Facebook
Twitter
Instagram
Logo Header  Footer
021-4567890mail@mailcontoh.com
Logo Header  Footer

Terbaru

Ngeri KevinMarcus Jumpa Raksasa Sungai Gangga Usai Libas Duo Inggris
25 July 2021
Ngeri, Kevin/Marcus Jumpa Raksasa Sungai Gangga Usai Libas Duo Inggris
foto: Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon (viva)

itoday - Ganda putra Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon mengamuk dalam laga perdana grup A bulutangkis Olimpiade Tokyo 2020. Mereka menumbangkan wakil Inggris, Ben Lane/Sean Vendy.

Berlaga di Musashino Forest Sport Plaza, Tokyo Jepang, Kevin/Marcus membungkam Lane/Sean dua game langsung dalam 31 menit, Sabtu 24 Juli 2021.

Tampil pertama kali di ajang sebesar Olimpiade tidak ingin dibawa menjadi beban yang terlalu berlebih oleh peraih medali emas Asian Games 2018 itu.

"Kami tidak mau berpikir terlalu banyak tentang tekanan main di sini. Kami mau menikmatinya, masih ada pertandingan yang harus kami mainkan," ujar Kevin dikutip VIVA Bulutangkis dari situs resmi PBSI, Minggu 25 Juli 2021.

Grup Kevin/Marcus kian membara, di laga lain, secara dramatis pasangan India Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty berhasil mengalahkan ganda Taiwan, Lee Yang/Wang Chi-Lin lewat rubbergame 21-16, 16-21 dan 27-25.

Performa Satwiksairaj/Chirag terbilang mengejutkan, sebab Lee/Wang bukan pebulutangkis kaleng-kaleng. Mereka menghancurkan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan dua kali.

Lee/Wang menghabisi Ahsan/Hendra di BWF World Tour Finals dan Thailand Open di 2021 ini. Jelas ada peningkatan dari Satwiksairaj/Chirag jika mampu mengalahkan mereka.

Tentu Kevin/Marcus perlu waspada. Kevin/Marcus akan berjumpa dengan pebulutangkis berjuluk Raksasa Sungai Gangga itu pada 26 Juli dan Lee/Wang pada 27 Juli mendatang.

Berbicara soal Satwiksairaj/Chirag nama keduanya menjadi sorotan karena sepakterjang mengerikan mereka di French Open 2019 dan Fuzhou China Open 2019.

Bagaimana tidak di dua turnamen itu tak ada satupun ganda putra dunia yang mampu mengalahkan Satwiksairaj/Chirag. Malahan mereka membantai para raksasa ganda putra dunia. Mereka hanya tumbang di tangan penguasa ranking 1 dunia, Kevin/Marcus kala itu.

Pada semifinal mereka menumbangkan Juara Asia 2019, Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe. Wakil Jepang Itu dilibas juga cuma dalam dua game dengan poin dramatis 21-11, dan 25-23. Mereka baru tumbang di final dari tangan The Minions.

Sedangkan di Fuzhou China Open, di babak 16 besar Satwiksairaj/Chirag secara tak terduga kemballi mengalahkan ganda putra Jepang yang mengalahkan Kevin/Marcus di final Badminton Asia Championships 2019, Endo/Yuta.

Endo/Yuta dilumat Satwiksairaj/Chirag melalui laga panjang berdurasi 1 jam 6 menit dengan skor 21-18, 21-23 dan 21-11.

Dan yang paling menakutkan lagi, mereka menjadi penghancur mimpi tuan rumah China untuk bisa menjuarai sektor ganda putra turnamen ini. Sebab, di perempatfinal satu-satunya wakil China yang tersisa yaitu Li Junhui/Liu Yuchen dilibas tanpa ampun.

Hebatnya lagi, Satwiksairaj/Chirag tak memerlukan game tambahan untuk menyingkirkan Juara Dunia 2018 itu dari Fuzhou China Open 2019. Junhui/Yuchen dihancurkan dalam dua game saja dengan angka 21-19 dan 21-15. Dan lagi-lagi akhirnya mereka tumbang di tangan Kevin/Marcus di semifinal.

sumber: viva
Kalah di Final NBA Chris Paul Belum Mau Berhenti
22 July 2021
Kalah di Final NBA, Chris Paul Belum Mau Berhenti
foto: Chris Paul (ist)

itoday - Waktu 16 tahun bukanlah waktu yang sebentar bagi seorang Chris Paul. Penantian akan gelar juara NBA perdana sepanjang karier sejatinya begitu dekat musim ini dengannya. Namun, apa daya, Milwaukee Bucks memusnahkan itu semua.

Bucks sukses menundukkan Phoenix Suns, tim yang dibela Paul saat ini, dengan total skor 4-2 dari enam gim. Di gim keenam, Paul tidak berkutik sehingga akhirnya Suns tumbang di tangan Bucks dengan skor 105-98.

Meski gagal menjadi juara, Paul belum menunjukkan tanda-tanda akan berhenti. Malah, dia meyakinkan semua pihak bahwa dia akan segera kembali dan mencoba merebut lagi tahta juara NBA yang gagal tergapai musim ini.

1. Paul tidak akan pensiun dulu

Paul mengungkapkan bahwa dia tidak akan pensiun dulu saat ini. Dia akan segera kembali bekerja, mempersiapkan diri, serta menjaga mentalitas juara yang sudah dia bangun dengan apik selama musim ini.

"Mungkin saya butuh beberapa hari untuk memikirkan ini (kekalahan dari Bucks), tetapi mental saya tetap sama. Saya tidak akan pensiun. Saya tegaskan itu. Sekarang, saya akan kembali bekerja bersama tim," ujar Paul, dilansir ESPN FC.

2. Paul merasa bisa menyumbangkan lebih

Di gim keenam laga final NBA 2021 ini, Paul memang tidak bisa berbuat lebih untuk timnya. Dia hanya mampu menyumbang 26 poin dan lima asis. Dia juga sudah mendorong tim sedemikian rupa di gim keenam ini, tetapi itu tidak cukup.

"Saya selalu merasa bahwa saya sebenarnya bisa melakukan lebih. Segalanya memang sulit saat itu (di gim keenam). Tetapi, saya salut dengan tim ini. Sungguh musim yang luar biasa, meski kekalahan ini tentu menyisakan luka buat kami semua," ungkap Paul.

3. Paul diprediksi tidak akan hengkang dari Suns

Pertanyaan lain menyeruak seiring berakhirnya musim 2020/21 ini. Akankah Paul hengkang dari Suns? Apalagi, dikabarkan Los Angeles Lakers berniat mendatangkannya untuk menambah kekuatan tim. Mereka butuh point guard yang apik.

Namun, Paul diprediksi tidak akan hengkang dari Suns. Apalagi, tim yang berasal dari Phoenix tersebut saat ini dihuni pemain-pemain muda menjanjikan macam Devin Booker dan Deandre Ayton. Mereka benar-benar membantu Paul musim ini.

"Saya berjanji akan kembali lagi musim depan bersama tim ini dengan lebih baik. Sekarang, saya akan melakukan refleksi, apa yang bisa saya lakukan untuk berkembang. Dengan begitu, musim depan, kami bisa memberi lebih di NBA," tukas Chris Paul.

sumber: idnntimes
Olimpaide Tokyo Tinggalkan Kumamoto Tim Bulutangkis RI Masuk Perkampungan Atlet
19 July 2021
Olimpaide Tokyo: Tinggalkan Kumamoto, Tim Bulutangkis RI Masuk Perkampungan Atlet
foto: Timnas Bulu Tangkis RI (suara)

itoday - Setelah 10 hari menjalani pemusatan latihan di Prefektur Kumamoto, tim bulutangkis Indonesia bertolak ke perkampungan atlet Olimpiade Tokyo hari ini, Senin (19/7/2021) pagi waktu setempat.

Tim bulutangkis Indonesia menurunkan tujuh wakil dari lima sektor untuk Olimpiade Tokyo dengan rincian, dua tunggal putra, dua ganda putra, dan masing-masing satu di tunggal putri, ganda putri, dan ganda campuran.

Dari sektor tunggal putra, Indonesia bertumpu pada Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting. Di tunggal putri, Gregoria Mariska Tunjung bakal jadi andalan Merah Putih.

Sementara dari sektor ganda putra, Indonesia diwakili Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon dan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan.

Sedangkan dari sektor ganda putri ada Greysia Polii/Apriyani Rahayu, dan di ganda campuran akan diwakili Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti.

Mereka akan didampingi lima pelatih selama berada di Tokyo atau lebih tepatnya di perkampungan atlet.

Pembatasan kuota akreditasi karena pengaruh pandemi virus Covid-19 membuat tim bulutangkis Indonesia tidak mengirimkan tim pendukung selama Olimpiade digelar. Tim pendukung nantinya akan disokong NOC (National Olympic Committee) Indonesia.

"Jadi dari 25 orang yang ikut ke Kumamoto, hanya lima pelatih dan sebelas atlet yang bisa stay di Perkampungan Atlet," kata Eddy Prayitno, Manajer Tim dalam rilis PBSI, Senin (19/7/2021).

"Sementara yang lain akan pulang ke Jakarta dalam dua kloter. Kloter pertama hari Senin (19/7) ini yang terdiri dari dokter, fisioterapis, masseur, dan atlet sparring atas nama Shesar (Hiren Rhustavito) dan Zachariah (Josiahno Sumanti)."

"Kloter kedua pulang tanggal 24 Juli yaitu Pak Iwan (Hermawan) dan atlet sparring Fajar (Alfian)/Rian (Ardianto). Untuk saya sendiri masih menunggu arahan dari NOC," lanjut Eddy.

Iwan dan Fajar/Rian akan menempati hotel di luar Perkampungan Atlet Olimpiade Tokyo dan akan membantu latihan tim dalam persiapan terakhir sebelum pertandingan cabang bulutangkis dimulai pada 24 Juli mendatang.

Olimpiade Tokyo akan berlangsung pada 23 Juli hingga 8 Agustus 2021. Pertandingan cabang bulutangkis akan mulai dihelat di Musashino Forest Sport Plaza pada 24 Juli hingga 2 Agustus.

sumber: suara
1000 Tifosi Italia Boleh Hadiri Final Euro 2020  2021
10 July 2021
1000 Tifosi Italia Boleh Hadiri Final Euro 2020 / 2021
foto: suporter Timnas Italia (AFP)

itoday - Sebanyak 1000 fans timnas Italia telah diizinkan hadir menyaksikan langsung pertandingan final Euro 2020 / 2021, Minggu (11/7/2021) atau Senin dini hari pukul 02.00 WIB. Di partai puncak, tim berjuluk Gli Azzurri itu bakal berhadapan dengan tuan rumah Timnas Inggris di Stadion Wembley, London.

Keberangkatan suporter Italia bakal dikoordinir langsung oleh federasi sepak bola FIGC. Masing-masing suporter akan dikenakan biaya sebesar 610 euro per orang atau setara dengan Rp10,4 juta.

Seperti dilansir dari AS, pemerintah Inggris telah menetapkan aturan yang ketat bagi kedatangan suporter yang hendak menyaksikan Euro 2020 / 2021. Selain harus bebas COVID-19 atau sudah divaksin, penonton juga diwajibkan menjalani karantina selama 10 hari sejak tiba di Inggris.

Aturan ini diterapkan pada pertandingan Inggris vs Denmark di babak semifinal lalu.

Hanya 12 Jam di Inggris

Pada final Euro 2020 / 2021 nanti, para penoton dari Italia hanya diizinkan berada di tanah Inggris selama 12 jam. Sistem bubble atau gelembung juga akan diterapkan dalam pola perjalanan mereka. Peregerakan mereka akan dibatasi hanya dari bandara ke stadion lalu kembali ke bandara.

Saat berada di stadion, pendukung Italia juga akan ditempatkan di area tertentu agar terpisah dari suporter tuan rumah. Hal ini untuk mengurangi penularan virus Covid-19 yang mungkin ikut terbawa.

Isolasi saat Kembali

Selain itu, fans Italia juga harus menyertakan hasil tes negatif COVID-19 sebelum dan sesudah perjalanan. Mereka juga diwajibkan untuk mengisolasi diri selama lima hari saat kembali ke Italia.

sumber: liputan6
GP F1 dan MotoGP Australia Resmi Dibatalkan
06 July 2021
GP F1 dan MotoGP Australia Resmi Dibatalkan
foto: ilustrasi (republika)

itoday - Grand Prix (GP) Formula Satu (F1) dan MotoGP Australia dibatalkan untuk tahun kedua berturut-turut pada Selasa (6/7). GP F1 dibatalkan karena kontrol perbatasan yang diterapkan untuk mencegah virus corona.

F1 musim 2020 dibatalkan pada menit terakhir saat pandemi berlangsung dan putaran Melbourne tahun ini dialihkan dari biasanya sebagai pembuka musim ke slot 21 November di kalender.

Perbatasan Australia masih ditutup secara efektif, dan persyaratan bagi siapa pun yang masuk harus karantina selama 14 hari tampaknya akan tetap berlaku hingga akhir tahun, paling cepat.

"Kami sangat kecewa bahwa untuk tahun kedua berturut-turut, penggemar MotoGP dan F1 tidak akan dapat melihat balapan dan pebalap terbaik dunia bersaing di sirkuit Phillip Island dan Albert Park yang indah," Ketua Australian Grand Prix Corporation Paul Little dalam sebuah pernyataan, dikutip Reuters, Selasa.

"Kami menghargai tantangan yang dihadapi Australia dengan pembatasan perjalanan internasional saat ini dan pentingnya vaksinasi, kami akan bekerja tanpa lelah untuk menyelenggarakan acara ikonik ini pada tahun 2022," tambahnya.

CEO F1 Stefano Domenicali menyatakan kekecewaannya. Tetapi dia yakin bahwa kalender 23 balapan dapat dipertahankan untuk musim ini.

"Kami memiliki sejumlah opsi untuk maju menggantikan tempat yang ditinggalkan oleh Grand Prix Australia," ujarnya.

"Kami akan mengerjakan rincian opsi-opsi itu dalam beberapa pekan ke depan," ujarnya.

Sementara itu, penyelenggara MotoGP telah memajukan Grand Prix Malaysia satu pekan lebih awal untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh balapan Australia pada 24 Oktober, serta menambahkan balapan di Portugal untuk kedua kalinya musim ini, bertajuk Grand Prix Algarve pada 7 November.

Para penyelenggara balapan telah bernegosiasi dengan pihak berwenang Australia untuk penyesuaian kebijakan karantina, yang membuat balapan secara logistik tidak mungkin dilakukan mengingat tim F1 dan MotoGP bersaing di negara lain pada 7 November.

Menteri Olahraga Victoria Martin Pakula mengatakan mungkin saja situasinya akan berubah dan membaik pada bulan Oktober, tetapi pemerintah tidak dapat membuat komitmen untuk itu saat ini.

Pakula yakin bahwa pemberian vaksin di Australia, yang dinilai paling lambat di antara negara-negara maju, akan dipercepat sejauh pembatasan tidak akan berdampak pada turnamen tenis Australian Open pada Januari.

Grand Slam tersebut diadakan awal tahun ini, setelah para pemain setuju untuk dikarantina selama dua pekan di hotel. Tetapi ada indikasi bahwa mereka tidak akan siap untuk melakukannya lagi.

"Saya sangat yakin Australian Open akan berlanjut," ujar Pakula kepada wartawan.

"Ini mungkin kedengarannya tidak banyak, tetapi kami memperkirakan perbedaan antara November dan Januari akan cukup besar," tambah Pakula.

sumber: republika
Atlet Panjang Tebing Indonesia Positif COVID19 Pasca Menang di Swiss
06 July 2021
Atlet Panjang Tebing Indonesia Positif COVID-19 Pasca Menang di Swiss
foto: Veddriq Leonardo (reuters)

Atlet panjat tebing Indonesia sekaligus pencetak rekor dunia speed putra, Veddriq Leonardo terkonfirmasi positif COVID-19 setelah meraih medali emas dalam ajang IFSC Climbing World Cup Villars di Swiss, Sabtu (3/7/2021) lalu.

Kabar tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Umum Pengurus Besar Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Yenny Wahid, Selasa (6/7/2021).

Yenny mengatakan selain Veddriq, dari 16 orang kontingen yang berangkat ke Swiss, ada tiga atlet lainnya yang juga dinyatakan positif COVID-19, yaitu Alfian M Fadjri, Desak Made Rita dan satu ofisial. Mereka awalnya dijadwalkan kembali pulang ke Indonesia pada Selasa.

“Saya baru mendapat kabar bahwa atlet panjat tebing Indonesia yang telah mengharumkan nama bangsa setelah meraih medali emas dan perunggu dalam Piala Dunia Panjat Tebing di Swiss ternyata positif COVID-19,” ujar Yenny dikutip dari Antara, Selasa.

Saat ini, Veddriq dan tiga orang lainnya sedang menjalani isolasi mandiri di Zurich, Swiss.

Yenny juga turut berterima kasih kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan Kementerian Luar Negeri yang sudah membantu proses karantina atletnya selama 14 hari di Zurich.

Veddriq Leonardo meraih medali emas IFSC Climbing World Cup Villars setelah mengalahkan atlet Rusia Dmitrii Timofeev dalam babak final dengan catatan waktu 5,329 detik, unggul 2,021 detik dari lawannya.

Veddriq sebelumnya mengukir rekor dunia ketika berlaga di IFSC Climbing World Cup, di Salt Lake City, Utah, AS, 29 Mei lalu dengan catatan waktu 5,208 detik.

Sementara itu, rekannya, Kiromal Katibin membawa pulang medali perunggu usai mengalahkan atlet Rusia Vladislav Deulin di babak perebutan juara tiga. Katibin unggul dalam pertarungan yang cukup ketat dengan catatan waktu 5,306 detik, sedangkan Deulin 5,38 detik.

sumber: suara