Facebook
Twitter
Instagram
Logo Header  Footer
021-4567890mail@mailcontoh.com
Logo Header  Footer

Hybrid Working Jadi Tren di Masa Pandemi, Apakah Aman?

Teknologi Informasi
Hybrid Working Jadi Tren di Masa Pandemi, Apakah Aman? 1
foto: Hybrid Working (ilustrasi-ist)

itoday - Pandemi membuat aktivitas jadi serba terbatas, termasuk bagi para pekerja. Aktivitas di perkantoran pun harus dilakukan dengan berbagai penyesuaian. Bahkan saat kasus COVID-19 memuncak, anjuran untuk work from home (WFH) atau bekerja dari rumah kembali diberlakukan di banyak perusahaan.

Alasannya, klaster perkantoran menjadi salah satu penyumbang terbesar kasus positif corona di Indonesia. Menurut Kepala Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman, Prof Amin Soebandrio, ada beberapa penyebab naiknya kasus COVID-19 dari klaster perkantoran, seperti ruangan yang padat, sirkulasi udara buruk, hingga pegawai kantor yang rata-rata harus berdesakan di transportasi umum saat berangkat kerja.


Namun WFH juga memiliki beberapa kelemahan, apalagi bagi perusahaan yang membutuhkan kerja tim. Sebagai solusinya, memasuki fase new normal, sistem kerja hybrid working atau sistem kerja yang memungkinkan karyawan bekerja dari rumah dan kantor dengan jadwal yang sudah ditentukan pun mulai menjadi tren.

Selain memudahkan pekerjaan, sistem ini juga bisa meningkatkan produktivitas dan kepuasan karyawan karena bisa kembali bekerja di lingkungan yang lebih ideal. Meski begitu, kita harus tetap memprioritaskan protokol kesehatan karena kondisi pandemi yang kini kembali meningkat, terlebih saat bekerja di kantor.

Lantas, apa yang bisa dilakukan agar tetap aman saat melakukan hybrid working?

1. Tetap jaga jarak

Seperti yang dijelaskan Prof Amin Soebandrio, ruangan kantor yang diisi banyak orang bisa meningkatkan risiko penularan virus, terlebih bila sirkulasi udara tidak lancar. Untuk menyiasatinya, sebaiknya tata ulang ruangan kantor dengan memaksimalkan space yang ada dan hindari posisi meja yang saling berjejer terlalu dekat.

Singkirkan juga barang-barang yang tidak diperlukan karena bisa menjadi media menempelnya virus. Bila perlu, selalu taruh perlengkapan kantor di loker usai kerja dan selalu pastikan meja bersih sebelum pulang.

2. Sediakan alat kebersihan di ruang kerja

Kesibukan saat bekerja kerap membuat kita lengah untuk memperhatikan protokol kesehatan dan kebersihan. Apalagi bila tidak tersedia perlengkapan kebersihan yang memadai di kantor.

Selalu simpan pouch kecil berisi hand sanitizer, tisu antiseptik, surface disinfectant (disinfektan untuk permukaan barang), dan masker cadangan di dalam tas kerja Anda. Dengan begitu, Anda bisa langsung menggunakannya tanpa repot mencarinya di kantor saat diperlukan.

3. Sediakan alat kebersihan di ruang kerja

Menyediakan perlengkapan kesehatan dan kebersihan karyawan juga menjadi tanggung jawab setiap kantor. Dengan begitu, kesehatan karyawan pun lebih terlindungi dan nantinya akan berdampak pada performa dan produktivitas kerjanya.

Idealnya setiap ruangan harus tersedia hand sanitizer yang tersimpan di depan pintu masuk dan masker sekali pakai yang bisa digunakan saat ada karyawan yang tidak membawa masker cadangan. Ruangan juga harus dibersihkan dengan saksama menggunakan disinfektan setelah waktu bekerja usai.

4. Jangan paksakan diri saat tubuh kurang fit

Tubuh yang kurang fit tidak hanya membuat kerja jadi kurang optimal. Di masa pandemi ini, daya tahan tubuh yang menurun bisa membuat kita mudah tumbang saat terserang virus.

Selalu terbuka terhadap kondisi kesehatan bisa membantu menekan kemungkinan penyebaran virus di lingkungan kerja. Untuk itu, bila merasa kondisi tubuh kurang prima, jangan sungkan untuk meminta bekerja dari rumah atau cuti hingga benar-benar sehat.

5. Manfaatkan teknologi

Tidak bisa dipungkiri, berkat teknologi, sistem kerja secara WFH maupun hybrid bisa dilakukan dengan lebih optimal. Teknologi bisa menghubungkan tim agar bisa tetap bekerja sama meski sedang berjauhan. Secara tidak langsung teknologi juga membantu meminimalisir penyebaran virus yang lebih parah di tempat kerja.

Apalagi dengan adanya berbagai inovasi untuk menunjang pekerjaan, salah satunya BenQ ClassroomCare® Interactive Flat Panel (IFP), papan tulis digital interaktif dengan teknologi teknologi yang bebas dari flicker (layar yang berkelap-kelip), memiliki cahaya biru rendah, tampilan anti glare, dan built in sensor kualitas udara dan layar tahan kuman. Lapisan perak pada layarnya juga dapat menghilangkan 99 persen virus, bakteri, dan jamur yang menempel.

BenQ ClassroomCare® IFP juga dilengkapi dengan fitur unik Board to Board dan Cloud Whiteboard yang memungkinkan pengguna menampilkan file presentasi di layar secara lebih interaktif dan kolaboratif, sehingga cocok untuk meeting saat WFH maupun bekerja di kantor. Fitur Cloud Whiteboard membuat kita bisa berdiskusi mengenai pekerjaan yang sedang dipresentasikan dengan rekan kerja secara online dan real time tanpa batasan lokasi dan membagikannya dengan perangkat IFP lainnya.

Ada lagi fitur Account Management System (AMS) yang dapat menghubungkan Cloud dari BenQ ClassroomCare® IFP dengan aplikasi penyimpanan Cloud seperti Google Drive atau Dropbox.

Ditambah software EZWrite yang tertanam di BenQ ClassroomCare® IFP, pengguna bisa memanfaatkan fitur anotasi, screen mirroring tools, hingga floating tool yang dapat digunakan lintas platform dan memberikan catatan pada dokumen, aplikasi, situs, video, dan sumber-sumber lainnya di komputer atau browser berbasis Windows, Mac, atau Chrome.

sumber: kumparan
Teknologi Informasi Hybrid Working Jadi Tren di Masa Pandemi, Apakah Aman?