Facebook
Twitter
Instagram
Logo Header  Footer
021-4567890mail@mailcontoh.com
Logo Header  Footer

Semifinal Piala AFF 2022: Timnas Indonesia Siap Runtuhkan Tembok Vietnam

Sport
Semifinal Piala AFF 2022: Timnas Indonesia Siap Runtuhkan Tembok Vietnam 1
foto: Dendy Sulistyawan (inilah)


itoday - Indonesia nampak optimistis menghadapi Vietnam pada leg kedua semifinal Piala AFF 2022 di Stadion Nasional My Dinh Hanoi, Senin (9/1/2023). Tim ‘Garuda’ tak gentar mengalahkan ‘Golden Star Warriors’ yang punya pertahanan kokoh di depan pendukung mereka sendiri dan melaju ke final kedua berturut-turut sejak Piala AFF 2020.

Pelatih timnas Indonesia Shin Tae-yong mengatakan dalam konferensi pers, Minggu (8/1), bahwa dia dan timnya mempersiapkan diri dengan baik untuk pertandingan tersebut. Apalagi, pelatih asal Korea Selatan itu sudah mengetahui kelebihan dan kekurangan Vietnam.

”Semoga kami bisa meraih hasil terbaik besok. Kami datang ke sini untuk menang. Para pemain dalam kondisi terbaik, serta percaya diri dan siap untuk melawan Vietnam,” ujar Shin mengutip situs PSSI, Minggu (9/1/2023).

Modal imbang 0-0 dengan Vietnam pada laga semifinal pertama di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (6/1), belum cukup untuk Indonesia merebut tiket ke final. Meskipun bisa mengagalkan Vietnam mendapatkan gol tandang yang menentukan nasib ke final sebagaimana regulasi Piala AFF 2022, Indonesia belum tentu mampu mencuri gol dan meredam agresivitas Vietnam yang main di rumahnya sendiri.

Apalagi, Indonesia perlu mengatasi tantangan nonteknis. Indonesia harus beradaptasi dengan perbedaan cuaca mencolok, yakni dari Jakarta dengan suhu rata-rata 30-32 derajat celsius dan Hanoi yang suhu awal tahunnya berkisar 20-25 derajat celsius. Selain itu, tim ”Merah Putih” mesti beradaptasi dengan kondisi lapangan yang kurang prima karena jarang terkena matahari.

Belum lagi, sejak ditangani Shin, Indonesia belum pernah menang atas Vietnam, yakni kalah 0-4 dalam kualifikasi Piala Dunia Qatar 2022 di Dubai, Uni Emirate Arab (UEA), serta masing-masing imbang 0-0 pada penyisihan grup Piala AFF 2020 di Singapura dan semifinal pertama Piala AFF 2022 di Jakarta.

Motivasi tinggi
Kendati demikian, tidak ada yang tak mungkin dalam sepak bola. Setidaknya, berdasarkan data 11v11.com, Indonesia hanya sekali kalah saat tandang ke Vietnam dalam 14 laga selama 20 tahun terakhir, yakni 2-3 dalam laga persahabatan di Hanoi, 8 November 2016.

Sebaliknya, Indonesia pernah membuat keajaiban menang 3-0 atas Vietnam yang penuh ambisi dalam penyisihan grup Piala AFF 2004, 11 Desember 2004. Sisanya, mereka selalu bermain imbang, termasuk 2-2 pada fase grup Piala AFF 2014 dan 2-2 pada semifinal kedua Piala AFF 2016 sebelum seri pada semifinal pertama Piala AFF 2022.

Shin mengakui bahwa Vietnam adalah tim yang bermain dengan organisasi permainan yang sangat baik. Namun, dengan kerja keras, fokus, dan disiplin, Shin yakin timnya bisa mengatasi Vietnam. Bahkan, dia sesumbar ingin menang dalam waktu normal. ”Kami tidak pernah menginginkan hasil imbang atau perpanjang waktu. Kami akan berusaha menyelesaikan pertandingan dalam 90 menit,” kata pelatih berusia 52 tahun itu dikutip Vff.org.vn, Minggu (9/1/2023).

Penyerang Indonesia Dendy Sulistyawan menuturkan, tidak mudah untuk menaklukkan Vietnam di hadapan penontonnya sendiri. Akan tetapi, dengan motivasi tinggi, dia dan rekan-rekannya optimistis bisa menang atas Vietnam. ”Saya pikir, untuk laga kedua ini, kami harus bisa main lebih baik dibandingkan laga pertama kemarin. Kami sudah sejauh ini berjuang jadi mesti lebih maksimal demi lolos ke final,” katanya.

Dedikasi terakhir Park Hang-seo

Pelatih Vietnam Park Hang-seo punya motivasi ganda untuk memberikan persembahan terakhir spesial bagi timnya. Sebab, Piala AFF 2022 adalah ajang terakhirnya sebelum mengakhiri kontrak dengan tim Negeri Paman Ho tersebut. Dia tidak ingin mengakhiri kontrak terlalu cepat dengan gugur di semifinal.

”Seperti yang Anda ketahui, kontrak saya dengan Vietnam akan berakhir seusai turnamen ini. Jika kami kalah dalam semifinal kedua ini, itu artinya saya pergi lebih cepat sebagai pelatih Vietnam. Jika kami menang, saya masih memiliki dua laga final. Jadi, laga semifinal kedua ini sangat penting untuk saya,” ungkap pelatih asal Korea Selatan itu dalam konferensi pers seperti dilansir Vff.org.vn, Minggu (8/1/2023).

Sejak Park Hang-seo melatih, Vietnam menjelma sebagai raksasa baru sepak bola Asia Tenggara. Pelatih berusia 65 tahun itu mampu mengoptimalkan potensi kecepatan dan fisik pemain Vietnam selayaknya tim-tim asal Asia Timur, seperti Korea Selatan dan Jepang.

Vietnam bermain dengan koordinasi yang sangat baik, displin, dan penuh semangat. Tak heran mereka bisa menjuarai Piala AFF 2018 dengan menumbangkan Malaysia secara agregat 3-2 (2-2, 1-0) di final. Mereka pun menembus perempat final Piala Asia Uni Emirat Arab 2019 sebelum kalah tipis 0-1 dari Jepang.

Kini, Vietnam menegaskan diri sebagai raja Asia Tenggara dengan peringkat FIFA tertinggi di antara negara-negara kawasan tersebut, yakni urutan ke-96 dunia. Tim yang memiliki julukan di masa lampau ”Naga Emas” itu jauh melampaui kekuatan tradisional Asia Tenggara Thailand di urutan ke-111 dunia ataupun Indonesia yang berada di tempat ke-151 dunia.

sumber: inilah.com
Sport Semifinal Piala AFF 2022: Timnas Indonesia Siap Runtuhkan Tembok Vietnam