkir di babak 16 besar Piala Eropa 2020. Setelah meninggalkan Timnas Jerman, langkah pertama yang dilakukan Joachim Low adalah mencoba berdamai dengan mantan anak asuhnya yang beragama Islam, Mesut Ozil.

Sebagaimana diketahui, perseteruan antara Low dan Mesut Ozil sempat memuncak saat mantan pemain Arsenal itu memutuskan mundur dari Timnas Jerman pada 2018. Pemain Fenerbahce tersebut memilih pensiun karena merasa terhina oleh Federasi Sepakbola Jerman (DFB) setelah dirinya berfoto dengan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan.

Sayangnya keputusan Mesut Ozil untuk pensiun membuat Low kecewa. Sebab, pemain berusia 32 tahun itu meninggalkan Timnas Jerman tanpa berkonsultasi secara langsung dengan Low.

Bahkan hingga saat ini, ia tidak mendapat penjelasan secara langsung dari Ozil terkait permasalahan tersebut. Tak pelak, kekecewaan Low terhadap pemain berposisi gelandang serang itu masih membekas.

“Mesut (Ozil) meninggalkan Tim Nasional tanpa berkonsultasi dengan saya sebelumnya dan itu merupakan kekecewaan besar bagi saya," ungkap Low, dikutip dari Goal Internasional, Kamis (1/7/2021).

BACA JUGA: Timnas Jerman Loyo 7 Tahun Terakhir, Tanda Joachim Low Tak Bisa Apa-Apa Tanpa Hansi Flick?

Namun, kini hal positif muncul dari pikiran Low. Ia ingin menyelesaikan masalahnya dengan Ozil yang tak kunjung menemui titik terang. Karena itu, setelah meninggalkan Timnas Jerman pada 12 Juli 2021 nanti, ia berharap bisa bertemu dan menuntaskan pertikaian yang terjadi di antara mereka.

"Akan tiba saatnya kita akan berbicara atau bertemu lagi. Pada titik tertentu, akan tiba saatnya kita akan membicarakan sesuatu dan mengesampingkan semuanya,” tutur pelatih berusia 61 tahun tersebut.

“Kenangan ini kemudian juga akan menjadi positif bagi kami. Dia (Ozil) adalah pemain yang sangat penting dengan keterampilan yang hebat,” imbuh Low.

Perpaduan Ozil dan Low sempat menghasilkan prestasi luar biasa bagi Timnas Jerman. Perpaduan keduanya membuat Jerman juara Piala Dunia 2014 setelah di final menang 1-0 atas Argentina.

Sementara itu, Low sendiri gagal mengakhiri kariernya di Timnas Jerman dengan baik. Pada turnamen terakhirnya di Piala Eropa 2020, Low gagal membawa Der Panzer melangkah jauh dan terhenti di babak 16 besar usai menyerah 0-2 dari Inggris.

Setelah ini, Low pun akan menyerahkan tongkat estafet kepelatihan Timnas Jerman kepada mantan pelatih Bayern Munich yakni Hansi Flick. Uniknya, Hansi Flick merupakan asisten Joachim Low saat membawa Jerman juara Piala Dunia 2014.

sumber: okezone