Facebook
Twitter
Instagram
Logo Header  Footer
021-4567890mail@mailcontoh.com
Logo Header  Footer

Terbaru

Duh Seribuan Perusahaan Terinfeksi Virus Jahat Hacker Ini
06 July 2021
Duh! Seribuan Perusahaan Terinfeksi Virus Jahat Hacker Ini
foto: ilustrasi (cnbc)

itoday - Sekitar ribuan bisnis diduga terkena wabah serangan ransomware yang berpusat di perusahaan teknologi informasi AS Kaseya.

Kaseya merupakan perusahaan penyedia alat software untuk toko outsourcing TI, yakni perusahaan yang menangani pekerjaan back office untuk perusahaan yang terlalu kecil atau sumber dayanya sederhana memiliki departemen teknologi sendiri.

Diungkapkan oleh sang CEO, Fred Voccola ada sekitar 800-1500 bisnis yang terdampak serangan pada Jumat lalu. Dia menyatakan sulit memperkirakannya karena yang terkena utamanya adalah pelanggan Kaseya.

Tools yang berhasil tumbang memungkinkan peretas ratusan bisnis di lima benua sekaligus. Gangguan terasa seperti di kantor dokter gigi dan akuntan.

Selain itu gangguan paling terasa di Swedia yaitu ratusan supermarket harus tutup sebab mesin kasir yang tidak beroperasi. Serta juga sekolah dan taman kanak-kanak harus offline di Selandia, dikutip Reuters, Selasa (6/7/2021).

Disebutkan jika peretas meminta tebusan senilai US$70 juta atau Rp 1,015 triliun agar seluruh data yang terdampak bisa pulih. Perwakilan peretas juga menunjukkan kesiapan untuk negosiasi.

"Kami selalu siap bernegosiasi," kata seorang perwakilan hacker kepada Reuters.

Namun Voccola menolak mengatakan setuju atau tidak menerima tawaran peretas. Dia tidak bersedia mengomentari apapun mengenai negosiasi.

"Saya tidak bisa berkomentar ya, tidak atau mungkin. Tidak ada komentar mengenai apapun yang berkaitan negosiasi dengan teroris dengan cara apapun," kata dia.

Voccola juga mengatakan telah berbicara dengan pejabat di Gedung Putih, FBI, dan Departemen Keamanan Dalam Negeri mengenai masalah itu. Namun menolak mengatakan yang dikatakan lembaga tersebut mengenai membayar atau bernegosiasi.

Sementara itu pihak Gedung Putih mengatakan memeriksa apakah ada resiko nasional dari wabah ransomware. Sejauh ini disebutkan tidak ada organisasi penting nasional yang menjadi korban.

"Kami tidak melihat infrastruktur kritis besar-besaran. Itu bukan utusan kami. Kami tidak menjalankan jaringan AT&T atau sistem 911 Verizon. Tidak ada seperti itu," kata pihak Gedung Putih.

sumber: cnbcindonesia
Teknologi AI yang Besarkan TikTok Dijual Peminatnya Termasuk dari Indonesia
05 July 2021
Teknologi AI yang Besarkan TikTok Dijual, Peminatnya Termasuk dari Indonesia
foto: TikTok (tempo)

itoday - ByteDance, induk perusahaan aplikasi berbagi video TikTok mulai menjual teknologi kecerdasan buatan (AI) ke perusahaan lain melalui divisi barunya bernama BytePlus. Menurut situs resminya, daftar kliennya sudah mencakup aplikasi fesyen dari Amerika Serikat bernama Goat, situs perjalanan Singapura WeGo, aplikasi belanja di Indonesia Chilibeli, dan platform game sosial yang berbasis di India GamesApp.

ByteDance belum memberikan pernyataan resmi mengenai kabar divisi baru dan unit penjualannya itu. Tapi, algoritma rekomendasi TikTok selama ini memang dikenal menjadi bagian besar dari apa yang membuatnya begitu populer di dunia. Pada dasarnya, cara pengguna berinteraksi dengan aplikasi mempengaruhi video apa yang akan direkomendasikan kepada pengguna itu sendiri.

Tahun lalu ByteDance menjelaskan bagaimana feed ForYou menentukan video apa yang akan disajikan kepada pengguna tertentu. Rekomendasinya didasarkan pada interaksi pengguna termasuk video mana yang disuka, dikomentari, atau dibuat; termasuk informasi video, seperti keterangan dan tagar; serta pengaturan perangkat dan akun termasuk perangkat apa yang digunakan, preferensi bahasa, dan pengaturan lokasi.

Saat ini BytePlus menawarkan pelanggan kesempatan untuk mengakses algoritma rekomendasi, dan membuatnya personal untuk aplikasi dan pelanggan mereka. “Juga menawarkan terjemahan ucapan dan teks otomatis, serta efek video real-time serta alat analisis data,” tertulis dalam situsnya.

Selama satu setengah tahun, ByteDance dan TikTok termasuk di antara perusahaan yang berbasis di Cina yang ditarget serangkaian perintah eksekutif Amerika di masa Presiden Donald Trump. Target berupa blokir dan diberi syarat dikelola oleh perusahaan Amerika dan lepas dari Cina jika mau tetap beroperasi di negara itu.

Tebrbaru, Presiden Joe Biden menandatangani perintah eksekutif Juni yang mencabut larangan tersebut sekalipun tak melepas pemantauan ketatnya. Terlepas dari tekanan yang diterimanya, TikTok melampaui 100 juta pengguna bulanan di Amerika Serikat pada tahun lalu.

sumber: tempo
Begini Cara Kerja Bokeh Flare Portrait Video OPPO Reno6
05 July 2021
Begini Cara Kerja Bokeh Flare Portrait Video OPPO Reno6
foto: ilustrasi (tabloidpulsa.id)

itoday - Di SMPTE(The Society of Motion Picture and Television Engineers) pada Juni 2011,Profesor Marc Levoy dari Departemen Ilmu Komputer di Universitas Stanford memberikan ceramah teknis yang inovatif di mana ia berbagi visinya untuk masa depan fotografi digital.

Alih-alih memperebutkan megapixel, klaim Levoy, batas berikutnya dari fotografi digital akan ditemukan dalam sebuah konsep yang disebut fotografi komputasi.

Ramalan Levoy kini menjadi sebuah kenyataan dimana konsep fotografi komputasi menyebabkan pertumbuhan pesat pada fotografi smartphone.

“Fotografi komputasional memungkinkan produsen smartphone untuk memecahkan batasan perangkat keras dengan memaksimalkan kemampuan algoritma kecerdasan buatan dan komputasi yang diproses oleh prosesor khusus seperti ISP (Image Signaling Processor). Namun, Batasan ini berhasil ditembus OPPO dengan menghasilkan komputasional tidak hanya dalam fotografi namun ke ranah videografi. Reno6, menjadikan seri smartphone pertama yang mencapai bokeh sinematik menggunakan teknik fotografi komputasi,” ujar Aryo Meidianto A, PR Manager OPPO Indonesia.

Video Potret Bokeh Flare Sinematik Reno6

Sebelumnya, untuk mencapai efek bokeh sinematik pada video, pengguna memerlukan peralatan profesional, tim profesional, dan bahkan masih memerlukan editor profesional untuk menyelesaikannya. Namun dengan Bokeh Flare Portrait Video OPPO Reno6, video bokeh flare sinematik memukau seperti ini dapat dilakukan hanya dengan klik satu tombol.

Bagaimana efek ini bekerja? saat pengguna menekan tombol Bokeh Flare Portrait Video, OPPO Reno6 mulai menggunakan AI deep learning untuk melakukan pemahaman frame-by-frame dari video untuk membedakan secara akurat antara subjek video dan latar belakang. Sistem ini dapat melakukan segmentasi subjek manusia dengan akurat dan real-time 360 derajat.

Setelah segmentasi, rendering pengoptimalan tingkat piksel dilakukan untuk subjek dan gambar latar belakang. Pada gambar subjek, pemrosesan warna dan kecerahan khusus dilakukan pada tingkatan piksel untuk mempertahankan warna asli gambar sambil mengoptimalkannya.

Pada saat yang sama, teknik computational vision digunakan untuk melakukan pemburaman latar belakang, pengingkatan saturasi, dan penyesuaian warna pada lingkaran cahayapada gambar latar belakang.

OPPO Reno6 memiliki kemampuan untuk mendekati jenis efek bokeh yang dicapai dengan lensa kamera aperture besar kamera DSLR untuk meniru efek bokeh, ukuran, kecerahan, dan lingkaran bokeh pada setiap cahaya dalam video yang telah ditentukan berdasarkan pemahaman kecerdasan buatan tentang sumber cahaya pada latar belakang.

Selama proses perekaman, ukuran dan kecerahan lampu bokeh akan berubah berdasarkan pergerakan kamera dan perubahan kedalaman.

Pendekatan Terdepan untuk R&D Pencitraan

OPPO menerapkan fotografi komputasional sebagai sarana untuk meningkatkan kinerja pencitraan pada produk ponsel cerdasnya.

Pada awal 2014, OPPO memperkenalkan Ultra-HD Multi-Shot pada model Find7, yang juga memanfaatkan fotografi komputasional untuk menghadirkan sistem kamera ponsel cerdas yang mampu menghasilkan foto 50MP. Selalu berinovasi dan mengembangkan teknologi selama bertahun-tahun, OPPO telah membuktikannya dengan membuat terobosan signifikan dalam videografi smartphone.

Dimulai dengan diperkenalkannya Ultra-Steady Video pada seri Reno2 pada tahun 2019, kiprah OPPO dalam fotografi komputasional secara bertahap merambah ke ranah video.

Transisi menuju pengembangan fitur video sebagai bagian inti dari seri Reno semakin terwujud melalui keberadaan fitur AI Color Portrait pada seri Reno4, menandai fitur video kreatif pertama yang didukung oleh fotografi komputasi. Dan pada seri Reno5, dengan diperkenalkannya mode AI Highlight Video, OPPO menciptakan fitur di mana setiap orang dapat merekam video yang jernih bahkan dalam situasi pencahayaan yang tidak memungkinkan dilakukan sebuah perangkat smartphone.

sumber: tabloidpulsa.id
Waspada Data  Uangmu Dirampok Hapus 8 Aplikasi Android Ini
04 July 2021
Waspada Data & Uangmu Dirampok, Hapus 8 Aplikasi Android Ini
foto: ilustrasi (ist)

Isu pencurian data pribadi kini kerap terjadi. Salah satu penyebabnya yaitu bisa dari aplikasi di ponsel Anda, terutama jenis Android.
Salah satu malware bernama Joker diketahui telah masuk dalam ponsel Android. Saat ini sudah terdeteksi ada delapan aplikasi yang membawa malware itu.

Berdasarkan informasi dari Quick Heal Security Labs, delapan aplikasi ini punya potensi pencurian data pribadi.

Seluruh aplikasi yang merugikan ini sudah dihapus dari Play Store dan dikabarkan sudah dilaporkan kepada pihak Google. Namun, bagi yang sudah mengunduhnya, diminta segera menghapus seluruh aplikasi dalam daftar itu.

Malware Joker dapat mencuri informasi pribadi dari SMS, daftar kontak dan informasi perangkat. Selain itu juga dapat berinteraksi dengan situs iklan diam-diam.

Tidak hanya informasi, korban dari malware ini juga bisa kehilangan uang. Cara kerjanya, tanpa sepengetahuan korban, Joker dapat mendaftarkan korban ke situs berlangganan premium.

Quick Heal melaporkan, seluruh aplikasi saat dibuka pertama kali akan meminta mengakses notifikasi. Tak sampai di sana, aplikasi akan mengambil data SMS dari notifikasi dan meminta akses pada kontak.

Setelah izin dikantongi, aplikasi akan mengatur izin untuk membuat panggilan telepon. Nantinya aplikasi akan memonitor seluruh data yang didapatkan.

Menurut Quick Heal, malware akan disebar pada aplikasi yang populer karena fungsi yang dicari pengguna, yaitu ada aplikasi scanner, wallpaper dan messaging.

Berikut daftar kedelapan aplikasi yang membawa malware Joker:

1.Auxiliary Message
2.Fast Magic SMS
3.Free CamScanner
4.Super Message
5.Element Scanner
6.Go Messages
7.Travel Wallpapers
8.Super SMS

sumber: cnbcindonesia
Perusahaan AS Diserang Ransomware Joe Biden Kerahkan Badan Intelijen
04 July 2021
Perusahaan AS Diserang Ransomware, Joe Biden Kerahkan Badan Intelijen
foto: Joe Biden (ist)

itoday - Baru-baru ini, perusahaan keamanan Huntress Labs mengungkap laporan tentang serangan grup hacker telah membobol perusahaan manajemen TI bernama Kaseya.

Akibat serangan itu, ada tiga klien Kaseya yang terinfeksi oleh ransomware buatan grup hacker dan berpotensi menyerang 200 perusahaan lainnya.

Menanggapi peristiwa itu, Presiden AS Joe Biden dikabarkan telah mengerahkan badan intelijen AS untuk menyelidiki pelaku dibalik serangan ransomware tersebut.

Saat ini, diduga serangan ransomware tersebut dilakukan oleh kelompok hacker asal Rusia, REvil.

“Pemikiran awalnya bukan pemerintah Rusia, tapi kami belum yakin,” kata Joe Biden, seperti dikutip dari The Guardian, Minggu (4/7/2021).

Dia mengatakan, tim badan intelijen AS akan merespon jika memang terbukti Rusia berada di balik serangan ransomware tersebut.

Sebelumnya, pada pertemuan di Jenewa pada 16 Juni 2021 lalu, presiden AS ke-14 itu mendesak Vladimir Putin untuk menindak keras peretas dari Rusia.

Dia juga memperingatkan konsekuensi jika terjadi serangan ransomware terhadap pihak Amerika Serikat terus berlanjut.

Ratusan Perusahaan Bisnis AS Diserang Ransomware
Ransomware

Disebutkan, hacker telah membobol keamanan perusahaan dan menginfeksi software tools bernama Vehicle Stability Assist (VSA) miliknya dengan ransomware.

Sebagai platform penyedia layanan terkelola (MSP) yang menawarkan dukungan jarak jauh dan layanan pembaruan software ke bisnis lain, ransomware berpotensi tersebar ke klien Kaseya.

Karena hal tersebut, perusahaan pun terpaksa mematikan sementara server dan memberitahukan klien mereka untuk juga mematikan server terkait dengan VSA.

Mengutip laporan Huntress Labs via Apple Insider, Minggu (4/7/2021), ada tiga klien Kaseya yang menjadi korban serangan ransomware, dan itu berpotensi menginfeksi 200 perusahaan lainnya.

Memeras Apple
"Ketika MSP disusupi, kami telah melihat bukti ransomware itu telah menyebar melalui VSA ke semua pelanggan MSP," kata peneliti keamanan senior Huntress Labs, John Hammond.

Korban lainnya, termasuk jaringan supermarket Swedia Coop. Mereka terpaksa menutup sekitar 500 toko dari 800 cabangnya pada 3 Jui 2021 kemarin.

Sementara itu, Kaseya melakukan perbaikan pada sistem komputer yang terkena ransomware yang dilancarkan oleh grup REvil.

sumber: liputan6
Sudah Sampai Mana Perkembangan RUU Perlindungan Data Pribadi
02 July 2021
Sudah Sampai Mana Perkembangan RUU Perlindungan Data Pribadi?
foto: Samuel Abrijani Pengerapan (kominfo)

itoday - Berbagai insiden pelanggaran data yang terjadi di Indonesia telah membuat keamanan data pribadi milik warga Indonesia terancam. Sementara, Indonesia masih belum selesai melahirkan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP).

Padahal undang-undang ini jadi aturan hukum yang krusial untuk melindungi data pribadi warga di tengah maraknya kasus kejahatan siber.

Guna mempercepat lahirnya UU PDP, beberapa waktu lalu pemerintah membentuk Tim Panitia Kerja RUU PDP. Sampai mana perkembangan pembahasan RUU PDP?

Berdasarkan keterangan dari Ketua Tim Panitia Kerja RUU PDP Pemerintah sekaligus Dirjen Aplikasi Informatika Kemkominfo, Semuel Abrijani Pangerapan, Tim Panja Pemerintah dan Tim Panja Komisi I DPR telah melakukan konsinyasi pembahasan RUU PDP pada Selasa-Rabu, 29-30 Juni 2021.

Dalam konsinyasi pembahasan tersebut, Tim Panja Pemerintah menekankan urgensi dibutuhkannya payung hukum kuat atas perlindungan data pribadi. Tim Panja juga berkomitmen segera menyelesaikan RUU PDP menjadi UU PDP.

"Tim Panja Pemerintah terus menyusun formulasi yang tepat dan akurat terhadap substansi pasal-pasal penting dalam RUU PDP termasuk mengenai kelembagaan penyelenggaraan perlindungan data pribadi agar pembahasan RUU PDP dapat diselesaikan secepatnya, namun tetap dengan kualitas tinggi," kata Semmy dalam keterangannya.

RUU PDP adalah Urusan Pemerintahan

Lebih lanjut, Tim Panja berpandangan, penyelenggaraan perlindungan data pribadi merupakan urusan pemerintahan yang pelaksanaannya dilakukan oleh Kemkominfo dan bertanggung jawab kepada Presiden, dengan pertimbangan sebagai berikut:

- Sesuai UUD 1945, pemerintah perlu berperan secara proporsional untuk menjamin dan memenuhi rasa keadilan bagi seluruh masyarakat.

- Kehadiran negara melalui peran pemerintah dalam penyelenggaraan perlindungan data pribadi dilaksanakan dengan mekanisme pengawasan yang transparan dan akuntabel oleh DPR sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Pemerintah Bakal Konsisten

- Pembahasan terkait isu perlindungan data pribadi di forum internasional dilakukan pemerintah melalui kementerian yang membidangi Tata Kelola Data, sebagaimana dipraktikkan di berbagai negara lain.

- Pemerintah akan tetap konsisten dalam pembahasan RUU PDP dengan memperhatikan tata kelola data pribadi demi perlindungan data pribadi masyarakat, kedaulatan data, dan resiliensi bangsa yang mengutamakan kepentingan nasional.

sumber: liputan6