Facebook
Twitter
Instagram
Logo Header  Footer
021-4567890mail@mailcontoh.com
Logo Header  Footer

4 Fakta Kericuhan Suporter Bola di Jogja, Korban Luka hingga Geramnya Bos Persis

Sport
4 Fakta Kericuhan Suporter Bola di Jogja, Korban Luka hingga Geramnya Bos Persis 1
foto: ilustrasi (ist)


itoday - Jogja kembali menjadi trending di Twitter setelah peristiwa kericuhan massa suporter sepak bola yang diduga berasal dari Solo, Jawa Tengah, pada Senin (25/7/2022).

Melansir Suara.com, massa tersebut sempat bergesekan dengan warga di Jalan Gejayan, kemudian keributan kembali pecah di Flyover Jombor, Mlati Sleman.

Berikut fakta-fakta tentang kericuhan massa suporter bola yang terjadi di Jogja:

Rombongan Menuju Magelang

Kapolsek Mlati Kompol Andhies Fitriya Utomo mengatakan pertikaian itu terjadi sekitar pukul 14.00 WIB ketika rombongan suporter dari Solo menuju ke barat melewati Flyover Jombor.

Mereka menuju arah Magelang hingga terjadi cekcok dengan masyarakat. Bahkan, sempat ada aksi lempar batu di lokasi kejadian. Meski demikian, sudah ada keributan sebelum rombongan suporter melintas di Flyover Jombor.

"Tadi sempat datangnya rombongan menuju ke Magelang melintas di seputaran jalan di Sleman termasuk juga di Jombor. Tadi ada sedikit cekcok dengan masyarakat," katanya.

"Tidak [dihadang] mungkin sudah ada sedikit ribut di sebelum masuk ke flyover sini. Tadi sempat kesalahpahaman adu mulut di jalan sehingga ada lemparan-lemparan batu," imbuhnya.

Ada Tiga Korban Luka

Pihak kepolisian mengonfirmasi setidaknya ada tiga orang mengalami luka akibat kericuhan di Jalan Affandi, Gejayan. Korban berasal dari Jawa Tengah dan telah dilarikan ke puskesmas.

Kapolsek Depok Barat AKP Mega Tetuko menuturkan para korban mengalami luka di bagian kepala dan menjalani rawat jalan. Pihaknya juga telah mengamankan dua unit kendaraan roda dua.

Patroli dan Penjagaan

Polres Bantul dalam akun Instagram-nya merilis video yang memperlihatkan pelaksanaan patroli dan penjagaan di wilayah Blok O, Ketandan, dan seputaran Ring Road Selatan, pada malam hari.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk mencegah meluasnya keributan antar-suporter bola yang terjadi pada siang sebelumnya. Kapolres Bantul AKBP Ihsan SIK memimpin langsung patroli yang juga melibatkan personel dari polres dan polsek jajaran dibantu Pokdar Kamtibmas Banguntapan.

Ancaman Pemilik Persis Solo

Menanggapi kericuhan yang terjadi di Jogja, bos Persis Solo Kevin Nugroho meradang. Dalam cuitan di akun Twitter pribadinya, pemilik salah satu saham di Persis itu mengancam akan meninggalkan klub apabila suporter berulah lagi.

"Kelakuanmu ojo ngisin2i tim kebanggaanmu," cuitnya, yang berarti kelakuanmu jangan malu-maluin tim kebanggaanmu.

"Balik o lewat Jogja meneh, PERSIS tak tinggal," lanjutnya.

Kalimat terakhir dalam kicauannya itu berarti "Pulang lewat Jogja lagi, Persis aku tinggal".

Cuitan Kevin tersebut juga dibarengi dengan unggahan gambar tangkapan layar dari pesan WhatsApp yang berisi info tentang rombongan Persis Solo yang bentrok di Gejayan, Flyover Jombor, dan Tugu Jogja.

Ada juga pesan berantai yang menyebut pemilik kendaraan Plat AD agar berhati-hati ketika melintas ke Kota Jogja.

Kericuhan antarsuporter tersebut pecah bersamaan dengan dihelatnya pertandingan perdana Persis Vs Dewa United di Stadion Moch Soebroto, Magelang, Jawa Tengah.

sumber: suara.com
Sport 4 Fakta Kericuhan Suporter Bola di Jogja, Korban Luka hingga Geramnya Bos Persis