Facebook
Twitter
Instagram
Logo Header  Footer
021-4567890mail@mailcontoh.com
Logo Header  Footer

Verawaty Fajrin Tutup Usia, Menpora: Beliau Legenda Bulu Tangkis Indonesia yang Berikan Inspirasi

Sport
Verawaty Fajrin Tutup Usia, Menpora: Beliau Legenda Bulu Tangkis Indonesia yang Berikan Inspirasi 1
foto: Verawaty Fajrin dan Imelda Wiguna (PBSI)


itoday - Menteri Pemuda dan Olahraga ( Menpora ) Zainudin Amali mengucapkan duka mendalam atas meninggalnya legenda bulu tangkis Indonesia, Verawaty Fajrin di RS Dharmais, Jakarta, Minggu (21/11/2021) pagi WIB.

"Sebagai Menpora, saya mengucapkan turut berduka cita yang mendalam atas meninggalnya ibu Verawaty Fajrin. Beliau adalah salah satu legenda bulu tangkis Indonesia yang memberikan inspirasi dan prestasi yang luar biasa bagi kita semua. Saya berdoa semoga almarhum husnul khotimah dan keluarga yang ditinggal selalu diberi keikhlasan," tutur Menpora Amali dalam keterangan persnya.

Menpora Amali pada 20 September 2021 sempat menjenguk dan memberikan semangat kepada Verawaty Fajrin di Rumah Sakit Kanker Dharmais Jakarta. Saat itu dia tengah berjuang melawan penyakit kanker paru-paru yang dideritanya.

Dalam kunjungannya tersebut Menpora memastikan semua penanganan yang diberikan pihak Rumah Sakit berjalan dengan baik. "Penanganannya bagus, luar biasa, ditangani oleh satu tim rumah sakit kanker Dharmais," ujar Menpora Amali waktu itu.

Setelah berjuang melawan kanker paru-paru yang dideritanya, Verawaty Fajrin akhirnya menutup mata untuk selama-lamanya. Dia berpulang di usia 64 tahun.

Verawaty Fajrin merupakan legenda bulu tangkis Indonesia yang bermain di sektor tunggal putri. Ada banyak prestasi yang dihadirkan, salah satunya di Kejuaraan Dunia 1980 di Jakarta.

Verawaty Fajrin menjadi kampiun usai di final mengalahkan rekannya, Ivana Lie,11-1, 11-3. Setahun sebelumnya, bersama Imelda Wigoena, Vera juga merenggut juara All England 1979 setelah menekuk Atsuko Tokuda/Mikiko Takada (Jepang), 15-3, 10-15, 15-5. Mereka pun menjadi pasangan ganda putri kedua Indonesia yang sukses di All England setelah Minarni/Retno Kustiyah yang melakukannya pada 1968. Bersama Imelda pula, Vera merebut emas SEA Games Manila 1981.

Bersama Imelda pula, Vera juga sukses merebut medali emas Asian Games VIII/1978 di Bangkok. Mereka di final mengalahkan Chiu Yu Fang/Cheng Hui Ming (China). Sebelumnya, mereka juga memenangi titel Denmark Terbuka 1978.

Di luar itu, masih prestasi besar lainnya. Bersama Eddy Hartono, Vera sebelumnya juga ikut mengantarkan Indonesia memboyong Piala Sudirman 1989. Mereka menjadi penentu kemenangan tim Garuda 3-2 atas Korea Selatan di final setelah mengatasi Park Joo-bong/Chung Myung-hee, 18-13, 15-3.

sumber: sindonews.com
Sport Verawaty Fajrin Tutup Usia, Menpora: Beliau Legenda Bulu Tangkis Indonesia yang Berikan Inspirasi