Facebook
Twitter
Instagram
Logo Header  Footer
021-4567890mail@mailcontoh.com
Logo Header  Footer

Terbaru

ChatGPT Platform AI yang Diramalkan Segera Menggeser Google
02 February 2023
ChatGPT, Platform AI yang Diramalkan Segera Menggeser Google
foto: ilustrasi (inilah)


itoday - Platform yang dirilis OpenAI, ChatGPT, sedang menjadi perbincangan hangat dunia. Platform ini dianggap akan segera menggeser peran Google karena memiliki kemampuan Artificial Intelligence (AI) yang mumpuni. Chat GPT sendiri pada dasarnya merupakan chatbot, sebuah program komputer berupa robot virtual yang dapat mensimulasikan percakapan seperti manusia.

Meski masih berupa prototipe, tapi chatbot AI berbasis dialog itu dianggap mampu menanggapi bahasa alami dan meresponsnya secara otomotis dengan bahasa yang alami pula. Bahkan, platform ini dianggap sebagai pengganti Google karena bisa menjawab masalah apa saja.

Chat GPT baru dirilis oleh OpenAI pada 30 November 2022. Sementara OpenAI merupakan platform kecerdasan buatan yang didirikan tahun 2015 oleh Sam Altman dan Elon Musk. Aplikasi chatbot ini ternyata mampu memahami dialog manusia dan menghasilkan teks yang seolah bukan berasal dari sistem komputer atau robot, melainkan sangat natural layaknya diketik oleh sesama manusia.

Yang pasti bikin Google keder, ChatGPT hanya butuh waktu lima hari setelah perilisannya pada akhir 2022 untuk mencapai satu juta pengguna. Hasil riset Statista mengungkapkan, ChatGPT sukses mengalahkan Instagram yang mampu mencapai satu juta pengguna dalam 2,5 bulan sejak pertama kali dirilis. Sedangkan, Spotify berada di posisi ketiga yang membutuhkan waktu lima bulan untuk merangkul satu juta pengguna, sementara Dropbox perlu tujuh bulan untuk mencapai satu juta pengguna.

Dengan prestasi fenomenal itu, wajar bila pencipta Gmail, Paul Buccheit, meramalkan kurang dari dua tahun ke depan Google Search bakal ditaklukkan oleh ChatGPT. Keyakinan Buccheit itu datang dari pengamatannya terhadap teknologi AI ChatGPT yang berkembang dengan sangat cepat dalam waktu singkat.

Jika terus seperti ini, kata Buccheit, teknologi OpenAI di balik ChatGPT bakal menggerus area atau kategori bisnis yang menjadi fokus Google, seperti Search hingga Gmail. Menurut Buccheit, dominasi ChatGPT itu akan berasal dari keunggulan teknologi atau model AI chatbot itu yang bisa memberikan jawaban atas aneka pertanyaan pengguna tanpa harus menelusuri banyak situs web.

Dengan tantangan di depan mat aitu, perusahaan raksasa teknologi seperti Google dan Baidu tergopoh-gopoh memperkenalkan layanan serupa. Google disebutkan akan segera memamerkan kebolehan chatbot AI Search untuk menantang eksistensi chat ChatGPT milik OpenAI yang sedang viral di masyarakat. Dikatakan, CEO Google, Sundar Pichai, mengeluarkan status “kode merah” yang berarti perusahaan dalam kondisi genting dan meminta para teknisinya untuk mempercepat pengembangan AI mereka. Kabarnya, keunggulan Chatbot AI Search milik Google itu akan mencakup keamanan, akurasi, dan pemblokiran informasi yang salah. [Interesting Engineering/CNBC].

sumber: inilah.com
WhatsApp Uji Coba Kirim Foto Kualitas Tinggi tanpa Gunakan File
25 January 2023
WhatsApp Uji Coba Kirim Foto Kualitas Tinggi tanpa Gunakan ‘File’
foto: ilustrasi (inilah)


itoday - WhatsApp akan segera meluncurkan fitur yang memungkinkan pengguna mengirim foto beresolusi tinggi hingga ukuran aslinya.

Saat ini fitur pengiriman foto WhatsApp dilakukan dalam versi terkompresi atau ukuran foto diperkecil dari ukuran aslinya. Sehingga, sebagian pengguna selalu memilih opsi lain untuk mengirim foto agar ukurannya tidak berubah.

Menurut WABetainfo, WhatsApp saat ini sedang menguji fitur yang memungkinkan pengguna mengirim foto dalam ukuran aslinya. Fitur ini sedang WhatsApp uji pada Android beta versi 2.23.2.11.

Sebelumnya, fitur pengiriman foto di WhatsApp beta Android versi 2.21.15.7 memiliki tiga pengaturan yang bisa dipilih pengguna, yakni auto, best quality, dan save data. Namun, opsi kualitas terbaik tidak memungkinkan pengguna mengirimkan foto dalam resolusi aslinya.

Dalam opsi ini, kompresi masih berfungsi di WhatsApp, meski tidak terlalu rendah. Nah, WhatsApp beta Android versi 2.23.2.11 memberikan angin segar bagi pengguna yang ingin mengirimkan foto dengan kualitas aslinya.

Selain itu, belum ada kepastian kapan fitur terbaru ini akan hadir ke sebagian besar pengguna. Fitur pengujian biasanya meluncur beberapa minggu setelah fitur tersebut stabil.

Kemudian belum ada kepastian apakah fitur ini juga akan hadir untuk segmen video. The Verge melaporkan, jika ingin mengirimkan video berukuran besar asli melalui WhatsApp, pengguna bisa memilih opsi ‘file’ saat mengirim.

Di sisi lain, Telegram kini memungkinkan penggunanya mengirim foto atau video berkualitas tinggi tanpa kompresi. Mulai Pakai, pengguna Telegram hanya perlu memilih menu Attachment saat ingin mengirim foto atau video.

Kemudian pengguna dapat mengklik Lebih Banyak (Opsi lainnya) dan pilih Kirim tanpa kompresi (Kirim tanpa kompresi). Telegram juga membatasi maksimal file yang bisa dikirim pengguna, yakni 2 GB.

sumber: inilah.com
Kritisi Aturannya Sendiri Bukti Jokowi Tidak Mengetahui Apa yang Ditandatanganinya
19 January 2023
Kritisi Aturannya Sendiri, Bukti Jokowi Tidak Mengetahui Apa yang Ditandatanganinya
foto: Joko Widodo (okezone)


itoday - Sikap Presiden Joko Widodo yang kembali mengkritik aturan yang dibikinnya sendiri membuktikan bahwa Jokowi selama ini tidak mengetahui apa-apa terhadap apa yang ditandatanganinya.

Hal itu disampaikan oleh Direktur Gerakan Perubahan, Muslim Arbi menanggapi pernyataan Jokowi yang mengkritik aturan yang dibikinnya sendiri soal perubahan nama Izin Mendirikan Bangunan (IMB) menjadi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).

"Ini bukti Jokowi tidak tahu apa yang dikerjakan. Bahkan lebih sialnya tidak baca apa yang dia teken," ujar Muslim kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (18/1).

Menurut Muslim, apa yang diteken Jokowi soal perubahan nama IMB ke PBG pada PP 16/2021 yang merupakan turunan UU Cipta Kerja merupakan hal yang berbahaya. Karena Jokowi tidak membaca dan tidak tahu apa yang ditandatanganinya.

"Ini berbahaya. Dan timbulkan kekacauan di pemerintahan," pungkas Muslim.

sumber: rmol.id
Elon Musk Akan Mempersempit Ruang Bagi Para Buzzer di Twitter
18 January 2023
Elon Musk Akan Mempersempit Ruang Bagi Para Buzzer di Twitter
foto: ilustrasi (inilah)


itoday - Bos Twitter, Elon Musk pada Selasa (17/1/2023) mengatakan, bila para pengguna Twitter nantinya bisa mempersempit ruang bagi para buzzer atau akun yang kerap melemparkan isu demi kepentingan tertentu.

Dalam hal ini, miliarder yang juga pemilik Tesla tersebut mengatakan sedang memperbaiki algoritma rekomendasi pada Twitter.

Dirinya mengklaim, algoritma rekomendasi yang digunakan akan jauh lebih baik dan akan menjadi open source.

“Membuang akun yang Anda benci akan menyebabkan algoritma kami menampilkan lebih banyak akun tersebut kepada Anda, karena ini mengunci interaksi Anda,” tulis Musk dalam cuitnya, dikutip Rabu (18/1/2023).

Pekan lalu, Musk juga mengatakan bahwa algoritma “open source” Twitter akan terungkap bulan depan.

Nantinya Twitter akan menerbitkan kode rekomendasi tweet dan mengumumkannya dalam waktu dekat.

“Transparansi membangun kepercayaan,” tulis Musk.

Langkah Elon Musk dalam mengubah Twitter dibuktikan dengan kehadiran tab ‘For You’ yang mirip seperti TikTok. Tab ini memungkinkan aplikasi untuk menyajikan lebih banyak konten rekomendasi dari pengguna lain.

Namun demikian, Elon Musk juga berminat untuk mengembalikan iklan politik yang sebelumnya dilarang di Twitter sejak 2016.

Menarik untuk ditunggu apakah algoritma baru yang diterapkan Twitter dapat mmbuat pengguna lain lebih nyaman dari kicauan para buzzer.

sumber: suara.com
Bikin Heran Kata Kunci Mega Tibatiba Hilang dari Twitter Kok Bisa
13 January 2023
Bikin Heran! Kata Kunci 'Mega' Tiba-tiba Hilang dari Twitter, Kok Bisa?
foto: ilustrasi (inilah)


itoday - Sejak HUT ke-50 PDIP pada Selasa (10/1/2023) kemarin, kata kunci terkait agenda serta partai politik tersebut terus menjadi bahan perbincangan.

Bahkan sejumlah kata kunci menjadi trending topic di Twitter Indonesia hingga hari Jumat (13/1/2023). Misalnya saja kata kunci "PDIP" dan "Mega" yang konsisten berada di 20 besar trending topic Twitter Indonesia hingga hari ini.

Namun ada hal aneh yang menjadi sorotan warganet. Pasalnya kata kunci "Mega" mendadak menghilang dari Twitter.

Seperti dikutip dari menfess anonim yang dikirimkan via akun Twitter @tanyarlfes. Pengirim menfess rupanya heran dengan Twitter-nya yang tidak memunculkan cuitan apapun ketika membuka kata kunci "Mega".

"Ada yang sama? Tadi klik trending 'Mega' malah hasilnya kek gini,"cuitnya, memperlihatkan tangkapan layar hasil pencarian dengan kata kunci 'Mega'.

Alih-alih menunjukkan hasil pencarian, malah terlihat tulisan, "Tidak dapat memuat Tweet sekarang. Coba lagi".

Suara.com juga melakukan penelusuran serupa dengan mengetikkan kata kunci "Mega". Hasilnya juga sama, yakni terjadi kesalahan sehingga tidak ada hasil pencarian yang bisa dimunculkan.

Terdapat pula keterangan tambahan di bagian bawah layar pencarian. "Ini adalah pencarian yang invalid. Coba gunakan kata kunci lain," demikianlah keterangan yang tertera.

Namun kata kunci seperti PDIP terpantau masih bisa dibuka dengan hasil terkait HUT ke-50 partai beberapa hari lalu. Kata kunci lain seperti "Megawati" maupun "Bu Mega" juga masih bisa diakses dengan baik.

Warganet sendiri melempar banyak spekulasi penyebab hilangnya kata kunci "Mega" tersebut. Tak sedikit yang menuding Kementerian Komunikasi dan Infomartika (Kominfo) terlibat hingga kata kunci tersebut tidak bisa diakses.

Di sisi lain, Twitter sendiri memang memiliki fitur untuk mengatur hasil pencarian. Seperti dikutip dari fitur Bantuan (Help), Twitter mengaku melakukan penyaringan agar hasil pencarian tetap relevan.

"Agar hasil pencarian Anda tetap relevan, Twitter menyaring hasil pencarian untuk Tweet dan akun yang berkualitas. Materi yang merusak kualitas pencarian atau menciptakan pengalaman pencarian yang buruk bagi orang lain mungkin dihapus secara otomatis dari pencarian Twitter," tulis Twitter.

sumber: suara.com
Samsung Galaxy S23 Series Hadir 2 Februari 2023 Apa yang Baru
12 January 2023
Samsung Galaxy S23 Series Hadir 2 Februari 2023, Apa yang Baru?
foto: ilustrasi (inilah)


itoday - Samsung akhirnya secara resmi mengumumkan tanggal rilis dari ponsel flagship terbarunya, seri Galaxy S23.

Melalui undangan virtual yang diterima inilahcom, pada Rabu (11/1/2023), Samsung akan memperkenalkan acara “Galaxy Unpacked” pada 2 Februari 2023.

“Pada hari Kamis, 2 Februari 2023, pukul 01.00 WIB Samsung Electronics akan menyelenggarakan Unpacked langsung dari San Fransisco“ tulis undangan tersebut.

Seri Galaxy S23 yang akan hadir kemungkinan tersedia dalam tiga versi, yakni Galaxy S23 reguler, Galaxy S23 Plus, dan Galaxy S23 Ultra.

Bahkan untuk beberapa negara seperti Amerika Serikat, penjualan ponsel ini diperkenalkan dengan metode pre-order atau pre-order. Beberapa spesifikasi yang beredar mengenai seri Galaxy S23, khususnya mengenai chipset, bahwa ketiganya akan menggunakan chip terbaru dari Qualcomm, yakni Snapdragon 8 Gen 2.

Snapdragon 8 Gen 2 merupakan chip teratas dengan performa terbaik di antara chip lainnya saat ini. Fitur baru menarik lainnya yang berpotensi hadir dari seri Galaxy S23 adalah performa baterai dengan peningkatan kapasitas serta kamera super premium, khususnya untuk Galaxy S23 Ultra.

Dari segi strategi bisnis, Samsung juga menaruh harapan besar pada seri Galaxy S23 yang merupakan ponsel high-end. Soal harga, ponsel ini sepertinya bakal memiliki harga yang sama seperti seri Galaxy S22.

Sekarang hanya masalah waktu sebelum kita melihat keseluruhan desain dan fitur yang terungkap ke publik tentang seri Galaxy S23.

sumber: inilah.com