Facebook
Twitter
Instagram
Logo Header  Footer
021-4567890mail@mailcontoh.com
Logo Header  Footer

Terbaru

Terungkap Alasan Jaksen F Tiago Mundur dari Persis Solo Keluarga Diganggu Suporter Sampai Istri Minta Pindah
23 August 2022
Terungkap Alasan Jaksen F Tiago Mundur dari Persis Solo, Keluarga Diganggu Suporter Sampai Istri Minta Pindah?
foto: Jaksen Tiago (suara)


itoday - Beredar video perpisahan mantan pelatih Jaksen F Tiago alias JFT bersama para pemain Persis Solo di dalam ruang ganti.

Dalam video itu JFT mengungkapkan alasan utamanya rela meninggalkan Persis Solo. Ia mengatakan bahwa pekerjaannya mulai berimbas pada kekuarganya.

Tak betah dengan kondisi itu, istrinya pun ingin JFT segera angkat kaki dari Persis Solo.

"Ada suara di antara semua itu yang harus saya dengar, saya pulang ke rumah, istri saya bilang, ngapain kamu masih di sini dengan kondisi seperti itu apakah kita perlu terima hal seperti itu," coach Jaksen bercerita dalam video yang diunggah oleh akun tiktok @al8bana.

"Saya tidak bisa membawa beban pekerjaan saya kepada rumah tangga saya, dan istri saya sudah mulai diganggu, anak saya (sudah mulai diganggu)," ungkapnya.

Meskipun begitu ia tetap besyukur karena mendapat kesempatan perpisahan yang baik, yakni di saat Persis Solo akhirnya meraih kemenangan pertama pada pertandingan Liga 1 BRI.

Ia juga menyadari bahwa dirinya sudah tidak muda lagi. Sebenarnya ia ingin pensiun di usia 55 tahun, namun sepertinya takdir berkata lain, ia akan pensiun setelah mundur dari Persis di usianya yang ke 54.

"Tapi Tuhan punya rencana umur saya 54 kurang satu tahun," ujarnya.

Selain itu, Coach Jaksen juga berpesan bahwa kepercayaan antar pemain di Persis Solo harus ditingkatkan. Ia percaya bahwa mereka mempunyai potensi untuk bisa bersaing di liga teratas Indonesia.

Sontak video itupun mendapat beragam tanggapan dari warganet.

"Inget banget pas dia jadi coach Persipura gimana kuatnya," kenang akun @*****at.

"Karena sudah menyangkut ke keluarga dia makanya dia putuskan berhenti," ujar akun @******23.

"Kita wajib terimakasih kepada jft sudah membawa Persis ke liga 1#matursuwun jft," tutur akun @******di.

sumber: suara.com
Jelang Semifinal AFF U16 Indonesia Vs Myanmar Bima Sakti Minta Suporter Jaga Kondusivitas
10 August 2022
Jelang Semifinal AFF U-16 Indonesia Vs Myanmar, Bima Sakti Minta Suporter Jaga Kondusivitas
foto: Timnas U-16 (suara)


itoday - Jelang laga semifinal Piala AFF U-16 2022 antara Timnas Indonesia U-16 vs Myanmar U-16, Bima Sakti memberikan beberapa pernyataan dan himbauan kepada para suporter Indonesia yang akan datang dan mendukung langsung anak asuhnya.

Pertandingan antara skuat Garuda Asia melawan Myanmar U-16 akan berlangsung pada Rabu (10/8/2022) di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta, pukul 20.00 WIB.

Bima Sakti selaku pelatih Timnas Indonesia U-16 menuturkan jika timnya sudah siap untuk berjuang semaksimal mungkin saat melawan Myanmar U-16.

"Tim U-16 Indonesia siap berjuang maksimal dalam laga semifinal kontra Myanmar nanti," ungkap Bima Sakti.

Pelatih yang juga menangani Timnas Indonesia U-16 periode sebelumnya juga mengungkapkan jika ia sudah mempersiapkan segala kemungkinan yang terjadi di dalam lapangan, termasuk mempersiapkan para penendang pinalti jika kemungkinan akan berlanjut ke babak adu penalti.

"Saya sudah menyiapkan untuk penendang penalti bila itu terjadi," imbuhnya.

Di sisi lain, Bima Sakti juga mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan para suporter kepada anak asuhnya. Ia menghimbau kepada para suporter untuk tidak menyalakan flare dan melempar botol ke tengah lapangan. Mengingat hal tersebut pernah terjadi saat Indonesia U-16 kontra Vietnam U-16 di pertandingan terakhir babak penyisihan Grup A Piala AFF U-16.

"Terima kasih atas dukungan para suporter dan saya menghimbau untuk tidak menyalakan flare serta melempar botol saat pertandingan nanti," tuturnya.

Himbauan Bima Sakti terkait kedewasaan suporter Indonesia saat memberikan dukungan langsung dalam stadion, disambut positif oleh para pendukung Garuda Asia.

"Siap coach bim, berikan yang terbaik dan semoga bisa memberikan kado spesial untuk hari ulang tahun Indonesia. Kami sebagai pendukung akan membantu dengan doa dan semangat," tulis salah seorang suporter.

Timnas Indonesia U-16 berhasil lolos ke semifinal setelah berhasil menyapu bersih semua laga di babak penyisihan Grup A Piala AFF U-16. Dari tiga laga yang dijalani, skuat Garuda Asia mencatatkan 100 persen kemenangan.

sumber: suara.com
Pecahkan Rekor Para Renang Disaksikan Sang Ibu Tara Athaya Yasykur Senang Banget
05 August 2022
Pecahkan Rekor Para Renang Disaksikan Sang Ibu, Tara Athaya Yasykur: Senang Banget
foto: Tara Athaya Yasykur (suara)


itoday - Tara Athaya Yasykur sukses meraih medali emas, sekaligus memecahkan rekor para-renang pada nomor 50 meter gaya bebas S12 ASEAN Para Games 2022 di Stadion Jatidiri Semarang, Jumat (5/8/2022), disaksikan langsung sang ibunda.

Catatan waktu yang dicetak adalah 31,19 detik atau memecahkan rekor sebelumnya yang dipegang perenang Thailand Sukcharern Preyanut dengan 41,66 detik.

"Senang banget, bisa mecahin (rekor) juga. Kurangnya tidak pecah 'best time' saya," kata Tara usai pengalungan medali.

Atlet kelahiran 25 September 2003 itu mengaku senang sekali bisa berlaga ditonton sang ibunda, Yuliati Karyaningsih, apalagi saat ini merupakan debutnya di APG 2022.

"Senang banget. Keren. Apalagi di Semarang, belum pernah kan di (Stadion Jatidiri). Ibu nonton sejak awal karena kebetulan juga di hari pertama (1/8)," kata Tara seperti dimuat Antara.

Pada APG 2022, perenang berusia 18 tahun itu turun di dua nomor, yakni 50 meter gaya bebas S12 dan 50 meter gaya dada SB12.

Pada nomor 50 meter gaya dada SB12, Tara sukses meraih medali perak sehingga total dua medali dikumpulkan, yakni satu emas dan satu perak.

Tara juga merasa terpacu dengan kehadiran suporter di Stadion Jatidiri Semarang yang memberikan dukungan kepada para atlet Indonesia saat berlaga.

"Antusiasnya, luar biasa. Apalagi, masyarakat kan pada nonton," katanya.

Sebelum berlomba, Tara tak lupa meminta doa sang ibunda agar bisa memenangi dan membanggakan Indonesia.

"Pesan khusus tidak ada. Ya, jbu cuma nyemangatin, kasih 'support'," kata Tara.

Tim Para-Renang Indonesia tampil sebagai juara umum pada ASEAN Para Games 2022 dengan total perolehan 87 medali, terdiri atas 29 medali emas, 31 perak, dan 27 medali perunggu.

Bahkan, perolehan medali emas pada pesta olahraga terbesar bagi atlet-atlet difabel se-Asia Tenggara itu melampaui target yang ditetapkan, yakni 27 medali emas.

sumber: suara.com
Polres Sleman Diminta Usut Kasus Meninggalnya Suporter PSS
03 August 2022
Polres Sleman Diminta Usut Kasus Meninggalnya Suporter PSS
foto: PSS Brigata Curva Sud (republika)


itoday - Peristiwa meninggalnya seorang warga Sleman, Tri Fajar Firmansyah (23) harus segera diusut tuntas. Apalagi, Fajar diduga merupakan korban salah sasaran kerusuhan yang dibuat suporter bola yang melintasi DIY pada 25 Juli 2022 lalu.

Fajar meninggal dunia pada Selasa (2/8/2022) malam setelah mendapatkan perawatan di RSPAU dr Hardjolukito. Kadiv Humas Jogja Police Watch (JPW), Baharuddin Kamba menegaskan, kasus ini harus diusut tuntas agar memberi keadilan bagi korban.

Baharuddin menekankan, siapa pun yang terlibat atas meninggalnya Tri Fajar Firmansyah harus diproses hukum secara adil, transparan dan profesional. Ia mengingatkan, jangan sampai ada yang dilindungi, apalagi dilepas dalam kasus ini.

"Kepolisian dalam hal ini Polres Sleman diminta untuk menyelidiki secara tuntas kemungkinan adanya pelaku lainnya atas meninggalnya Tri Fajar Firmansyah ini," kata Baharuddin, Rabu (3/8/2022).

Apalagi, saat ini Polres Sleman baru menetapkan dua orang sebagai tersangka dari 10 orang yang sebelumnya diminta keterangan dalam peristiwa ini. Baharuddin berharap, Polres Sleman tidak hanya berhenti kepada dua orang itu sebagai tersangka.

Ia mengingatkan, jika Polres Sleman sudah memiliki minimal dua alat bukti yang cukup tentang adanya keterlibatan pihak lain, maka harus diproses hukum secara transparan. JPW berharap tidak ada intervensi dari pihak manapun atas kasus ini.

Selain itu, ia mengajak masyarakat, termasuk suporter sepak bola, mempercayakan proses hukum yang sedang berjalan. Bahkan, ia merasa, jika perlu Mabes Polri melakukan supervisi atas proses hukum yang sedang berjalan di Polres Sleman.

Baharuddin berpendapat, supervisi dari Mabes Polri perlu dilakukan dalam rangka mengawasi proses hukum yang sedang berjalan. Sehingga, pihak penyelidik maupun penyidik Polres Sleman senantiasa berpedoman kepada aturan-aturan yang ada.

Ia turut menyampaikan duka dan keprihatinan mendalam atas meninggalnya Tri Fajar Firmansyah. Baharuddin berharap, kejadian yang sama tidak terulang lagi agar tidak lagi ada korban. Sebab, tidak ada sepak bola seharga nyawa manusia.

"Polda DIY beserta stakeholder terkait segera lakukan evaluasi secara komprehensif dan tuntas agar kasus serupa tidak terulang kembali," ujar Baharuddin.

sumber: republika.co.id
Indonesia Amankan 59 Emas hingga Hari Keempat ASEAN Para Games 2022
02 August 2022
Indonesia Amankan 59 Emas hingga Hari Keempat ASEAN Para Games 2022
foto: Asean Para Games 2022 (suara)


itoday - Kontingen Indonesia sudah berhasil mengantungi 59 medali emas ASEAN Para Games (APG) 2022 setelah penyelenggaraan pesta olahraga penyandang disabilitas terbesar Asia Tenggara itu memasuki hari keempat, Selasa.

Chef de Mission (CdM) Indonesia untuk APG 2022, Andi Herman, mengatakan selain 59 emas, para atlet Merah Putih juga sudah memperoleh 35 perak dan 28 perunggu atau secara keseluruhan mengoleksi 122 keping medali.

"Kita masih ada waktu empat hari, sehingga target minimal 104 medali emas optimistis dapat tercapai," katanya di Solo, Selasa.

Ia mengatakan hingga saat ini sebanyak 133 nomor dari total 461 nomor sudah dipertandingkan.

"Artinya perolehan medali telah selesai untuk 133 nomor tersebut. Dari jumlah itu kontingen Indonesia sampai saat ini mencapai medali sesuai prediksi," katanya.

Ia mengatakan untuk cabang olahraga yang menyumbangkan medali emas paling banyak yakni para atletik dengan perolehan 27 emas diikuti para renang yang sudah menghasilkan 10 emas.

"Cabang catur tadi baru saja selesai seremoni pemberian medali. Seluruhnya memperoleh empat medali emas dan blind judo juga dapat empat emas. Cabang olahraga lain seperti bulu tangkis dari beregu dapat emas satu. Saat ini atlet kita sedang berjuang di nomor perorangan," katanya.

Untuk para atletik, pihaknya memperkirakan perolehan emas masih akan bertambah menyusul performa baik dari para atlet Indonesia.

"Ada beberapa capaian yang melebihi rekor sebelumnya, ada juga yang semula tidak diprediksi dapat medali justru ini dapat medali emas," katanya.

Pada kesempatan yang sama, atlet para atletik yang hari ini baru saja meraih emas di dua nomor yang diikutinya Saptyogo Purnomo mengaku senang dengan perolehan tersebut.

"Tadi saya dapat medali emas untuk nomor 200 m dan 300 m. Mudah-mudahan besok saat main di nomor 400 m dapat medali emas lagi," katanya.

Sementara itu, salah satu atlet wheelchair basketball I Wayan Suparta mengatakan pada pertandingan 3x3 harus puas dengan hasil perunggu.

"Kami baru bisa mencapai medali perunggu, tidak banyak yang bisa saya sampaikan. Terima kasih yang sudah mendukung kami," katanya.

sumber: suara.com
4 Fakta Kericuhan Suporter Bola di Jogja Korban Luka hingga Geramnya Bos Persis
26 July 2022
4 Fakta Kericuhan Suporter Bola di Jogja, Korban Luka hingga Geramnya Bos Persis
foto: ilustrasi (ist)


itoday - Jogja kembali menjadi trending di Twitter setelah peristiwa kericuhan massa suporter sepak bola yang diduga berasal dari Solo, Jawa Tengah, pada Senin (25/7/2022).

Melansir Suara.com, massa tersebut sempat bergesekan dengan warga di Jalan Gejayan, kemudian keributan kembali pecah di Flyover Jombor, Mlati Sleman.

Berikut fakta-fakta tentang kericuhan massa suporter bola yang terjadi di Jogja:

Rombongan Menuju Magelang

Kapolsek Mlati Kompol Andhies Fitriya Utomo mengatakan pertikaian itu terjadi sekitar pukul 14.00 WIB ketika rombongan suporter dari Solo menuju ke barat melewati Flyover Jombor.

Mereka menuju arah Magelang hingga terjadi cekcok dengan masyarakat. Bahkan, sempat ada aksi lempar batu di lokasi kejadian. Meski demikian, sudah ada keributan sebelum rombongan suporter melintas di Flyover Jombor.

"Tadi sempat datangnya rombongan menuju ke Magelang melintas di seputaran jalan di Sleman termasuk juga di Jombor. Tadi ada sedikit cekcok dengan masyarakat," katanya.

"Tidak [dihadang] mungkin sudah ada sedikit ribut di sebelum masuk ke flyover sini. Tadi sempat kesalahpahaman adu mulut di jalan sehingga ada lemparan-lemparan batu," imbuhnya.

Ada Tiga Korban Luka

Pihak kepolisian mengonfirmasi setidaknya ada tiga orang mengalami luka akibat kericuhan di Jalan Affandi, Gejayan. Korban berasal dari Jawa Tengah dan telah dilarikan ke puskesmas.

Kapolsek Depok Barat AKP Mega Tetuko menuturkan para korban mengalami luka di bagian kepala dan menjalani rawat jalan. Pihaknya juga telah mengamankan dua unit kendaraan roda dua.

Patroli dan Penjagaan

Polres Bantul dalam akun Instagram-nya merilis video yang memperlihatkan pelaksanaan patroli dan penjagaan di wilayah Blok O, Ketandan, dan seputaran Ring Road Selatan, pada malam hari.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk mencegah meluasnya keributan antar-suporter bola yang terjadi pada siang sebelumnya. Kapolres Bantul AKBP Ihsan SIK memimpin langsung patroli yang juga melibatkan personel dari polres dan polsek jajaran dibantu Pokdar Kamtibmas Banguntapan.

Ancaman Pemilik Persis Solo

Menanggapi kericuhan yang terjadi di Jogja, bos Persis Solo Kevin Nugroho meradang. Dalam cuitan di akun Twitter pribadinya, pemilik salah satu saham di Persis itu mengancam akan meninggalkan klub apabila suporter berulah lagi.

"Kelakuanmu ojo ngisin2i tim kebanggaanmu," cuitnya, yang berarti kelakuanmu jangan malu-maluin tim kebanggaanmu.

"Balik o lewat Jogja meneh, PERSIS tak tinggal," lanjutnya.

Kalimat terakhir dalam kicauannya itu berarti "Pulang lewat Jogja lagi, Persis aku tinggal".

Cuitan Kevin tersebut juga dibarengi dengan unggahan gambar tangkapan layar dari pesan WhatsApp yang berisi info tentang rombongan Persis Solo yang bentrok di Gejayan, Flyover Jombor, dan Tugu Jogja.

Ada juga pesan berantai yang menyebut pemilik kendaraan Plat AD agar berhati-hati ketika melintas ke Kota Jogja.

Kericuhan antarsuporter tersebut pecah bersamaan dengan dihelatnya pertandingan perdana Persis Vs Dewa United di Stadion Moch Soebroto, Magelang, Jawa Tengah.

sumber: suara.com