Facebook
Twitter
Instagram
Logo Header  Footer
021-4567890mail@mailcontoh.com
Logo Header  Footer

Terbaru

Timnas Indonesia U20 TC di Jakarta Ini 30 Pemain yang Dipanggil
27 January 2023
Timnas Indonesia U-20 TC di Jakarta, Ini 30 Pemain yang Dipanggil
foto: Marselino Ferdian (suara)


itoday - Pelatih Shin Tae-yong memanggil 30 pemain untuk training camp (TC) alias pemusatan latihan Timnas Indonesia U-20 sebagai persiapan Piala Asia U-20 2023 Uzbekistan. TC ini direncanakan digelar di Jakarta pada 1-28 Februari mendatang.

Untuk Piala Asia U-20 2023, skuad Garuda Nusantara --julukan Timnas Indonesia U-20-- berada di Grup A bersama tuan rumah Uzbekistan, Irak, dan Suriah.

Pada pemanggilan TC ini sendiri, ada sejumlah nama baru yang dipanggil Shin Tae-yong seperti Brandon Scheunemann (PSIS Semarang), Hugo Samir (Persis Solo) dan Ahmad Raia (Persik Kediri).

Selain itu ada juga pemain dari Timnas Indonesia U-16 tahun lalu yang dipromosikan ke Timnas U-20 yakni Arkhan Kaka (Persis Solo) dan Sulthan Zaky (PSM Makassar).

"Kami berharap kepada pemain selama mengikuti pemusatan latihan dan turnamen Piala Asia U-20 2023 mampu memberikan kemampuan yang maksimal, kerja keras, fokus dan disiplin," kata Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan dalam keterangan resminya, Jumat (27/1/2023).

"Semoga pada ajang Piala Asia U-20 2023 kami meraih prestasi terbaik. Turnamen ini juga menjadi tolak ukur persiapan Garuda Nusantara menghadapi Piala Dunia U-20 (2023) mendatang di Tanah Air," jelasnya.

Pada laga perdana perdana Piala Asia U-20 2023, Indonesia akan melawan Irak pada 1 Maret, lalu berduel dengan Suriah 4 Maret, dan menantang tuan rumah Uzbekistan 7 Maret mendatang.

"Selama pemusatan latihan, PSSI telah menyiapkan sejumlah laga uji coba untuk tim U-20 Indonesia. Apalagi kita ketahui lawan-lawan di Grup A Piala Asia merupakan negara-negara yang berkualitas," ujar Direktur Teknik PSSI, Indra Sjafri.

Berikut 30 Pemain yang akan Mengikuti TC Timnas U-20 di Jakarta:

1. Arkhan Fikri - Arema FC
2. Dimas Juliano Pamungkas - Bhayangkara FC
3. Frezy Al Hudaifi - Bhayangkara FC
4. Daffa Fasya Sukawijaya - Borneo FC
5. Rabbani Tasnim Siddiq - Borneo FC
6. Ronaldo Joybera R. Junior Kwateh - Madura United
7. Marselino Ferdinan - Persebaya Surabaya
8. Aditya Arya Nugraha - Persebaya Surabaya
9. Ferdiansyah - Persib Bandung
10. Kakang Rudianto - Persib Bandung
11. Robi Darwis - Persib Bandung
12. Achmad Maulana Syarif - Persija Jakarta
13. Alfriyanto Nico Saputro - Persija Jakarta
14. Cahya Supriadi - Persija Jakarta
15. Doni Tri Pamungkas - Persija Jakarta
16. Frengky Deaner Missa - Persija Jakarta
17. Ginanjar Wahyu Ramadhani - Persija Jakarta
18. Muhammad Ferarri - Persija Jakarta
19. Resa Aditya Nugraha - Persija Jakarta
20. Barnabas Sobor - Persija Jakarta
21. Ahmad Raia Irvanza Arditian - Persik Kediri
22. Arkhan Kaka Putra Purwanto - Persis Solo
23. Erlangga Setyo Dwi Saputra - Persis Solo
24. Hugo Samir - Persis Solo
25. Marcell Januar Putra - Persis Solo
26. Zanadin Faris - Persis Solo
27. Brandon Marsel Scheunemann - PSIS Semarang
28. Muhammad Dzaky Asraf Huwaidi - PSM Makassar
29. Sulthan Zaky Pramana Putra Razaq - PSM Makassar
30. Hokky Caraka Bintang Brilliant - PSS Sleman

sumber: suara.com
Arahan Khusus Jokowi ke Menpora soal Piala Dunia U20 hingga FIBA World Cup
25 January 2023
Arahan Khusus Jokowi ke Menpora soal Piala Dunia U-20 hingga FIBA World Cup
foto: Joko Widodo (rmol)


itoday - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan arahan khusus ke Menpora Zainudin Amali terkait gelaran Piala Dunia U-20, FIBA World Cup, ANOC World Beach Games, dan PON.

Arahan tersebut disampaikan Jokowi dalam rapat terbatas di Istana Presiden pada Rabu (25/1). Turut serta dalam pertemuan tersebut Ketua Komite Olimpiade Raja Sapta Oktohari.

“Bapak Presiden memberikan arahan hal-hal yang belum bisa diselesaikan, segera diselesaikan. Paling lambat akhir bulan ini, saya diminta untuk melaporkan kembali kalau ada hal-hal yang masih belum,” kata Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainuddin Amali dalam keterangan pers usai mengikuti ratas, Rabu (25/01/2023), di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

Menpora mengungkapkan secara keseluruhan persiapan untuk menjadi tuan rumah tiga event olahraga antar negara berjalan lancar.

“Secara keseluruhan ini sudah dalam kondisi siap, tinggal ada beberapa hal yang perlu mendapatkan perhatian kita,” ujarnya.

Untuk menjadi tuan rumah FIFA U-20 World Cup, menurut Menpora, pemerintah telah merenovasi enam stadion yang siap menjadi tuan rumah pesta olahraga internasional tersebut. Keenam stadion tersebut adalah Stadion Jakabaring di Palembang, Sumatera Selatan; Stadion Utama Gelora Bung Karno di DKI Jakarta; Stadion Jalak Harupat di Bandung, Jawa Barat; Stadion Manahan di Solo, Jawa Tengah; Stadion Gelora Bung Tomo di Surabaya, Jawa Timur; seperti Stadion Kapten I Wayan Dipta di Gianyar, Bali.

“Selanjutnya, tidak ada masalah apa-apa lagi karena semua sudah jalan. Kementerian PUPR [Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat] sudah menjalankan apa yang menjadi tugasnya untuk merenovasi semua stadion,” kata Menpora.

Menpora menambahkan, dalam Ratas tersebut juga menyebutkan Indonesia akan mengikuti kebijakan FIFA bahwa upacara pembukaan dan penutupan acara dapat dilakukan pada Mei dan Juni 2023.

Untuk Piala Dunia Bola Basket FIBA ​​​​2023, pemerintah sedang mempersiapkan Stadion Serba Guna (IMS) Gelora Bung Karno sebagai tempat pertandingan yang akan diadakan pada Agustus dan September, menurut Menpora. “Tidak masalah bagi FIBA ​​karena sekarang kami memiliki ruang serbaguna yang akan digunakan oleh FIBA,” ujar Menpora.

Selain Menpora, persiapan juga dilakukan untuk ANOC World Beach Games 2023 yang akan digelar di Bali Agustus ini. “Kami secara umum siap,” katanya.

Selain tiga kompetisi internasional tersebut, Menpora rata-rata juga membahas persiapan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh – Sumut tahun 2024.

“Kami akan meluncurkan logo dan maskot pada tanggal 28 di Aceh dan tanggal 29 di Sumut. Nanti akan kami hitung,” ujarnya.

Berbicara pada kesempatan yang sama, President General Indonesian Olympic Committee (IOC) Raja Sapta Oktohari mengungkapkan ANOC World Beach Games akan diikuti oleh ANOC General Assembly.

“Akan ada selebrasi olahraga yang tertinggi dalam sejarah Indonesia yang pernah ada, diikuti oleh kurang lebih 130 negara dan dihadiri oleh 205 negara. Ini bertepatan dengan 78 tahun Indonesia merdeka,” kata Okto.

Okto menambahkan, kesempatan menjadi tuan rumah kompetisi olahraga multi-olahraga terbesar setelah Olimpiade Musim Panas dan Olimpiade Musim Dingin menjadi dasar bagi Indonesia untuk melamar menjadi tuan rumah Olimpiade.

Okto meyakini, gelaran ajang-ajang olahraga internasional di Indonesia ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, salah satunya di sektor pariwisata.

“Sesuai dengan arahan Bapak Presiden, sejak tahun 2019 untuk menjemput kegiatan-kegiatan olahraga internasional ke Indonesia, diharapkan bisa mendorong perekonomian Indonesia lebih cepat lagi. Dan, ini dibuktikan ketika 2008 Asian Beach Games pertama kali diinisiasi di Indonesia, ternyata mampu mengembalikan kepercayaan Bali pascabom Bali,” tandas Okto.

sumber: inilah.com
The Minions Hadapi Pemain Unggulan China di India Open 2023 Kans Revans
20 January 2023
The Minions Hadapi Pemain Unggulan China di India Open 2023, Kans Revans?
foto: Markus Gideon dan Kevin Sanjaya (suara)


itoday - Pasangan ganda putra Indonesia, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo atau yang akrab disapa The Minions dijadwalkan bertanding pada babak perempat final India Open 2023. The Minions akan menghadapi pemain unggulan China, Liang Wei Keng/Wang Chang pada Jumat (20/1) malam. Dua kali pertemuan sebelumnya dimenangkan oleh Liang/Wang, bagaimana kans Marcus/Kevin untuk revans?

YONEX SUNRISE India Open 2023 sendiri merupakan ajang kejuaraan BWF World Tour Super 750 yang memperebutkan hadiah total sebesar $900.000 atau setara 13,6 Milyar Rupiah. Indonesia memiliki 5 wakil ganda putra yang dikirim untuk India Open 2023. Pada babak perempat final ini tersisa 2 ganda putra Indonesia yaitu Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto dan Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjata Sukamuljo.

Berdasarkan jadwal yang dilansir dari aplikasi resmi BWF yaitu aplikasi Badminton4u, The Minions akan menghadapi pasangan ganda putra Tiongkok yaitu Liang Wei Keng/Wang Chang. Dimana pada pekan lalu, Liang/Wang berhasil menyegel posisi runner-up pada ajang kejuaraan PETRONAS Malaysia Open 2023.

Melansir dari Badminton4u, catatan head to head antara kedua pasangan adalah 0-2 dimana keunggulan dimiliki oleh Liang/Wang. Pertemuan terakhir mereka baru saja berlangsung pekan lalu di babak 16 besar PETRONAS Malaysia Open 2023, Liang/Wang berhasil memenangkan laga lawan The Minions melalui pertandingan rubber game. Kemudian pada babak semifinal DAIHATSU Indonesia Masters 2022, Liang/Wang menang melalui pertandingan straight game.

Secara peringkat sendiri, Liang/Wang juga lebih unggul dari The Minions. Saat ini, Liang/Wang merupakan ganda putra peringkat 11 dunia dan merupakan salah satu andalan terbaik China dalam pertandingan bulutangkis internasional. Sedangkan The Minions kini menempati peringkat 19 dunia. Meskipun begitu, The Minions sendiri pernah menduduki tahta peringkat satu dunia selama lebih dari 5 tahun lamanya.

Performa dari The Minions juga menjadi salah satu permainan yang ditunggu-tunggu oleh para penggemar bulutangkis dunia. Pertandingan pada babak 32 besar dan 16 besar India Open 2023 juga cukup menunjukkan bahwa The Minions masih memiliki kemampuan andalan mereka, dimana Kevin yang mematikan di depan net dan Gideon dengan smash kuatnya.

Yuk saksikan laga pertandingan India Open 2023 melalui siaran langsung di iNews TV, RCTI+, SPO TV dan kanal youtube resmi milik BWF yaitu BWF TV. Pertandingan antara The Minions vs Liang/Wang akan berlangsung di lapangan 1 mulai sekitar pukul 21.00 WIB.

sumber: suara.com
Hensat Caketum PSSI Tolong Jangan Rangkap Jabatan
17 January 2023
Hensat: Caketum PSSI, Tolong Jangan Rangkap Jabatan!
foto: Erick Thohir (republika)


itoday - Sejumlah nama beken telah mendaftarkan diri sebagai calon ketua umum PSSI dalam KLB yang akan digelar pada 16 Februari mendatang. Sejumlah pesan penting disampaikan pengamat komunikasi politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio kepada para calon ketua umum tersebut.

Saran pertama dari pria yang akrab disapa Hensat ini adalah jangan rangkap jabatan. Menurutnya, rangkap jabatan bisa membuat fokus pembenahan sepakbola tanah air bisa kabur.

“Buat caketum PSSI, saran, bila terpilih tolong jangan rangkap jabatan supaya bisa fokus membenahi organisasi dan prestasi,” ujarnya kepada redaksi, Selasa (17/1).

Kedua, Hensat tidak ingin ada peristiwa memilukan seperti yang terjadi di Kanjuruhan, Malang beberapa waktu lalu. Jangan sampai ada nyawa melayang dalam penyelenggaraan sepakbola tanah air.

“(Terakhir) tolong bikin timnas kita juara, terima kasih,” tutupnya.

Sejumlah nama sudah mulai mendaftarkan diri sebagai caketum PSSI. Adapun nama yang paling santer adalah Menteri BUMN Erick Thohir dan Ketua DPD RI AA LaNyalla Mattalitti.

sumber: rmol.id
Robert Kardinal Sebaiknya Jabatan Ketum PSSI Diberikan kepada Mantan Pemain yang Kompeten
16 January 2023
Robert Kardinal: Sebaiknya Jabatan Ketum PSSI Diberikan kepada Mantan Pemain yang Kompeten
foto: M. Iriawan (rmol)


itoday - Para pejabat negara diminta untuk tidak ikut cawe-cawe dalam kepengurusan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI). Adapun masalah prestasi yang minim dalam dunia sepakbola Indonesia saat ini terjadi karena diurus orang-orang yang tidak kompeten. Mereka masuk PSSI hanya untuk mengejar jabatan dan popularitas.

Begitu kata anggota Komisi X DPR RI Robert J. Kardinal kepada wartawan, Senin (16/1). Politisi asal Papua Barat ini mencermati, jabatan ketua umum dan jajaran pengurus PSSI selama ini justru ditempati oleh orang-orang yang justru tidak pernah berurusan dengan sepakbola. Bahkan mengelola klub pun tidak pernah.

"Akhirnya (kelola sepakbola) pakai duit negara pun tidak berhasil. Sponsor kabur, pengusaha juga ogah jadi sponsor karena sepakbola kita dikelola serampangan. Jangankan berprestasi di Asia Tenggara, lawan Vietnam yang sepakbolanya baru bangkit kita pun tidak pernah menang," ujarnya.

Dia pun meminta PSSI belajar dari negara-negara lain yang sukses dalam mengelola sistem olahraga. Mayoritas bisa maju karena sepakbola dikelola secara profesional oleh orang-orang yang jiwa dan raganya memang sudah di sepakbola. Mereka ini para pemain, pelatih, dan pihak lainnya yang memang setiap harinya bergelut di industri sepakbola.

"Jadi bukan karena punya jabatan, punya uang, lalu mendadak daftar dan jadi ketua umum PSSI. Akhirnya sepakbola kita prestasinya jadi hancur," tegasnya.

Dia pun menyayangkan masih ada pejabat negara yang ikut cawe-cawe dalam bursa Ketua Umum PSSI. Padahal, dia punya tugas negara lebih besar di jabatan tersebut. Menurutnya, prestasi sepakbola akan sulit diraih jika masih terus diseret ke urusan politik.

"Sebaiknya (ketua umum PSSI) ini diberikanlah kepada para mantan-mantan pemain bola, pelatih, atau memang yang kompeten urus PSSI. Jiwa dan raganya benar-benar di sepakbola, tidak berpikiran politik, cari duit, cari popularitas," ujarnya.

Menurutnya, banyak mantan pemain top yang sebenarnya bisa maju mengurus sepakbola dalam negeri seperti Boas Salozza, Bambang Pamungkas, Kurniawan Dwi Julianto, Robi Darwis, Aji Santoso dan lainnya.

"Ayo kembali kan sepakbola kita kepada yang benar-benar mencintai dan mengerti sepakbola," pungkasnya.

sumber: rmol.id
Semifinal Piala AFF 2022 Timnas Indonesia Siap Runtuhkan Tembok Vietnam
09 January 2023
Semifinal Piala AFF 2022: Timnas Indonesia Siap Runtuhkan Tembok Vietnam
foto: Dendy Sulistyawan (inilah)


itoday - Indonesia nampak optimistis menghadapi Vietnam pada leg kedua semifinal Piala AFF 2022 di Stadion Nasional My Dinh Hanoi, Senin (9/1/2023). Tim ‘Garuda’ tak gentar mengalahkan ‘Golden Star Warriors’ yang punya pertahanan kokoh di depan pendukung mereka sendiri dan melaju ke final kedua berturut-turut sejak Piala AFF 2020.

Pelatih timnas Indonesia Shin Tae-yong mengatakan dalam konferensi pers, Minggu (8/1), bahwa dia dan timnya mempersiapkan diri dengan baik untuk pertandingan tersebut. Apalagi, pelatih asal Korea Selatan itu sudah mengetahui kelebihan dan kekurangan Vietnam.

”Semoga kami bisa meraih hasil terbaik besok. Kami datang ke sini untuk menang. Para pemain dalam kondisi terbaik, serta percaya diri dan siap untuk melawan Vietnam,” ujar Shin mengutip situs PSSI, Minggu (9/1/2023).

Modal imbang 0-0 dengan Vietnam pada laga semifinal pertama di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (6/1), belum cukup untuk Indonesia merebut tiket ke final. Meskipun bisa mengagalkan Vietnam mendapatkan gol tandang yang menentukan nasib ke final sebagaimana regulasi Piala AFF 2022, Indonesia belum tentu mampu mencuri gol dan meredam agresivitas Vietnam yang main di rumahnya sendiri.

Apalagi, Indonesia perlu mengatasi tantangan nonteknis. Indonesia harus beradaptasi dengan perbedaan cuaca mencolok, yakni dari Jakarta dengan suhu rata-rata 30-32 derajat celsius dan Hanoi yang suhu awal tahunnya berkisar 20-25 derajat celsius. Selain itu, tim ”Merah Putih” mesti beradaptasi dengan kondisi lapangan yang kurang prima karena jarang terkena matahari.

Belum lagi, sejak ditangani Shin, Indonesia belum pernah menang atas Vietnam, yakni kalah 0-4 dalam kualifikasi Piala Dunia Qatar 2022 di Dubai, Uni Emirate Arab (UEA), serta masing-masing imbang 0-0 pada penyisihan grup Piala AFF 2020 di Singapura dan semifinal pertama Piala AFF 2022 di Jakarta.

Motivasi tinggi
Kendati demikian, tidak ada yang tak mungkin dalam sepak bola. Setidaknya, berdasarkan data 11v11.com, Indonesia hanya sekali kalah saat tandang ke Vietnam dalam 14 laga selama 20 tahun terakhir, yakni 2-3 dalam laga persahabatan di Hanoi, 8 November 2016.

Sebaliknya, Indonesia pernah membuat keajaiban menang 3-0 atas Vietnam yang penuh ambisi dalam penyisihan grup Piala AFF 2004, 11 Desember 2004. Sisanya, mereka selalu bermain imbang, termasuk 2-2 pada fase grup Piala AFF 2014 dan 2-2 pada semifinal kedua Piala AFF 2016 sebelum seri pada semifinal pertama Piala AFF 2022.

Shin mengakui bahwa Vietnam adalah tim yang bermain dengan organisasi permainan yang sangat baik. Namun, dengan kerja keras, fokus, dan disiplin, Shin yakin timnya bisa mengatasi Vietnam. Bahkan, dia sesumbar ingin menang dalam waktu normal. ”Kami tidak pernah menginginkan hasil imbang atau perpanjang waktu. Kami akan berusaha menyelesaikan pertandingan dalam 90 menit,” kata pelatih berusia 52 tahun itu dikutip Vff.org.vn, Minggu (9/1/2023).

Penyerang Indonesia Dendy Sulistyawan menuturkan, tidak mudah untuk menaklukkan Vietnam di hadapan penontonnya sendiri. Akan tetapi, dengan motivasi tinggi, dia dan rekan-rekannya optimistis bisa menang atas Vietnam. ”Saya pikir, untuk laga kedua ini, kami harus bisa main lebih baik dibandingkan laga pertama kemarin. Kami sudah sejauh ini berjuang jadi mesti lebih maksimal demi lolos ke final,” katanya.

Dedikasi terakhir Park Hang-seo

Pelatih Vietnam Park Hang-seo punya motivasi ganda untuk memberikan persembahan terakhir spesial bagi timnya. Sebab, Piala AFF 2022 adalah ajang terakhirnya sebelum mengakhiri kontrak dengan tim Negeri Paman Ho tersebut. Dia tidak ingin mengakhiri kontrak terlalu cepat dengan gugur di semifinal.

”Seperti yang Anda ketahui, kontrak saya dengan Vietnam akan berakhir seusai turnamen ini. Jika kami kalah dalam semifinal kedua ini, itu artinya saya pergi lebih cepat sebagai pelatih Vietnam. Jika kami menang, saya masih memiliki dua laga final. Jadi, laga semifinal kedua ini sangat penting untuk saya,” ungkap pelatih asal Korea Selatan itu dalam konferensi pers seperti dilansir Vff.org.vn, Minggu (8/1/2023).

Sejak Park Hang-seo melatih, Vietnam menjelma sebagai raksasa baru sepak bola Asia Tenggara. Pelatih berusia 65 tahun itu mampu mengoptimalkan potensi kecepatan dan fisik pemain Vietnam selayaknya tim-tim asal Asia Timur, seperti Korea Selatan dan Jepang.

Vietnam bermain dengan koordinasi yang sangat baik, displin, dan penuh semangat. Tak heran mereka bisa menjuarai Piala AFF 2018 dengan menumbangkan Malaysia secara agregat 3-2 (2-2, 1-0) di final. Mereka pun menembus perempat final Piala Asia Uni Emirat Arab 2019 sebelum kalah tipis 0-1 dari Jepang.

Kini, Vietnam menegaskan diri sebagai raja Asia Tenggara dengan peringkat FIFA tertinggi di antara negara-negara kawasan tersebut, yakni urutan ke-96 dunia. Tim yang memiliki julukan di masa lampau ”Naga Emas” itu jauh melampaui kekuatan tradisional Asia Tenggara Thailand di urutan ke-111 dunia ataupun Indonesia yang berada di tempat ke-151 dunia.

sumber: inilah.com